Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 249 Hari Ini Ada Yang Tidak Benar


__ADS_3

“Ada apa?” Qin Ruojiu terlihat panik, dengan wajah penuh cemas menatapi Yan’er.


Yan’er sangat panik hingga perkataannya terpatah-patah, di saat yang sama, kedua tangannya menunjuk ke arahnya: “Itu……itu……Xiao……Xiaohuan hilang……”


“Dia pergi ke mana?” Qin Ruojiu langsung meneteskan air mata dan melangkah mundur dengan putus asa.


“Pelayan juga tidak tahu, lagi pula, di dalam kamar kecil tidak ada orang!”


Lu’er yang mendengar itu pun langsung datang menghampiri, bergegas menahan Qin Ruojiu: “Madam, jangan cemas. Hari sudah malam, wanita itu pasti salah jalan.”


“Kalau begitu bagaimana?” Yan’er mengentakkan kakinya lagi dengan panik, air matanya pun jatuh mengalir.


Wajah Qin Ruojiu menjadi suram, matanya yang berkaca-kaca melihat ke kejauhan, dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, “Kalian sekarang berpencar untuk cari dia, segera temukan dia.”


“Baiklah, madam.”

__ADS_1


Di tengah malam, cahaya lilin bersinar, lampu remang-remang, gorden yang tembus cahaya di kejauhan, ikut tertiup angin.


Kaisar Zhaolie dengan tangan di belakangnya, berjalan dengan tegar dan kokoh, mengikuti Zuo’er yang ada di depannya.


Sosok hitamnya yang tampan terlihat seperti hantu di malam hari yang tidak berujung, dengan sedikit sentuhan jiwa jahat yang dingin, seperti setan yang datang dari neraka.


Langit yang tinggi, bulan terbit, jalanan yang dia lalui remang-remang, angin dingin yang berhembus. Aroma bunga yang semerbak, Kaisar Zhaolie mengangkat kepalanya dan melihat langit malam yang terang, wajahnya yang tampan ditutupi dengan sedikit rasa sedih.


Di pikirannya terlintas lagi ekspresi tidak tenang di wajah Qin Ruojiu yang dia tinggalkan. Kaisar Zhaolie yang tajam tahu hari ini ada yang tidak benar.


Sekarang, dia tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, menghempaskan lengan pakaiannya, wajahnya menjadi semakin suram di bawah sinar rembulan, terlihat sangat menakutkan.


Pelayan itu pun terkejut, lampu lilin yang ada di tangannya pun gemetaran, hampir terjatuh ke lantai.


Wajahnya sangat pucat seperti melihat hantu, dia berlutut dan berkata: “Kaisar……ada……ada apa……”

__ADS_1


Berhadapan dengan tatapan dingin Kaisar Zhaolie yang terpaku ke tubuhnya, lalu memalingkan kepalanya melihat ke arah Istana Fengyi. Meskipun dengan begitu banyaknya lapisan atap, dia bisa melihat dengan jelas kereta kuda yang bersinar sedang melaju ke arah yang berlawanan darinya. Secara samar-samar, dia seperti bisa mendengar suara tapak kuda.


Saat ini, ekspresi wajah Kaisar Zhaolie tiba-tiba berubah, tangannya berhenti, lalu dengan perlahan dia turunkan, dia mengepalkan tangannya dan matanya terlihat gelap: “Wanita ini ingin melakukan apa?”


Setelah dia mengatakan itu, di kejauhan, bayangan kecil muncul di jalan lain.


Sosok itu terlihat sangat lemah lembut, seperti bayangan di tembok, membuat orang merasakan keberadaannya, tapi tidak terlalu nyata.


Sampai sosok itu berteriak memanggilnya, dia baru yakin, orang itu sedang berjalan ke arahnya.


“Kaisar……Kaisar……”


“Xiaohuan?” Kaisar Zhaolie berkata dengan nada yang dingin, ada rasa ragu dalam dirinya. Xiaohuan adalah pelayan yang bersamanya dengan Qin Ruojiu. Karena akan hubungan yang tidak dia mengerti antara dia dan adiknya, Kaisar terus meminta orang ini untuk mengawasi mereka berdua.


Walaupun, Xiaohuan tidak mendapatkan apa-apa, dia yang sangat curiga akan hubungan mereka berdua, seperti mereka berkontak.

__ADS_1


Wajah Xiaohuan, secara perlahan menjadi terang dari kegelapan. Cahaya bulan menyinari wajahnya, terlihat wajah anak kecil yang bulat dan tampan. Saat dia belum berhenti sepenuhnya, wajahnya pun sudah memerah, dia termegap-megap, lalu berkata: “Kaisar, kacau, madam, dia……”


“Kenapa dia?” Mata Kaisar Zhaolie berbinar, dia melihat Xiaohuan dengan rasa takut.


__ADS_2