
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang menggelengkan kepalanya dengan getir dan berkata: “Apa menurutmu aku sengaja membiarkan orang lain melihatnya? Ada seseorang yang melakukannya dengan sengaja, jadi aku hanya menuruti keinginannya saja. Lagipula wajah ini memang sudah rusak, cepat atau lambat orang lain juga akan tahu, untuk apa menutupinya?”
Meskipun ketenangannya ini membuat Yuya terpesona, tapi yang lebih membuat Yuya khawatir adalah dengan kondisi Permaisuri saat ini, bahkan Ibu Suri juga tidak pasti bisa membantunya. Karena selir yang tinggal di Istana tidak membicarakan mengenai kebenaran, yang mereka inginkan hanya memanfaatkan demi keuntungan satu sama lain. Setelah menjadi pelayan di Istana selama bertahun-tahun, Yuya sudah bisa melihat dengan jelas pertarungan di antara para majikan itu. Ketika memiliki kegunaan maka akan disanjung, ketika tidak memiliki kegunaan maka akan diperlakukan seperti rumput dan diinjak-injak sesuka hati.
Hello! Im an artic!
Permaisuri dimasukkan ke Istana Dingin karena sudah tidak disukai oleh Kaisar, dan sekarang bahkan tampilannya yang seperti ini juga dipublikasikan, orang yang sedikit lebih pintar sudah pasti tidak akan ingin terlibat dengannya. Ibu Suri lebih tidak perlu menyinggung Kaisar tertinggi hanya untuk membantu Permaisuri.
Ye Wushuang tidak terlalu khawatir mengenai kekhawatiran Yuya, dia berbalik lalu memasuki ruangan dengan tenang, kemudian dia berkata dengan nada lambat: “Semuanya hanya perlu melihat apa Tuhan bersedia untuk membantuku atau tidak.”
Malam sudah larut…
Kedalaman Istana memasuki keheningan yang begitu sunyi.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang berbaring di ranjang untuk sekian lama sebelum akhirnya tertidur, tidak tahu sudah berlalu berapa lama, tiba-tiba Ye Wushuang terbangun oleh bau alkohol yang menyengat.
Dalam hati tahu bahwa ada yang tidak beres, Ye Wushuang tiba-tiba membuka matanya, bergegas mengambil mantel lalu memakainya, turun dari ranjang dengan waspada lalu menyalakan lilin dengan meminjam cahaya bulan yang temaram.
Di saat bersamaan Ye Wushuang berkata dengan suara dalam: “Siapa? Siapa yang ada di dalam ruangan?”
Istana Zhihua adalah Istana Dingin yang terlupakan, meskipun tidak mencolok bagi orang luar, tapi tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam dengan sesuka hati.
Memikirkan seorang pria yang mabuk menerjang masuk ke kamarnya di malam hari, pria dan wanita berduaan di sebuah ruangan, bahkan jika dirinya bukan lagi wanita cantik, tapi hatinya tetap saja masih takut ketika memikirkannya.
Cahaya lilin samar-samar bersinar semakin lama semakin terang di bawah tangannya, kemudian Ye Wushuang bisa dengan jelas melihat pria jangkung yang sedang berdiri di dalam ruangan.
Pria itu mengenakan jubah brokat kuning cerah, wajahnya yang tampan itu tampak terlihat samar di bawah cahaya lilin yang berkedap-kedip, dia berdiri diam tak bergerak seperti patung, meletakkan kedua tangan di belakang punggungnya dengan membawa aura yang tidak biasa, mata yang setajam elang itu seakan bisa melihat semuanya.
__ADS_1
“Kaisar…” Ye Wushuang terkejut, sepasang mata indah berkabut itu sedikit menampakkan raut tidak percaya. Saat oti juga Ye Wushuang bergegas menaruh lilin di tangannya dan memberi hormat.
Ji Xingyun menatap pergerakannya dengan datar, tatapan mata Ji Xingyun yang dingin itu perlahan berpindah dari tatapan mata Ye Wushuang ke wajah yang tersembunyi di balik cadar, pada akhirnya tatapannya itu tertuju pada tubuh indah Ye Wushuang di balik pakaiannya.
Ji Xingyun sangat familiar terhadap tubuh itu. Tidak melihatnya selama setengah tahun, Qin Ruchen telah kehilangan banyak berat badan, tapi lekuk tubuh yang membanggakan itu masih sama.
Sudut bibirnya sedikit terulas, memperlihatkan senyuman yang tampak begitu sinis dan juga mengejek.
Ye Wushuang diam-diam mendongak, tidak bisa melihat dengan jelas arti di balik senyuman itu. Tapi Ye Wushuang mengerti bahwa senyum seperti itu tidak menguntungkan bagi dirinya.
Saat itu juga, Ye Wushuang sudah tidak mementingkan kesopanan terhadap Raja, dirinya langsung mengenakan mantel luarnya dengan rapat.
Melihat tindakan Qin Ruchen yang sedikit canggung dan panik, Ji Xingyun tiba-tiba merasa wanita di hadapannya ini apa masih merupakan orang yang menggunakan metode keji dan tidak terduga itu?
“Kaisar datang kemari begitu larut, apa Kaisar memiliki perintah?” Setelah berpakaian dengan baik, Ye Wushuang bertanya kepada pria mulia di hadapannya sambil memberi hormat dengan ekspresi serius.
__ADS_1