
Hello! Im an artic!
Meskipun Ye Wushuang tidak terlalu menyukai lamipon-lampion ini, tapi agar tidak membuat pria tua ini kecewa, akhirnya Ye Wushuang sedikit mengulurkan jarinya dan berkata dengan suara pelan: “Beri aku lampion teratai ini.”
Setelah mendengar ucapan itu, pria tua itu melirik ke arah She Jingtian dan Shangguan Min’er yang berada di belakang Ye Wushuang: “Karena Nona keluar bermain sekeluarga, jadi belilah 3 buah lampion, aku akan memberimu harga yang lebih murah. Nona lihatlah, Nona sangat diberkati, suamimu sangat tampan dan berbakat, anakmu juga sangat cantik hingga membuat orang lain tidak bisa mengalihkan pandangan.”
Hello! Im an artic!
“Wusshh–” Wajah cantik Ye Wushuang seketika memerah dan terasa panas. Pada saat ini Ye Wushuang memegang erat lengan pakaiannya, dirinya bahkan tidak memiliki keberanian untuk menoleh ke belakang.
Ye Wushuang hanya menggigit bibirnya dan dengan canggung berkata menjelaskan: “Kakek, sebenarnya aku …”
“Sudahlah, Istriku, kamu tidak perlu banyak bicara lagi, lakukan saja seperti yang dia katakan, pilihlah tiga buah lampion.”
She Jingtian tidak menunggu Ye Wushuang berkata menjelaskan, langsung mengeluarkan uang dari balik pinggangnya dengan satu tangannya lalu memberikannya pada pria tua itu, She Jingtian mengulas senyum di sudut bibirnya dan menatap Ye Wushuang dengan makna dalam.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang memalingkan tatapannya dengan panik, tidak tahu harus berbuat apa untuk sementara waktu.
Pria tua itu tertawa lebar, sikap pemuda ini benar-benar sangat langsung. “Nona, kamu sangat beruntung bisa menemukan suami yang begitu baik.”
Ye Wushuang tersedak beberapa kali dikarenakan ucapan pria tua itu, dirinya juga tidak tahu harus menjawab apa, Ye Wushuang bergegas mengambil tiga lentera yang tidak disukainya lalu pergi ke tepi danau yang berada tidak jauh dari sana.
Saat ini Min’er malah meraung di belakang: “Ibu Wushuang, Ibu Wushuang, jangan lari.”
She Jingtian berpura-pura terlihat santai, lalu menurunkan Min’er yang ada di pundaknya, menggunakan jari telunjuknya untuk menunjuk ke arah hidung mancung Ye Wushuang, sepasang mata hitam itu begitu jernih seperti bintang di malam yang gelap: “Apa kamu marah?”
“Aku tidak berani.” Berkata dia tidak berani, tapi nada ucapannya itu terdengar agak marah.
“Haha—” She Jingtian tertawa keras hingga menarik perhatian banyak orang, sama sekali tidak mempedulikan penampilannya, She Jingtian lalu berkata: “Sepertinya aku terlalu meninggikanmu, jika tahu kamu tidak bisa menerima candaan seperti itu maka aku tidak akan menggodamu.”
__ADS_1
“Candaan…” Ye Wushuang tertegun dan langsung tercengang di tempat. Pada saat itu, Ye Wushuang merasa dirinya sangat bodoh, pria ini sedang menggodanya dan dirinya hampir saja menganggapnya serius.
Ya… Melihat pria yang tersenyum tanpa perasaan itu, dirinya sepertinya terlalu banyak berpikir, benar-benar memalukan.
Ye Wushuang memaki dirinya sendiri dengan kejam di dalam hati, melihat tepung terigu yang digunakan untuk membuat ronde yang ada di sebelahnya, Ye Wushuang langsung menyingsingkan lengan pakaiannya dan berkata sambil mengulas senyum: “Tuan Penguasa Kota suka bercanda bukan? Baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu.”
Setelah selesai berbicara, Ye Wushuang tidak menunggu reaksi dari pihak lain dan langsung mengambil tepung terigu di sebelahnya, mencati kesempatan untuk melemparkannya ke wajah tampan milik pria itu.
Ketika merasakan situasi yang tidak beres, She Jingtian langsung menggunakan lengan pakaiannya untuk menghadang, tapi gerakannya selangkah lebih lambat. Ketika menyingkirkan tangannya, wajah tampannya itu sudah dilapisi oleh tepung terigu dan hanya tersisa mata hitamnya saja, sisa bagian wajahnya yang lain sudah terlihat putih. She Jingtian menggelengkan kepalanya, tepung di wajahnya jatuh dari dahi dan alisnya, terlihat aneh tapi tampak menyenangkan.
“Haha…” Min’er sudah tidak bisa menahan lagi dan tertawa kencang: “Paman She, wajahmu menjadi begitu putih, benar-benar sangat menakutkan!”
Para pejalan kaki yang lewat juga melihat adegan itu, mereka tertawa diam-diam sambil menutup mulut mereka.
Dia adalah penguasa Kota Wuyou, merupakan pemimpin Kota Wuyou, sedari kecil tidak ada orang yang berani memperlakukannya seperti ini.
__ADS_1
Tapi pada saat ini, dia ternyata benar-benar tidak mempedulikan statusnya sama sekali, dia menyeringai dan berkata: “Ye Wushuang, Ye Wushuang, ternyata kamu juga memiliki sisi yang nakal seperti ini.”