
Hello! Im an artic!
Wanita di depan cermin, pipi kanannya ditutupi oleh untaian rambut hitam, dahi serta pipi bagian kirinya itu terlihat bersih dan tanpa cela. Terdapat cahaya kabut yang menutupi matanya yang jernih itu, hanya melihat dari kejauhan saja bisa menyadari bahwa meski tidak dapat melihat seluruh wajahnya dengan jelas, tapi dia itu malah terlihat begitu cantik.
Namun ketika dia mengangkat rambut hitamnya di sisi lain, bekas luka yang lebar dan dalam itu sudah seperti awan gelap yang menutupi bulan yang cerah. Dalam sekejap, keindahan seluruh sinar bulan dan kemilau bulan langsung ditutupi.
Hello! Im an artic!
Dia sedikit mengatupkan bibirnya, menunjukkan senyum pahit terhadap bekas luka yang menghitam itu.
Wajah yang telah menemaninya selama 18 tahun, wajah yang membuat Ayahnya khawatir selama 18 tahun ini akhirnya sudah hilang.
Sisir kayu yang dipegang di tangannya itu tiba-tiba tergelincir, melewati pipi kanannya dan menyentuh lukanya, rasa sakit yang tiba-tiba itu langsung membuat air matanya menetes.
Awalnya berpikir ini semua hanya mimpi, tapi rasa sakit yang jelas ini seketika langsung menyebar ke seluruh tubuhnya. Dirinya adalah wanita jelek, dirinya dalah wanita yang sangat jelek …
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Tepat ketika pikirannya sudah melayang begitu jauh, suara ketukan di luar pintu langsung menyadarkannya.
Leng Bingxin memasang kembali raut wajahnya yang acuh, dia menjawab dengan suara pelan: “Masuk!”
Di luar pintu, dua orang gadis pelayan berjalan masuk ke dalam satu per satu.
Salah satu di antara mereka yang memakai pakaian berwarna ungu melangkah maju dan berkata: “Apa kamu adalah Nona Leng?”
Leng Bingxin memunggungi mereka, sedikit mengangguk dan berkata: “Ya!”
Leng Bingxin berdiri, ketika hendak mengatakan tidak perlu. Tapi sebelum dirinya berkata, Leng Bingxin melihat wajah cantik gadis pelayan itu seketika langsung berubah dan dia langsung melangkah mundur ke belakang.
Tubuhnya membentur tepi meja yang ada di samping dan dia berseru di saat bersamaan.
Di belakang gadis berpakaian ungu itu ada seorang gadis berpakaian merah, usianya sedikit lebih tua dan tampaknya lebih berpengetahuan. Setelah melihat bekas luka di wajah Leng Bingxin, dia tidak kaget seperti gadis berpakaian ungu itu, dia hanya menelan ludahnya lalu bergegas menundukkan kepalanya.
Leng Bingxin tidak mengatakan apa-apa, tapi hanya membungkukkan badan, ada sedikit raut permintaan maaf di wajahnya: “Apa mengagetkan kalian? Apa kalian merasa tidak nyaman?”
__ADS_1
Kedua gadis pelayan itu menyadari sikap tidak sopan mereka, mereka bergegas mundur beberapa langkah dengan canggung, melambaikan tangan serta menggelengkan kepala mereka dan berkata: “Tidak … tidak … tidak!”
Leng Bingxin tersenyum pahit: “Baguslah jika tidak, kalian antarkan aku ke aula depan!”
“Hmm… baik, silakan Nona Leng mengikuti kami!” Kedua gadis pelayan itu tidak berani tinggal lebih lama dan pergi dengan terburu-buru.
Leng Bingxin mengikuti di belakang mereka lalu datang ke aula depan.
Setelah melihat sosok tegap itu, Leng Bingxin mengambil langkah santai, menyeret gaun panjangnya dan dengan anggun berjalan ke belakang sosok itu.
“Selamat pagi Pangeran!” Leng Bingxin dengan anggun membungkuk hormat lalu duduk di sampingnya, tidak menyadari bahwa Bei Fengchen mengerutkan kening hampir tanpa disadari ketika mendengar ucapan Leng Bingxin.
Pada saat ini, di samping terdapat seorang wanita cantik yang duduk di seberang, tatapan mata wanita itu berbinar, pakaiannya begitu mewah, mata phoenixnya itu sedikit memicing. Ketika dia melihat Leng Bingxin, dia sedikit terkejut, kemudian ada amarah yang terlintas, ketika Leng Bingxin hendak duduk, dirinya baru menyadari wajah asli Leng Bingxin. Saat itu juga dia membelalakkan matanya dengan lebar dan ingin mengatakan sesuatu, tapi ucapannya itu ditelan kembali olehnya dikarenakan tatapan mata Bei Fengchen yang begitu dingin.
Leng Bingxin yang hendak duduk baru menyadari bahwa ada wanita lain di samping.
Wanita itu mengenakan pakaian bersulam berwarna merah muda ditambah dengan rok krep berwarna putih seperti mutiara, di wajah putih dan lembut berbentuk oval itu terdapat sepasang lesung yang muncul di antara pipinya, pipinya sedikit dioles dengan pemerah pipi yang membuat pipinya itu tampak merona bagai bunga yang mekar.
__ADS_1