Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 696 Hanya Ingin Terlihat Impresif


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Min’er mendengar ucapan itu dan tertawa bahagia. Sedangkan An Yiqiu berpikir Ye Wushuang hanya ingin terlihat impresif saja, berpikir bahwa kebisuan Ye Wushuang tadi telah mengungkapkan rasa takut di dalam hatinya.


“Nona, kalian ingin berkompetisi apa?” Yun’er bertanya dengan penasaran, di saat bersamaan juga mengucapkan keraguan semua orang.


Hello! Im an artic!


“Rata-rata wanita menyukai kecapi, catur, kaligrafi dan melukis, bagaimana kalau berkompetisi hal itu?” Min’er mendongak, menatap Ye Wushuang dengan polos, bermaksud menanyakan pendapatnya.

__ADS_1


Ketika mendengar ucapan itu, hati Ye Wushuang berdegup kencang, kecapi, catur, kaligrafi, dan melukis, apa semua itu perlu dikompetisikan? Dirinya bisa langsung kalah.


Sejauh pemahamannya, kecapi, catur, kaligrafi dan melukis ini mengacu pada permainan kecapi, catur cina, kaligrafi cina dan juga lukisan… dirinya memang bisa memainkan alat musik, tapi itu adalah piano, dirinya juga bisa bermain catur, tapi apa ludo juga termasuk? Jika membicarakan soal kaligrafi, tulisannya bisa dikatakan masih bisa dilihat, mengenai melukis… apa sketsa dasar dan menggambar komik juga bisa dihitung?


Jika benar-benar ingin berkompetisi mengenai hal ini, Ye Wushuang pikir dirinya tidak perlu melakukannya, mungkin akan lebih bermartabat jika dirinya mengaku kalah secara langsung.


Hello! Im an artic!


Ayahnya menganggapnya sebagai permata di telapak tangannya sedari kecil, An Yiqiu selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. An Yiqiu tidak pernah menyentuh kecapi lagi setelah jarinya tergores oleh senar kecapi ketika pertama kali berlatih kecapi. Sedangkan catur, dirinya paham sedikit, jika digunakan untuk bertanding, takutnya orang-orang hanya akan tertawa terbahak-bahak. Sedangkan kaligrafi, gurunya selalu mengatakan bahwa yang ditulisnya itu sama dengan jimat pengusir setan yang dilukis oleh pendeta Tao, benar-benar tidak layak untuk ditunjukkan di depan umum. Jika membicarakan melukis, An Yiqiu hanya bisa diam-diam menggambar wajah guruunya saat gurunya tertidur. Pemandangan, benda, binatang, bunga, burung dan semacamnya, tidak ada yang bisa digambarnya dengan baik, bagaimana cara menggoreskan kuas saja sudah benar-benar dilupakannya.

__ADS_1


Menghadapi dua orang yang tidak berbicara sama sekali, Bibi Hua yang sedikit lebih tua sudah bisa melihat ada keanehan.


Dia lalu tertawa, merapikan rambut di dahinya yang berantakan lalu berkata dengan raut wajah penuh kasih: “Kulihat kecapi, catur, kaligrafi, dan melukis itu semua hanya formalitas. Jika benar-benar ingin menjadi Istri Tuan Penguasa Kota, maka harus bisa memasak makanan enak, bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa jika ingin merebut hati seorang pria maka harus bisa merengkuh perut pria? Dan lagi pria sebagai tumpuan keluarga, biasanya bekerja keras, jika bisa menyanyikan lagu untuknya maka bisa mengurangi kekhawatirannya, hal ini adalah hal yang luar biasa. Yang lebih penting lagi adalah, Tuan Penguasa Kota bukanlah orang biasa, dia itu adalah orang yang memiliki posisi tinggi. Wanita yang menemaninya di masa depan tidak boleh terlalu biasa, jika tidak memiliki hati yang baik dan bijaksana, jika tidak maka itu tidak akan berhasil.”


Kata-kata Bibi Hua begitu sederhana tapi malah sangat tepat sasaran, keduanya seketika langsung senang.


An Yiqiu menjawab lebih dulu: “Benar, kita lakukan seperti yang dikatakan Bibi, pertama-tama kita berkompetisi memasak, kemudian bernyanyi, lalu membandingkan hati. 3 ronde 2 kemenangan, jika aku menang maka kamu harus meninggalkan Kastil Wuyou.”


“Bagaimana jika Kak Wushuang yang menang?” Min’er bertanya dengan tidak senang, dirinya merasa Ye Wushuang terlalu acuh dan membiarkan wanita ini menindasnya sesuka hati.

__ADS_1


“Jika dia menang, maka aku akan menerima hukuman apapun darinya.” An Yiqiu menjawab dengan tegas, seolah-olah dirinya berpikir Ye Wushuang tidak memiliki kesempatan untuk menang sama sekali.


“Karena semuanya berpikir demikian, maka mari kita atur seperti itu, Bibi Hua akan menjadi jurinya, Bibi adalah orang yang jujur dan adil jadi dia tidak akan memihak pihak mana pun.”


__ADS_2