Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 861 Bagaimana Bisa Dia Melakukannya Secara Pribadi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Su Qianhua berkata dengan datar, tanpa sadar dirinya teringat semasa kecil Ibunya juga kehilangan nyawanya demi Ayahnya yang berhati dingin itu.


Terkadang Su Qianhua sering bertanya-tanya mengapa seorang wanita begitu bodoh? Jelas-jelas tahu pria itu tidak mencintainya, tapi masih tetap melakukan segalanya deminya, bahkan putra kandungnya sendiri pun tidak bisa dibandingkan dengan sebuah pelukan dari pria itu.


Hello! Im an artic!


“Qianhua, aku akhirnya mengerti akan ucapanmu.”


“Pangeran…”


“Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk membuat wanita itu jatuh cinta padaku.” Ji Xingfeng menatap ke depan dengan dingin, dalam mata hitamnya itu terdapat tekad untuk memegang kendali penuh atas semua hal di telapak tangannya.


Su Qianhua terpaku ketika mendengar semua itu, dirinya bagai terkena sambaran petir. Pangeran Ping yang biasanya selalu membenci wanita, kali ini bagaimana bisa dia melakukannya secara pribadi? Su Qianhua awalnya berpikir Pangeran akan mengerti apa yang dia maksud dan membiarkan dirinya mendekati Ye Wushuang. Dan lagi, terhadap wanita, dirinya tahu lebih banyak dibanding Pangeran Ping… Su Qianhua tidak menyangka hasilnya akan menjadi seperti ini!


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Qianhua, kamu kenapa?”


Su Qianhua tersenyum kaku, terdapat sedikit kekecewaan di matanya yang lembut, Su Qianhua menggelengkan kepalanya dan berkata: “Tidak apa-apa.”


“Kamu akan membantuku mendapatkan hati Ye Wushuang bukan?”


“Aku pasti akan melakukan yang terbaik.”


Pada akhirnya, ucapan yang menyayat hati itu, hanya Tuhan yang tahu apa yang dirasakan dalam lubuk hatinya.


Nona Ye, apa dirinya benar-benar akan membiarkan Ye Wushuang jatuh cinta pada Pangeran Ping? Jika Ye Wushuang benar-benar jatuh cinta padanya, betapa berbahayanya itu?


Ketika pintu gudang kayu bakar kembali dibuka, Ye Wushuang tidak bisa membuka matanya dikarenakan sinar matahari yang terik dari arah luar. Karena Ye Wushuang tidak makan apapun selama hampir 2 hari ini, dirinya tidak memiliki kekuatan sama sekali, jadi Ye Wushuang hanya berbaring lemah di atas tumpukan kayu, menunggu datangnya kematian.


“Nona Wushuang, Nona Wushuang, bagaimana kondisimu…”


Samar-samar mendengar suara yang jelas sedang memanggilnya, Ye Wushuang membuka matanya dengan susah payah, dirinya melihat seorang pria tampan yang mengenakan jubah hitam sedang berdiri di luar pintu.

__ADS_1


Pria itu membelakangi cahaya matahari, terlihat sangat dingin, terdapat aura seorang Raja yang menyelimuti tubuhnya, menunjukkan statusnya yang sangat luar biasa.


Pria itu menatap dirinya dengan datar, tatapan matanya dalam, terdapat kesombongan dan martabat yang tak terlukiskan di antara alisnya.


Orang itu bukanlah orang lain, orang itu adalah Ji Xingfeng. Dia akhirnya datang… Ye Wushuang tahu bahwa ketika dirinya melihat Ji Xingfeng, maka mungkin itu adalah saat di mana dirinya meninggal.


Tapi Ye Wushuang tidak takut, Ye Wushuang mengulas senyum getir di sudut bibirnya, terdapat semacam kelegaan karena sudah terbebas.


Ji Xingfeng menatapnya dengan datar, tampilan Ye Wushuang yang memikat itu terdapat sedikit jejak menyedihkan. Meskipun Ye Wushuang sudah sangat mengenaskan saat ini, bahkan sudah tidak memiliki kekuatan untuk berdiri. Tapi sepasang mata yang jernih itu masih saja terlihat keras kepala.


Tatapan mata seperti itu adalah sesuatu yang belum pernah dilihat Ji Xingfeng sebelumnya… itu sudah seperti sinar bulan di langit yang setiap saat terlihat begitu suci, sama sekali tidak menerima gertakan dan hujatan dari orang lain.


“Ye Wushuang…” Ji Xingfeng memanggilnya dengan suara pelan… Entah mengapa, dalam lubuk hatinya terdapat kelembutan dan kekhawatiran yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.


Sedangkan Ye Wushuang saat dia samar-samar malah mendengar namanya yang dipanggil dengan begitu lembut dan dalam.


Seketika pikiran kacau terus menerus muncul dalam benaknya…

__ADS_1


“Wushuang… Wushuang… Wushuang…” Panggilan pelan penuh kasih sayang dan kelembutan yang tak terbatas itu seketika membangkitkan kenangan yang paling sulit dilupakan dan juga keserakahan yang ada di dalam lubuk hatinya. Ye Wushuang sedikit membuka matanya dan menatapnya dengan linglung, tanpa diduga Ye Wushuang malah tersenyum padanya.


__ADS_2