
Hello! Im an artic!
Jangankan bertemu, dendam seperti apa yang ada di antara mereka, bagaimana mungkin She Jingtian bisa memahaminya?
Namun Ye Wushuang tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, hanya bisa berkata secara retoris: “Tidak pernah.”
Hello! Im an artic!
Jelas-jelas She Jingtian bisa melihat sesuatu dari sorot mata Ye Wushuang, tapi setelah mempertimbangkannya dengan cermat, dirinya seakan tidak bisa melihat apa pun.
Perasaan bagai terjatuh memasuki awan itu terasa sangat tidak nyata. Meskipun She Jingtian tidak menyukai perasaan semacam ini, tapi pada akhirnya dirinya tidak bertanya lagi, She Jingtian melipat tangannya ke belakang dengan ekspresi dingin dan berkata: “Baiklah, aku masih ada urusan yang harus dilakukan, kamu sudah boleh pergi.”
__ADS_1
Dalam keadaan linglung, Ye Wushuang juga tidak banyak bicara, hanya menunduk lalu pergi tanpa bersuara.
Sedangkan She Jingtian malah masih berdiri diam di tempat untuk waktu yang cukup lama, menatap sosok kurus itu dan mulai memasuki pemikirannya sendiri.
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang, Ye Wushuang, apa benar seperti yang pernah kamu katakan, kamu hanya dikejar dan dicelakai oleh Ji Xingfeng, sang Pangeran ke-4? Apa kamu benar-benar sesederhana hanya seorang penari di kediamannya? Beberapa hal yang tidak perlu dicurigai pada saat ini malah membuatnya semakin curiga.
Dalam sekejap mata, sudah memasuki musim semi bulan Maret. Segala sesuatu di sekitar bumi seakan dihidupkan kembali, menghadirkan pemandangan bervitalitas yang begitu indah.
Bagi masyarakat Kota Wuyou, tanggal 15 Maret adalah hari yang megah dan penuh keberuntungan setiap tahunnya. Karena hari itu adalah hari di mana Dewa “Yue Lao” turun ke bumi untuk menyatukan pernikahan. Bagi pemuda dan pemudi yang belum pernah menikah, hari ini adalah hari yang sangat indah dan juga dinantikan.
__ADS_1
Semua pemuda dan pemudi ingin menggunakan hari ini untuk menemukan pasangan yang mereka sukai, karena jika membentuk takdir pada hari ini, maka mereka akan diberkati oleh Dewa Yue Lao dan akan bahagia seumur hidup. Tidak peduli apa itu benar atau tidak, orang-orang desa yang sederhana masih terus mempercayainya.
Tuan Penguasa Kota sangat baik, di pagi hari, semua pemuda dan pemudi di Kastil Wuyou yang belum menikah diliburkan selama 1 hari. Semua orang sangat gembira ketika mendengarnya, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk merias diri, para gadis terlihat sangat menawan, sedangkan para pemuda terlihat tampan dan tegap, setelah mereka merasa sangat puas, mereka lalu keluar secara berkelompok.
Menghadapi Kastil Wuyou yang seketika terasa sangat sepi, Ye Wushuang malah tidak tahu harus berbuat apa. Dulu ada Nona Min’er yang bermain dan menemani di sisinya, tapi beberapa bulan lalu, Nona Min’er harus mulai mempelajari semua sopan santun dan sikap yang harus dimiliki oleh seorang wanita dari keluarga terhormat, dan juga harus mempelajari keterampilan yang nantinya digunakan untuk ditunjukkan di depan umum, yaitu “kecapi, catur, kaligrafi dan melukis”.
Menjadi orang kuno itu sangat melelahkan, menjadi wanita di jaman kuno bahkan lebih melelahkan, dan menjadi wanita yang memiliki status di zaman kuno amat sangat melelahkan. Pada saat ini, Ye Wushuang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai hal itu setelah datang ke negara ini.
Sebenarnya She Jingtian juga tidak tega melihat Min’er begitu menderita, dari lubuk hatinya, She Jingtian lebih menyukai Min’er yang nakal. Dia tidak ingin menekan anak itu, hanya ingin Min’er tumbuh bebas dan bahagia selamanya. Tapi pada akhirnya She Jingtian mengerti bahwa dia tidak bisa menemani Min’er sepanjang hidupnya.
Karena itu She Jingtian harus mulai melatih Min’er, menjadikan Min’er seorang wanita yang memiliki toleransi, pintar dan juga tangkas. Dengan begitu maka Min’er tidak akan direndahkan oleh keluarga suaminya atau ditindas oleh orang lain.
__ADS_1
“Nona Wushuang, kenapa kamu melamun di sini?”
Tepat ketika Ye Wushuang merasa sangat bosan, Bibi Hua yang datang dengan membawa alat untuk memangkas bunga dan daun tiba-tiba muncul di hadapannya, melihat Ye Wushuang duduk di ayunan seorang diri dan tampak sedikit kesepian, Bibi Hua lalu bertanya dengan sedikit bingung.