Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 372 Tempat Apa Ini


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kusir di luar sepertinya tidak menanggapi, tidak hanya tidak berhenti, dia malah semakin melambaikan cambuk di tangannya: “Hiaaa… hiaa…” Suara teriakannya semakin keras.


Qin Ruojiu sedikit takut dan berpegangan pada stang, membungkuk ke depan dan merangkat. Kemudian, Qin Ruojiu mengangkat kain merah di pintu depan dan berteriak: “Berhenti, cepat berhenti…”


Hello! Im an artic!


Pada saat ini, kusir paruh baya berpakaian abu-abu itu baru menyadari keberadaan Qin Ruojiu.


Dia masih tidak menghentikan kereta kudanya, tapi hanya mendongak untuk menatap Qin Ruojiu dengan susah payah dan berkata: “Permaisuri, kamu sudah sadar?”


Ketika Qin Ruojiu mendengar panggilan itu, hatinya terkejut, dalam hati berpikir jika pihak lain mengetahui identitasnya, jadi mengapa dirinya berada di sini sekarang, dan mengapa dirinya bisa pingsan, orang ini seharusnya mengetahuinya dengan jelas bukan?


Saat ini, Qin Ruojiu berusaha memaksakan diri untuk bersikap tenang, menatap punggung kusir yang lebar itu dengan raut wajah tenang dan berkata: “Kamu siapa? Mengapa aku bisa ada di sini? Tempat apa ini?”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Kusir itu awalnya terdiam selama beberapa saat, kemudian mengambil resiko bahaya dan menoleh untuk menatap Qin Ruojiu, ada ekspresi tidak percaya yang terlukis di wajahnya itu: “Permaisuri, apa kamu lupa bahwa kamu yang memintaku mengendarai kereta kuda untuk mengantarmu keluar dan pergi mengejar kereta kuda Pangeran ke-9!”


“Apa? Aku yang memintamu mengendarai kereta kuda untuk keluar? Dan lagi untuk mengejar kereta kuda Pangeran ke-9?” Mendengar ucapan itu, Qin Ruojiu seperti tersambar petir. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa dirinya tidak tahu sama sekali?


Mengejar Pangeran ke-9? Untuk apa dirinya mengejar? Qin Ruojiu ingat dengan jelas bahwa dirinya tadi sedang didandani oleh Lu’er di Istana Fengyi, ketika mendengar suara aneh dan mencium aroma bunga yang tidak jelas, Qin Ruojiu lalu tidak sadarkan diri. Ketika kembali tersadar, sudah seperti ini.


Saat ini Qin Ruojiu yang cukup ketakutan itu bergegas berteriak: “Berhenti, berhenti … berhenti …”


Sang kusir memunggungi Qin Ruojiu, benar-benar mengabaikan kata-kata Qin Ruojiu, dia sibuk memacu kudanya: “Permaisuri, duduklah dengan mantap, kita sudah melihat kereta kuda Pangeran ke-9, Permaisuri sebentar lagi sudah bisa melihatnya!” Kusir itu selesai berbicara kemudian kembali berteriak sambil mencambuk kuda: “Hiaa…”


Melihat gerbong kereta kuda itu melaju semakin cepat, Qin Ruojiu hanya bisa memegang gagang gerbong dengan panik dan berteriak keras sambil mengamati sekitar.


Kali ini Qin Ruojiu benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dirinya hanya pingsan, ketika kembali tersadar, kenapa bisa menjadi seperti ini?

__ADS_1


Sang kusir masih mengabaikannya, tiba-tiba dia mengangkat tubuhnya dan berteriak memanggil kereta kuda hitam yang ada di depannya: “Orang yang ada di depan, tolong berhenti, Ratu sudah datang!”


“Apa kamu gila? Jangan menyuruh mereka untuk berhenti, cepat lepaskan aku, biarkan aku kembali …” Mendengar teriakan kusir itu, Qin Ruojiu membelalakkan mata dengan putus asa.


Jika kali ini Kaisar Zhaolie tahu, bukan hanya dirinya saja yang akan berakhir dengan mengenaskan, bahkan Pangeran ke-9 juga akan menderita dikarenakan dirinya.


Pangeran ke-9 dengan tidak mudah akhirnya bisa menemukan kebebasannya, akhirnya bisa meninggalkan semuanya, akhirnya bisa meninggalkan Istana kekaisaran yang bagai sangkar itu, apa dikarenakan hal ini maka semua itu akan hancur?


Kusir itu mengabaikan teriakan Qin Ruojiu dan malah semakin mengejarnya dengan lebih cepat.


“Orang-orang yang ada di depan, tunggu, Permaisuri Ratu ada di sini, cepat berhenti, cepat berhenti …”


Teriakan keras sang kusir dan juga permohonan tak berdaya Qin Ruojiu, semua itu masih belum memiliki akhir kejelasan.


Gerbong kereta di depan benar-benar mulai melambat, perlahan-lahan, dua gerbong kereta kuda, satu berwarna merah dan satu berwarna hitam mulai berkumpul secara bertahap.

__ADS_1


Qin Ruojiu tahu tidak ada gunanya dirinya mengatakan hal lain lagi, jadi dia hanya bisa duduk di belakang gerbong kereta dan menyaksikan semua yang terjadi dengan tidak berdaya.


Di gerbong kereta hitam itu, seseorang perlahan-lahan turun, orang itu berpakaian putih dan tersenyum dengan menawan.


__ADS_2