Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 467 Dia Ingin Melakukannya Dengan Menyeluruh


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tangan besarnya mengepal erat, kukunya tertancap di telapak tangannya, tidak merasakan sakit sama sekali.


Suara musik di aula tidak berhenti, Leng Bingxin berada di bawah tatapan mata semua orang, lengan rampingnya membawakan tarian dengan perlahan, pinggangnya yang ramping perlahan menari dengan anggun mengikuti irama musik, seperti seekor kupu-kupu yang sedang terbang sambil menari, seperti daun berguguran yang bergoyang di udara, seperti bunga yang bergerak mengikuti hembusan irama angin.


Hello! Im an artic!


Memancarkan cahayanya sendiri.


Meskipun hatinya dipenuhi dengan amarah dan dendam yang pahit, tapi wajahnya malah selalu menampilkan senyum yang menawan, senyum itu sudah seperti bunga dandelion yang tertiup angin, yang dengan lembut dan nyaman terjatuh di atas wajahnya yang lembut seperti teratai di musim panas. Ya, Leng Bingxin benar-benar sangat cantik, gerakannya juga sangat indah.

__ADS_1


Leng Bingxin menari berputar, gaunnya sudah seperti bunga teratai yang tertiup angin, benar-benar sangat membuat orang lain tersentuh.


Saat mendongak dan melihat pria yang duduk di posisi tertinggi di aula, pupil hitam dingin pria itu menatapnya dengan cahaya aneh. Tatapan mata seperti itu terdapat rasa tidak percaya, dalam tatapan tidak percaya itu terdapat terlalu banyak hal yang rumit dan tidak dapat dijelaskan. Leng Bingxin kembali tersenyum dingin, kabut di tatapan matanya itu seketika menghilang… tiba-tiba merentangkan lengan pakaiannya seiring melodi, seolah-olah seperti kelopak bunga yang tak terhitung jumlahnya melayang turun dalam langit, bergoyang, satu demi satu, dengan membawa aroma yang begitu memikat. .. angin sepoi-sepoi berhembus dan mengibarkan gaunnya.


Hello! Im an artic!


Seiring dengan irama musik, Leng Bingxin menggunakan semua teknik tari yang diajarkan oleh Lan’er dan yang lainnya padanya, pinggangnya yang ramping serta lengannya yang indah itu sudah seperti Dewi yang turun ke dunia fana… suara kecapi perlahan-lahan semakin cepat, langkah tariannya tidak panik dikarenakan irama yang cepat ini, sebaliknya, postur tubuhnya malah menari dengan semakin cepat, tangan yang bagai giok itu menari dengan lugas, gaunnya berkibar, sepasang mata itu seakan masih ingin berbicara, tarian ditarikan dengan begitu ringan, Leng Bingxin bagai bunga di tengah kabut, memancarkan kilau dengan warna-warna yang indah, tapi begitu jauh seakan tidak terjangkau…


Bei Fengchen berpikir dirinya sudah melihat wanita cantik yang tak terhitung jumlahnya, tidak peduli betapa luar biasanya keterampilan menari mereka, Bei Fengchen berpikir itu hanyalah teknik untuk menyenangkan pria belaka. Tapi kali ini, dirinya benar-benar dikejutkan oleh Leng Bingxin, sama seperti sebelumnya.


Matanya tadinya ingin mencari sesuatu dari ekspresi wajah Kaisar Zhaolie, tapi sedari awal hingga akhir, matanya sama sekali tidak berpaling dari Leng Bingxin.

__ADS_1


Pada saat ini, Bei Fengchen merasa hatinya tiba-tiba menjadi sedikit tidak nyaman untuk berbagi dengan begitu banyak orang keterampilan menari dari wanita yang menakjubkan ini, berbagi kecantikan Leng Bingxin dengan begitu banyak orang yang ada di sini.


Ya, dalam sekejap dirinya benar-benar ingin menyeret Leng Bingxin kembali dari istana, menariknya kembali ke dalam pelukannya. Tertekan selama bertahun-tahun, hingga sampai ketika dirinya bertemu dengan Leng Bingxin, perlahan-lahan dirinya menemukan hal-hal aneh dari Leng Bingxin, Bei Fengchen pada saat ini mengerti bahwa hatinya sepertinya telah jatuh dan terjebak. Wanita ini membuatnya berpikir untuk pertama kalinya bahwa dirinya seharusnya tidak memperlakukannya seperti wanita lain.


Tapi ketika dirinya baru menyadari masalah ini, Bei Fengchen baru menyadari bahwa semuanya sudah terlambat.


Mata Kaisar Zhaolie yang seakan bisa menembakkan cahaya itu sama sekali tidak pernah berpaling darinya. Sekujur tubuh Kaisar Zhaolie dipenuhi dengan aura dominasi, ketika Kaisar Zhaolie melihat wanita yang menari di tengah aula itu, dirinya tidak bisa menahan diri ingin melemparkan jaring seolah ingin membungkus wanita itu di dalamnya.


Wanita di tengah aula itu, setiap gerakan dan setiap posturnya benar-benar sangat stabil. Wanita itu sepenuhnya tahu gerakan tari seperti apa yang bisa memikat hati pria, senyum seperti apa yang bisa membuat pria terpesona. Semua ini diajarkan oleh Hong’er pada Leng Bingxin. Leng Bingxin mengingatnya! Karena harus menyenangkan pria, maka dari itu dirinya harus melakukannya dengan sepenuhnya.


Suara musik berakhir, rambut hitam panjangnya tergerai berantakan karena tertiup angin, begitu cantik hingga membuat orang mencurigainya apa dia merupakan seorang Dewi, kemudian Leng Bingxin mengangkat dagunya dengan pelan, senyum dan tatapan akhir itu, benar-benar sangat mempesona.

__ADS_1


__ADS_2