Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 937


__ADS_3

Sedangkan lawannya adalah Ye Wushuang yang sudah dilahirkan kembali.


Hello! Im an artic!


“Selir Mulia redakan amarahmu… Kaisar hanya menyukainya saja, ada banyak wanita yang disukai oleh Kaisar, tapi bukankah mereka semua berakhir dengan tragis?” Selir Chang berusaha untuk menghibur, tapi dirinya menyadari bahwa Zhao Xueyan sudah kehilangan akal sehatnya.


Zhao Xueyan melotot padanya dengan kejam, seolah-olah dirinya adalah Ye Wushuang yang dibencinya.


Hello! Im an artic!


“Apa yang kamu tahu? Wanita itu memiliki tampilan yang mirip dengan Ratu Qin, Kaisar sudah pasti menyukainya, itu menunjukkan bahwa Kaisar tidak bisa melupakan wanita itu. Sedangkan posisi Ratu milikku juga tidak boleh terancam. Kamu tidak mengerti bagaimana perasaanku sekarang… Kaisar pernah berkata bahwa dia hanya mencintaiku seorang, tapi kenapa dia mengkhianatiku? Tidak masalah dia mencintai wanita lain, tapi kenapa harus seorang wanita yang memiliki paras yang persis seperti Qin Ruchen… aku tidak rela…”


Malam ini terlihat damai…seakan ombaknya sudah bergejolak, dan nasibnya akan benar-benar berubah setelah malam ini.


Setelah subuh…


Dia berbalik badan dan bangkit dari atas ranjang, menatap ke arah orang yang tidur dengan pulas di sampingnya, wajah yang cantik, semuanya tampak kembali ke bertahun-tahun yang lalu.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Pada saat itu tidak ada banyak perselisihan di antara dirinya dan Ratu Qin. Pada saat itu dirinya berpikir, jika Qin Ruchen bisa mengelola harem dengan baik maka dirinya bisa menjanjikan posisi stabil sebagai Ratu selama seumur hidup, karena apa yang dimilikinya, setengahnya merupakan kontribusi Qin Ruchen. Hanya sayangnya, perlahan-lahan Qin Ruchen tamak akan kuasa, ingin menguasai segalanya, cemburuan, merendahkan nyawa orang lain, melakukan semua perbuatan jahat yang tidak bisa ditolerir.


Ji Xingyun mengulurkan tangannya yang lembut dan bersih, dengan lembut membelai dahi putih bagai giok milik Ye Wushuang, perlahan-lahan menyusuri hingga ke pipinya.


Pada akhirnya berhenti di sisi kiri wajah cantiknya…


Bagian ini, dirinya sendiri yang menghancurkannya dulu, sekarang begitu mulus dan tanpa cacat, sudah seperti kulit bayi.


Tidak, dia bukan Ratu Qin… tapi seorang wanita yang cerdas, tenang dan acuh. Dia bernama Ye Wushuang…


Terkadang, pemikirannya yang rumit ini bahkan tidak dapat dipahami oleh dirinya sendiri. Dirinya seharusnya membenci segala sesuatu tentang Ratu Qin sedari dulu, tapi kenapa dirinya malah sedikit tersentuh ketika melihat Ye Wushuang? Apa itu karena Ratu Qin yang keluar dari Istana Dingin sekali lagi membuatnya merasakan perasaan yang belum pernah dirasakan di dalam hatinya?


Ji Xingyun tidak paham, dirinya menggelengkan kepalanya dengan getir.


Ji Xingyun tidak mengganggu Ye Wushuang, dirinya berpakaian sendiri dengan rapi kemudian keluar dan berjalan ke arah Paviliun Panlong.

__ADS_1


Setelah tidak ada pergerakan lagi di ruangan itu, mata yang lelah dan berkaca-kaca itu akhirnya terbuka dengan sedih.


Ye Wushuang membelalak lebar dan menatap kosong ke arah depan, dalam sekejap sudah seperti boneka yang direnggut jiwanya.


Hingga terdengar suara langkah kaki kecil di luar pintu, Ye Wushuang baru mengangkat tubuhnya yang lelah lalu menyandarkan bahunya dengan tidak bertenaga ke sisi ranjang.


Wajah cantik yang kurus dan pucat itu menatap ke luar pintu tanpa ekspresi, tampilannya sudah seperti mengidap penyakit serius.


Orang yang membuka pintu dan masuk ke dalam adalah Yangui yang mengenakan gaun istana berwarna biru, Yangui mengikat rambutnya menjadi sanggul ganda, dirinya tampak sangat bersemangat.


Ketika melihat Ye Wushuang, dia tersenyum dengan bahagia, terdapat kegembiraan yang tak bisa ditutupi di tatapan matanya: “Selamat Nona Ye.”


Ye Wushuang perlahan menarik sudut bibirnya, mengulas senyum lemah di wajahnya yang pucat: “Selamat untuk apa?”


“Nona Ye, Kaisar beristirahat di sini bersamamu tadi malam, apa itu tidak perlu diselamati?”


“…” Ye Wushuang tidak mengatakan apa-apa, hanya menundukkan tatapannya dengan lemah dan terlihat sedikit sedih.

__ADS_1


“Nona Ye kenapa? Apa kamu tidak senang?”


__ADS_2