Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 587 Yang Harus Dilakukan Selanjutnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ye Wushuang langsung teringat metode kejam apa yang digunakan oleh Qin Ruchen untuk mencelakai pria ini, juga menggunakan metode apa untuk membantu Ji Xingyun merebut posisi kaisar yang seharusnya milik Ji Xingfeng.


Tiba-tiba, Ye Wushuang tahu kalau nyawanya mungkin tidak bisa dipertahankan lagi. Benar, bagi pria ini, membunuh dirinya seribu kali pun masih belum cukup.


Hello! Im an artic!


Saat ini, Ye Wushuang sama sekali tidak melawan. Dia hanya menatap pria itu dengan tenang, “Kamu mau bagaimana?”


“Menurutmu?” Ji Xingfeng menyipitkan matanya, tersenyum licik. Ada rasa jijik yang tersirat dalam pada senyum itu.


Pada saat ini, tiba-tiba Ye Wushuang merasakan betapa miripnya Pangeran Keempat di hadapannya dengan Kaisar Ji Xingyun.


Satunya adalah pria yang telah susah payah dia bantu untuk naik takhta, satunya lagi adalah pria yang telah dia hancurkan dengan segala cara. Kenapa di mata kedua pria ini, dia telah menjadi orang yang jahat dengan dosa yang tak terampuni?

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Tentu saja, semua ini bukan perbuatan Ye Wushuang. Dia hanya entah kenapa merasa simpati terhadap wanita yang bernama Qin Ruchen itu.


“Bunuh saja aku.” Berpikir akan sulit menghindari semua ini, Ye Wushuang tidak ingin membuat perlawanan yang sia-sia.


Ji Xingfeng hanya berjarak sepuluh langkah dari Ye Wushuang, tapi dia bisa melihat dengan jelas mata yang tenang dan jernih wanita itu. Di mata itu tidak ada rasa takut, tidak ada kompromi, bahkan tidak tampak jejak kepanikan yang seharusnya ada sebelum kematiannya.


Tidak, ini bukan adegan yang dia bayangkan.


Tiba-tiba, Ji Xingfeng tertawa. Wajah tampannya menjadi terlihat makin mengerikan karena senyuman itu.


Tawanya begitu arogan dan sinis, satu senyuman pria itu sukses membuat Ye Wushuang merinding. Ini secara sadar mengatakan pada Ye Wushuang, apa yang akan pria ini lakukan selanjutnya pasti sangat berbahaya.


Baru saja tebakan dalam benaknya muncul, Ji Xingfeng sudah menghentikan tawanya. Dia menatap Ye Wushuang dengan mata sombong dan dingin sambil berkata, “Terlalu mudah kalau kamu ingin mati begitu saja. Aku ingin kamu tahu apa itu namanya sakit hati. Rasanya membiarkan orang lain yang tidak bersalah menderita karena kamu.”

__ADS_1


Pada awalnya Ye Wushuang tidak tahu apa yang dimaksud pria itu, tapi tiba-tiba dia menemukan petunjuk di mata orang lain yang penuh mata. Dalam sekejap, wajahnya menjadi pusat pasi dan memandang arah kereta kuda dengan panik. Hatinya menciut sepenuhnya, wajahnya mengungkap ekspresi khawatir tak tertahankan, “Jangan sembarangan!”


Ji Xingfeng tidak mengatakan apa-apa padanya, tapi hanya mengedipkan mata ke pendekar pedang di belakangnya. Pendekar pedang itu mengangguk mengerti. Ketika Ye Wushuang tidak sempat untuk melakukan apa pun, dia sudah melompat, mengambil pedang di tangannya dan menusuk pantat kuda dengan keras.


Setelah kudanya menjerit kesakitan, dia mengangkat kakinya dan berlari bagaikan kuda gila.


Pada saat ini, Yuya yang tidak tahu apa pun yang terjadi di luar, merasakan goyangan dalam kereta. Ketika dia mengangkat tirai, dia melihat kalau kereta yang dia tumpangi telah sampai di tepi tebing. Hanya dalam sekejap mata, dia menyadari tubuhnya jatuh ke bawah bersamaan dengan kereta.


Pada saat ini, Yuya hampir tidak bisa melakukan apa-apa selain menjerit putus asa.


Dan Ye Wushuang hanya bisa menatap Yuya yang sedang jatuh ke tebing, berteriak dengan suara serak, “Tidak… Jangan…”


Sayang sekali, tidak ada lagi tanda-tandanya setelah kereta itu jatuh ke bawah. Bahkan kesempatan terakhir untuk menyelamatkannya pun sudah tidak ada.


Setelah melihat gelombang emosi dan kesedihan di mata Ye Wushuang, alis Ji Xingfeng yang tampan pun menunjukkan senyum penuh kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2