Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 204 Kelembutan Yang Belum Pernah Dia Rasakan


__ADS_3

Qin Ruojiu menggigit bibirnya dan melihat ke arahnya dengan tatapan tajam lalu berkata, “Nggak perlu bantuan kamu.”


Hanya dalam waktu sesingkat itu, tidak ada orang yang sempat melihat bagaimana Ratu terjatuh. Hanya Kang Yin dan Kaisar Zhaolie yang terus melihat ke arahnya yang melihat bagaimana dia terjatuh. Mereka tampak begitu takut sampai tidak bisa berkata-kata seolah takut Ratu akan menghilang.


Kang Yin tidak bisa duduk diam lagi. Kemudian dia beranjak berdiri dan hendak pergi menolong Qin Ruojiu. Tetapi Kaisar Zhaolie selangkah lebih cepat darinya, ketika dia sampai, Kaisar Zhaolie sudah duluan menggendong dan membawa Qin Ruojiu pergi.


Langkah kakinya pun langsung terasa berat, tatapan matanya juga terlihat begitu kesal dan kecewa. Tatapan matanya itu bisa membuat orang yang melihatnya langsung terjatuh ke dalam kegelapan dan tidak bisa keluar dari dalam sana.


Kaisar Zhaolie berjalan dengan langkah besar ke samping Qin Ruojiu. Di depan tatapan mata semua orang yang terkejut, Kaisar Zhaolie langsung berlutut dan menggunakan satu tangannya untuk merangkul pundaknya dan satu tangannya lagi untuk merangkul pingangnya yang kecil. Kemudian dia berkata dengan nada lembut yang tidak pernah dia dengarkan sebelumnya, “Sakit tidak?”


Qin Ruojiu yang mendengar suara itu langsung terkejut dan mendorongnya dengan perlahan. Meskipun saat ini tubuh Qin Ruojiu sangat sakit ketika dia bergerak, tetapi dia yang hendak meneteskan air mata itu tetap berusaha untuk menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak sakit.”

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban itu, Kaisar Zhaolie hanya terdiam dan tidak mengatakan apa-apa. Kemudian dia menyipitkan matanya dan melihat ke dalam mata Qin Ruojiu dengan tatapan yang sangat dalam lalu berkata, “Setelah ini, Kaisar tidak akan pernah membiarkan kamu terluka lagi.” Selesai bicara, dia langsung menggendongnya dengan lembut dan hati-hati seolah dia sedang menggendong seorang bayi.


Di tengah Aula, Qin Ruojiu berbaring di dalam pelukan Kaisar Zhaolie yang hangat sambil mengerutkan alisnya, tetapi wajahnya itu langsung memerah.


Pada saat itu, Su Zhener yang melihat adegan itu pun merasa sangat kesal dan tidak habis pikir. Dia terkejut sampai mundur beberapa langkah dan berteriak, “Kaisar ….”


Suaranya yang lembut dan manja itu ternyata malah dibalas Kaisar Zhaolie dengan tatapan yang dingin dan tidak berperasaan. Kaisar Zhaolie langsung melihat dingin ke arahnya dan berkata, “Jangan sampai Kasiar lihat kejadian seperti ini lagi, kalau tidak Kasiar akan patahkan kedua kakimu itu.”


Wajah Su Zhener pun langsung berubah pucat. Pada saat itu, dia membuka matanya dengan lebar dan melotot lurus ke arah punggung Kaisar yang berjalan pergi.


Qin Ruojiu digendong Kasiar untuk duduk kembali ke kursi agungnya di depan tatapan semua orang yang terkejut.

__ADS_1


Kaisar mendudukkannya dengan lembut, ini ada sebuah kelembutan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Itu adalah sebuah kelembutan yang akan dilakukan oleh seorang pria pada wanita yang benar-benar dia cintai, begitu lembut dan peduli. Tetapi, satu-satunya yang kurang adalah perasaan gelisah. Tetapi, semua itu sudah cukup. Paling tidak, dia sudah berhasil membuat Su Zhener dan Zhao Yuanran merasa cemburu sampai mata mereka memerah.


“Kamu tidak apa-apa kan?” Kang Yin tidak bisa menahan dirinya lagi langsung melihat ke arahnya Qin Ruojiu dan bertanya padanya. Di dalam kata-katanya yang lembut itu tersembunyi perasaan khawatir dan peduli.


Qin Ruojiu sedikit terkejut, lalu dia melihat ke arah Kaisar Zhaolie untuk melihat ekspresinya. Pada saat itu, dia baru sadar kalau ekspresi wajah Kaisar Zhaolie sudah kembali ke ekspresinya yang dingin dan acuh tak acuh itu. Pada saat itu dia baru mulai merasa lega dan menggelengkan kepalanya, “Tidak apa-apa!”


Kemudian, Kaisar Zhaolie pun duduk kembali ke kursi agungnya dan tidak banyak melihat ke arah Qin Ruojiu lagi. Dia malah menyuruh parah dayang penari itu untuk melanjutkan pertunjukan mereka seolah tidak ada apa-apa yang barusan terjadi. Itu hanya sebuah kecelakaan dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Para pejabat istana tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkan Kaisar Zhaolie, maka dari itu mereka hanya bisa berusaha untuk terus tersenyum dan melupakan kejadian tidak mengenakan yang barusan terjadi.


Namun, Lu’er yang menjaga Qin Ruojiu di belakangnya itu menyaksikan semua apa yang terjadi barusan. Sepertinya dia juga sadar kalau Qin Ruojiu tidak begitu nyaman. Kemudian, dia langsung berjalan ke arah Qin Ruojiu lalu berlutut dengan perlahan dan membantunya mengurut bagian tubuhnya yang terluka.

__ADS_1


Sampai sekarang Qin Ruojiu masih tidak mengerti kenapa Su Zhener mau berbuat seperti itu padanya. Dia sama sekali tidak mencari masalah dengannya, tetapi wanita ini tetap saja mau mencari masalah dengannya. Pertama dia sengaja memaksanya untuk minum arak, kemudian sengaja membuatnya terjatuh.


__ADS_2