
Hello! Im an artic!
“Yang mana saja tidak masalah.”
“Kenapa begitu? Bukankah kamu selama ini selalu ingin tampil cantik di hadapan Penguasa Kota?”
Hello! Im an artic!
“Itu dulu, sekarang aku tidak mau begitu lagi.”
Ye Wushuang tidak berdaya mendengarnya, “Kenapa? Bukankah katamu kamu ingin menikah dengan Paman She? Kenapa sekarang…”
“Ssttt-” Belum sempat Ye Wushuang selesai bicara, si kecil sudah menyuruhnya diam dan jangan melanjutkan lagi.
Ye Wushuang terkejut dan wajahnya panik, “Kenapa?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Kak Wushuang, jangan katakan soal ini lagi.”
“Eh…”
“Aku sudah memikirkannya dengan cermat. Setiap kali aku mengatakan ini, Paman She pasti akan marah. Aku tidak ingin membuatnya marah lagi. Jadi, aku tidak akan menikah dengannya lagi.”
“Benarkah?” Ye Wushuang bertanya dengan tidak percaya.
“Nona Min’er, sepertinya kamu benar-benar sudah dewasa dan tahu bagaimana memikirkan perasaan orang lain.” Ye Wushuang berkata dengan senang, pada saat yang sama juga menggendong anak yang patuh dan polos itu ke dalam pelukannya, “Nona Min’er, sebenarnya kamu masih kecil dan belum mengerti cinta. Nanti setelah kamu dewasa, kamu akan memahami perasaan Paman She saat ini. Dia bukan tidak mencintaimu. Itu bukan cinta terhadap pasangan, melainkan kasih sayang yang lebih kuat daripada cinta.”
“Benarkah?” Min’er mendongak dan bertanya, “lalu, apa itu cinta?”
“Cinta…” Ye Wushuang tercengang dan di benaknya tiba-tiba terlintas pertemuan pertamanya dengan She Jingtian. Mata mereka saling bertemu, seolah-olah telah ditakdirkan bersama sejak dulu.
__ADS_1
“Hehe, ini agak mendalam. Tapi suatu hari saat kamu bertemu dengan orang yang bisa membuat jantungmu berdebar, gugup, ingin ketemu tapi takut, kamu pasti mengerti.”
“Benarkah? Kenapa kedengarannya sangat aneh?” Min’er terus mendongakkan kepalanya, tampak seperti tidak dapat memahaminya.
“Iya, memang sangat aneh. Bahkan sulit untuk dijelaskan.” Setelah mengatakan itu, Ye Wushuang tersenyum penuh arti. Di pergelangan tangan kirinya, seolah masih tersisa panas dari sentuhan She Jingtian tadi.
“Sudahlah, aku tidak mau mendengarmu bercerita tentang cinta. Ceritakan sedikit kisah padaku.”
“Hmm, kali ini aku tidak akan cerita yang menyedihkan lagi. Aku akan menceritakan kisah tentang kerja keras dan kebaikan. Suatu hari, ada seorang petani di pegunungan…”
Waktu terus berlalu. Dalam sekejap mata, Ye Wushuang telah tinggal selama lebih dari setengah tahun di Kastil Wuyou. Perlahan, dia merasa dirinya telah membaur ke dalam dunia kuno ini. Dia sudah hampir lupa kalau dia adalah seorang pekerja kantoran di sebuah perusahaan pada abad ke-21. Dia juga sudah lupa kalau dirinya adalah pengganti Qin Ruchen, Ratu Qin.
Hanya sesekali di tengah malam, dia akan memimpikan adegan kematian Yuya. Bermimpi Yuya muncul dengan tubuh berlumuran darah dan ingin dendamnya dibalaskan oleh Ye Wushuang. Dia juga memimpikan adegan Yuya dipaksa dengan tak berdaya ke dasar tebing. Ketakutan semacam itu, selalu membuat tubuhnya berkeringat dingin.
Setelah Festival Musim Semi berlalu, semua orang di Kastil Wuyou penuh dengan kegembiraan. Tapi perasaan Ye Wushuang tampak sebaliknya. Benar juga. Dulunya, setiap Festival Musim Semi akan dia habiskan dengan bahagia di rumah bersama orang tuanya, tapi sekarang…mungkin orang tuanya juga tidak tahu dia masih hidup atau sudah mati.
__ADS_1
Setelah kecelakaan mobil dan berpindah ke dunia ini, sebenarnya dia masih hidup atau sudah mati? Meski hidup, tanpa adanya jiwa, bukankah akan menjadi orang koma? Entah yang mana pun, itu sudah cukup untuk membuat keluarganya sedih seumur hidup. Juga bajingan tidak tahu terima kasih yang telah menyebabkan dirinya tertabrak seperti ini, mungkin sudah terjun ke dalam pelukan wanita lain. Sekarang dia sangat menyesali matanya yang dulu buta. Tertipu oleh seorang pria yang memiliki wajah tampan. Bukan saja selingkuh, yang menyebalkan adalah wanita itu adalah…