
Hello! Im an artic!
Terutama saat sosok gadis itu melebur dengan gelapnya malam, Ji Xingfeng memiliki ilusi untuk sesaat kalau itu adalah adegan ketika wanita itu jatuh ke dalam tebing.
Wanita itu sudah pergi selama beberapa menit, Ji Xingfeng berusaha menghibur dirinya kalau itu tidaklah mungkin. Orang yang jatuh ke dalam jurang hanya akan mati, tidak mungkin masih hidup. Bahkan jika tubuhnya sudah tidak ditemukan dalam beberapa hari, tidak menutup kemungkinan akan dimakan oleh binatang buas. Mengatakan kalau masih hidup harus ada orangnya dan kalau mati harus ada mayatnya, itu hanya penipuan diri yang dilakukan oleh kakaknya untuk menenangkan pikiran.
Hello! Im an artic!
“Penguasa Kota, maafkan kelancanganku. Aku hanya ingin tahu, dari mana Anda menemukan gadis yang tadi itu?”
Pertanyaan mendalam Ji Xingfeng segera membangkitkan kewaspadaan She Jingtian. Dia tersenyum dengan tenang dan mempermainkan gambar indah di lengan pakaiannya, “Apakah yang Pangeran Keempat tanyakan ini? Mungkinkah Anda mengenal Nona Wushuang?”
“Wushuang? Namanya terdengar asing, tapi sosok punggungnya agak familier.”
“Karena tidak tahu namanya, mungkinkah salah lihat?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Ji Xingfeng melihat kalau She Jingtian sepertinya tidak ingin bicara terlalu banyak mengenai latar belakang Ye Wushuang, tapi dia juga tersenyum mencibir dengan penuh pemahaman, “Mungkin saja.”
She Jingtian tidak tahu apa makna di balik kata “mungkin saja” ini. Dia hanya menyipitkan mata hitamnya dan menatap dalam-dalam ke langit malam di luar kisi jendela. Tampaknya, masalah wanita itu menjadi semakin menarik.
……
Saat memasuki larut malam, cahaya lilin berkedip di dalam rumah. Angin sepoi-sepoi sesekali bertiup ke luar jendela. Dari waktu ke waktu, cahaya lilin padam dan sekitarnya masuk ke dalam kegelapan tak berbatas.
Tubuh indah yang berada di sofa tidak bisa tidur…
Dengan inilah, Ye Wushuang tenggelam dalam kecemasannya dan ketakutan sepanjang malam. Ketika hari hampir fajar, barulah dia tertidur.
Kalau bukan karena Bibi Hua yang mengetuk pintu, mungkin dia akan tidur sampai tengah hari.
__ADS_1
Ye Wushuang yang merasa bersalah, segera membersihkan diri dan pergi ke Paviliun Zhaixing tempat Nona Min’er tinggal.
Saat ini, Min’er sedang main ayunan. Sosok mungilnya membentuk busur sempurna di udara. Matahari menerpa wajahnya yang polos dan cantik, seperti peri yang jatuh ke bumi.
Dan di belakangnya, ada sesosok pria tampan dan tinggi tegap, dia memakai jubah ungu di tubuhnya yang membuatnya tampak berwibawa. Saat ini, sudut bibirnya sedikit naik, senyum simpul itu membuatnya semakin tampak sempurna. Dia mendorong ayunan, angin sepoi-sepoi membuat rambutnya yang sehitam tinta berkibar. Bahkan ada beberapa yang hinggap di wajah menawan yang kurang ajar itu.
Untuk sesaat, Ye Wushuang terpana oleh pemandangan indah itu. Bahkan seorang pria dewasa dan anak kecil dapat menunjukkan gambaran yang begitu harmonis dan indah.
Tanpa disengaja, sudut bibir Ye Wushuang juga terangkat. Saat dia tersenyum itulah, tatapan matanya bertemu dengan pria itu yang kebetulan menoleh ke belakang.
Kedua pasang mata saling bertemu, seperti pemandangan ketika pertama kali mereka bertemu. Mata yang misterius dan jernih itu begitu menggetarkan seolah dia bisa melihat masa lalu dan masa kini orang itu.
Di bawah kain kasa perak ada wajah yang sudah rusak, tapi matanya saja sudah cukup untuk membuat hati seseorang tergerak.
Pria itu menatap Ye Wushuang cukup lama hingga wajah Ye Wushuang memerah. Untungnya tidak ada yang akan melihatnya karena tertutupi oleh kain kasa perak. Tapi Ye Wushuang tanpa sadar mengulurkan tangan untuk membelai pipinya yang terasa sedikit panas.
__ADS_1
Ye Wushuang, ada apa denganmu? Kamu bukan gadis kecil yang mendambakan cinta. Kenapa kamu sampai tersipu malu meski hanya saling bertatapan? Apa karena dia itu Penguasa Kota She Jingtian? Atau karena matanya pria itu yang terlalu dalam dan membara hingga memabukkan?
“Nona Wushuang…”