Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 632 Menertawakanmu Karena Tidak Tahu Diri


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ye Wushuang yang sedang memilih benda yang diinginkannya kemudian meminta pengurus yang ada di toko itu untuk mencatatnya, kebetulan tatapannya itu bertemu dengan tatapan mata Hong Luan yang sedingin es, bahkan Hong Luan mengulas senyum mengejek di bibir tipisnya.


Ye Wushuang sedikit mengernyit, lalu dia bertanya dengan sedikit kesal: “Apa yang kamu tertawakan?”


Hello! Im an artic!


Hong Luan memeluk pedang tajam di pelukannya lalu berkata dengan sikap menghina: “Menertawakanmu karena tidak tahu diri.”


“Apa maksudmu?”


“Bukankah kamu sedang ingin mencari muka pada Nona Min’er? Apa menurutmu kamu bisa membuat Nona Min’er senang dengan barang-barang butut yang ada di tanganmu itu?”


“Kamu tidak perlu mengurus hal ini.” Ye Wushuang menjawab dengan datar, tidak memiliki niat untuk berdebat.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Huh, mengataiku bodoh memang benar-benar tidak memiliki otak, kamu bahkan tidak tahu cara yang benar untuk mencari muka.”


“Siapa yang berkata aku ingin mencari muka? Ini hanya niat baikku saja.”


“Niat baik? Jangan berpura-pura, tindakanmu ini benar-benar membuatku muak.”


“Terserah apa yang kamu pikirkan.”


Ye Wushuang tidak ingin berbicara lebih banyak, hanya mengangkat gaunnya kemudian ingin pergi.


Tidak disangka dirinya malah dihentikan oleh Hong Luan, raut wajah yang dingin itu dipenuhi dengan kemarahan: “Kuperingatkan padamu, jangan berpikir kamu dipandang oleh Tuan Penguasa Kota dan aku tidak bisa melihat tipuan kecilmu itu.”


Hong Luan melototkan matanya dan berkata mencibir: “Meskipun Kastil Wuyou ini adalah tempat yang baik, tapi tempat ini tidak dapat mentolerir orang-orang sepertimu yang asal muasalnya tidak diketahui.”


“Aku diundang kemari oleh Tuan Penguasa Kota, jika kamu tidak suka maka kamu bisa mencarinya untuk meminta penjelasan.”


“Apa menurutmu kamu bisa bersikap sombong untuk waktu yang lama? Aku yakin tidak lama lagi Tuan Penguasa Kota juga akan mengusirmu. Nantinya jika kamu masih bersikap tidak tahu diri, maka aku akan membunuhmu hingga kamu tidak memiliki tempat untuk dikubur.”

__ADS_1


“Benarkah?” Ye Wushuang balik bertanya dengan acuh.


Melihat Ye Wushuang yang balik bertanya padanya, tatapan mata Hong Luan berubah menjadi kejam, ketika hendak mencabut pedangnya, dirinya disela oleh teriakan yang terdengar riang dan hangat: “Nona Wushuang!”


Sejak Ye Wushuang memasuki Kastil Wuyou, meskipun semua orang mengira dia telah menjadi pelayan Benteng Wuyou, telah menjadi pelayan Nona Min’er, tapi She Jingtian tidak pernah menganggap Ye Wushuang sebagai pelayan.


Mungkin terkejut akan kecerdasan dan keangkuhannya ketika pertama kali bertemu, jadinya She Jingtian tertular oleh keanggunan dan keacuhannya yang seakan tidak disentuh, karena itu She Jingtian terus memanggilnya dengan sebutan “Nona Wushuang” alih-alih memanggilnya Wushuang. Sebutan Nona ini sudah mewakili rasa hormatnya.


Hong Luan mendengar suara She Jingtian, tangannya gemetar dan pedang yang dipegangnya hampir terjatuh ke tanah. Pada saat ini, raut wajahnya sudah pucat, tubuhnya membungkuk, bahunya yang gemetar menunjukkan ketakutannya. Jangankan bertindak pada Ye Wushuang, Hong Luan bahkan sudah tidak berani mengejeknya.


Ye Wushuang menoleh dan melihat pria yang mengenakan jubah ungu sedang sedikit mengangguk padanya, pria yang parasnya begitu tampan itu juga tersenyum anggun padanya. Seketika tatapan matanya itu mengerjap, sudah seperti kumpulan bintang bercahaya di atas langit malam.


Pada saat ini, angin sepoi-sepoi berhembus melewati rambut hitamnya, beberapa helai rambut tersebar di atas dahinya yang bersih, senyum elegan itu seketika bertambah sedikit memukau. Tidak terlihat dingin dan tegas seperti dulu, malah terlihat sedikit lebih lembut.


She Jingtian berjalan langsung menuju ke arah Ye Wushuang, dirinya sama sekali tidak menyadari gelombang gelap di antara Ye Wushuang dan Hong Luan.


Hong Luan berbalik dengan gugup kemudian membungkuk hormat padanya: “Aku memberi hormat pada Tuan Penguasa Kota.”

__ADS_1


Ye Wushuang juga tahu diri kemudian membungkuk hormat: “Aku memberi hormat pada Tuan Penguasa kota.”


She Jingtian sedang dalam suasana hati yang baik, dia melambaikan lengan pakaiannya dan berkata dengan murah hati dan lembut: “Tidak perlu bersikap begitu sopan, Nona Wushuang, aku telah mencarimu cukup lama dan baru mengetahui bahwa Nona ada di sini. Dan lagi, Hong Luan, kenapa kamu juga ada di sini?”


__ADS_2