Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 699 Siapa Yang Membuat Hidangan Ini


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Sudahlah, Bibi Hua, bantu aku untuk membesarkan sedikit api itu, lalu sekalian letakkan kertas minyak ini di dasar panci.”


Melihat Ye Wushuang akhirnya mulai bergerak, Bibi Hua buru-buru membantunya. Tapi setelah semuanya selesai diatur, Bibi Hua kembali bingung: “Nona Wushuang, untuk apa kamu meletakkan kertas di dasar panci? Bukankah sudah akan memasak? Dan lagi panci semacam ini tidak bisa digunakan untuk memasak.”


Hello! Im an artic!


“Tidak apa-apa, bantu aku untuk meneteskan minyak wijen ini ke atas kertas-kertas itu.”


“Ini……”

__ADS_1


Bibi Hua tidak tahu apa yang ingin dilakukan Ye Wushuang, jadi dia hanya bisa mengikuti sesuai instruksinya saja.


Ketika kertas-kertas itu mengeluarkan suara “zzztt zzzt–“, Ye Wushuang bergegas memasukkan daun bawang dan bawang putih, kemudian dengan terampil memasukkan irisan tipis daging yang sudah dipotong sebelumnya ke dalam. Setelah menaburkan bubuk jinten dan bumbu perasa, Ye Wushuang menghela nafas lega dan berkata pada Bibi Hua: “Pekerjaanku sudah selesai, Bibi Hua bisa berjaga di sini, minta orang untuk menjaga potongan daging ini, jangan sampai gosong, harus dimasak bolak-balik, tidak lama kemudian maka sudah bisa menghidangkannya. Di samping adalah bumbu yang sudah kusiapkan, sangat enak jika dimakan dengan memakai bumbu ini.”


Hello! Im an artic!


Meninggalkan kalimat seperti itu, Ye Wushuang lalu berbalik dengan santai, Bibi Hua menatap daging yang ada di dalam panci, rahangnya sudah hampir lepas karena terkejut.


Setelah menginstruksikan orang untuk mengawasi semuanya dengan baik di sini, Bibi Hua bergegas menyambut She Jingtian, sang Tuan Penguasa Kota yang sedang menuju ke tempat ini.


Ketika hidangan “Rumah Giok Emas” yang dimasak An Yiqiu dengan cermat ditampilkan di atas meja, semua orang menunjukkan ekspresi memuji.

__ADS_1


Hidangan ini adalah hidangan persembahan dari Dinasti Selatan, sangat disukai oleh keluarga kerajaan dan para bangsawan, tidak disangka ada juga orang yang bisa memasaknya di kota kecil seperti Kota Wuyou ini.


“Emas” yang ada di dalam hidangan itu dilambangkan dengan bakso ikan goreng yang renyah dan lembut, masing-masing bakso itu memancarkan sinar kekuningan samar di bawah terik matahar, benar-benar sangat indah. Sedangkan tebung yang lembut di sisi lain mewakili “giok indah” yang transparan, diiris dengan ketebalan sedang, begitu rapi dan menyegarkan. Hidangan ini mungkin terlihat sederhana, tapi sebenarnya membutuhkan banyak usaha. Bakso ikan ini saja harus dimasak dengan tepat waktu, harus terus menerus digoreng, prosedurnya dilakukan 5 hingga 6 kali, tidak boleh ada yang berantakan, jika tidak ketika warnanya hancur maka itu hanya akan merusak nama hidangan itu, Dan rebung yang lembut pun tidak boleh terkena air mentah sama sekali, bila terkena air mentah maka akan terasa pahit, warnanya juga akan berubah menjadi hitam. Tidak peduli apa hidangan ini dibuat oleh Nona An atau Ye Wushuang, orang akan berpikir bahwa kemampuan orang yang membuatnya itu sedikit hebat.


“Tuan Penguasa Kota, ini… apa Tuan ingin mencobanya?” Bibi Hua yang berada di samping bertanya dengan hormat, tapi sebenarnya dirinya berharap She Jingtian tidak ingin mencobanya. Karena hanya Bibi Hua saja yang tahu siapa yang membuat hidangan ini.


She Jingtian tersenyum samar, berbalik lalu meraih tangan Shangguan Min’er, berjongkok sambil membelai dahi Min’er dengan penuh kasih sayang: “Min’er, apa kamu ingin memakannya?”


Min’er menggelengkan kepalanya, meskipun proses pembuatan hidangan “Rumah Giok Emas” ini rumit, dan lagi juga terlihat indah dan cantik, tapi gadis kecil itu tidak memiliki nafsu makan sama sekali. Lagipula tinggal di Kasil Wuyou selama bertahun-tahun, makanan lezat apa yang belum pernah dimakannya? Ada ribuan cara untuk menyantap bakso ini, bahkan jika dibuat menjadi bakpao kukus pun dirinya juga tidak peduli. Tapi setelah Min’er menolak, dia kembali ragu-ragu, bagaimana jika Kak Wushuang yang membuatnya? Jika dirinya tidak memakannya, bukankah itu artinya dia tidak memberikan kehormatan padanya?


Melihat Min’er tidak mau memakannya, She Jingtian mau tidak mau harus memakannya, karena dia adalah juri dari pertandingan ini, dirinya harus memakan makanan yang dibuat oleh mereka baru bisa menentukan siapa yang menjadi pemenangnya.

__ADS_1


Jadi, She Jingtian mengangkat pelan lengan pakaiannya, memegang sumpit gading emas dengan anggun, wajah tampannya itu mengulas senyum samar, baru saja mengambil sebatang rebung yang lembut dan belum sempat memasukkannya ke dalam mulut, dirinya malah mendengar Min’er yang tiba-tiba berteriak dengan senang: “Wah, baunya enak sekali.”


__ADS_2