
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang bergegas mengeluarkan sapu tangan sutra dari balik pakaiannya untuk menyeka air mata Yuya: “Sudah, gadis bodoh, jangan menangis lagi, aku terkurung di sini bisa dikatakan merupakan berkahku, apa kamu tahu?”
“Berkah?” Yuya menilai tempat yang gelap dan dingin itu, bahkan udara di ruangan ini tidak bersirkulasi, jarang ada orang yang datang kemari jadi bau lembabnya sangat menyengat. Selain itu, kecoak dan tikus juga sering datang ke tempat ini, di siang hari saja binatang-binatang itu sudah cukup mengerikan, ketika di malam hari, semakin membuat orang lain semakin bergidik.
Hello! Im an artic!
Nona Ye wushuang adalah wanita yang sangat cantik dan lemah, bisa-bisanya merasa merupakan sebuah berkah untuk dikurung di sini? Ini sepenuhnya benar-benar seperti menipu diri sendiri.
Melihat ekspresi Yuya yang tidak mempercayainya, Ye Wushuang hanya tersenyum tipis: “Setidaknya ketika dikurung di sini, aku tidak perlu menerima gangguan Putri Yongping, aku juga tidak perlu bekerja, aku juga tidak perlu membuang kotoran, aku juga tidak perlu melihat wajahnya. Menurutmu, bukankah aku sangat bahagia dikurung di sini sendirian?”
“Tapi……”
“Tapi apa?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Dikurung di sini, Nona tidak bebas, dan lagi orang-orang itu juga tidak memberikan makanan tepat waktu untukmu. Jika terus seperti ini dalam jangka waktu lama, tubuh Nona pasti tidak akan bisa bertahan.”
“Tidak masalah, aku bisa bertahan.”
“Nona Wushuang, ini adalah roti kukus yang diam-diam kuambil dari dapur, Nona makanlah lebih dulu.”
Setelah berbicara sampai di sana, Yuya tiba-tiba teringat akan tujuannya datang kemari, Yuya bergegas mengeluarkan 2 roti kukus putih yang dibungkus dengan kertas pembungkus di tangannya.
Putri Yongping yang sudah berpakaian rapi dan wangi, muncul di hadapan mereka berdua.
Kali ini, Putri Yongping sepertinya datang dengan melakukan persiapan, terdapat beberapa penjaga dan pengawal kokoh yang berdiri di belakangnya.
Pada saat itu juga Putri Yongping melangkah cepat ke hadapan Yuya, langsung menjatuhkan roti kukus yang ada di tangannya, wajahnya yang cantik dan arogan itu menunjukkan senyum penuh kemenangan: “Gadis sial, beraninya diam-diam mengirimkan makanan untuknya tanpa perintah Pangeran Ping, percaya atau tidak bahwa aku akan mengurungmu juga?”
__ADS_1
Yuya tidak menyangka, dirinya datang begitu pagi dan juga datang dengan begitu sembunyi-sembunyi tapi masih saja tertangkap oleh Putri Yongping, Yuya seketika langsung panik, dirinya tidak tahu harus berbuat apa kecuali menangis. Karena Yuya takut Ye Wushuang akan menderita lagi dikarenakan kecerobohannya kali ini.
“Jika ada sesuatu maka lampiaskan saja padaku, ini tidak ada hubungannya dengannya.”
Ye wushuang melihat roti kukus yang sudah ternoda lumpur, seketika raut wajahnya berubah, hatinya merasa sedikit menyayangkannya. Tapi tatapan matanya ketika menatap ke arah Putri Yongping malah terlihat agak dingin.
Mungkin karena dikejar ingin dibunuh oleh Ye Wushuang kemarin masih meninggalkan bayang-bayang padanya, hanya dilihat seperti itu saja, Putri Yongping tanpa sadar melangkah mundur dan menjaga jarak yang aman dari Ye Wushuang, kemudian Putri Yongping baru berteriak dengan dingin: “Huh, Ye Wushuang, sekarang kamu saja sulit untuk melindungi dirimu sendiri. Kenapa? Kamu masih ingin melindungi gadis ini?”
Ye Wushuang tidak berbicara tapi hanya mengangkat kelopak matanya dengan dingin, tatapan matanya dipenuhi dengan keberanian dan juga penghinaan.
Melihat Ye Wushuang yang merendahkan dirinya seperti itu, Putri Yongping menumpuk kemarahan di dalam hatinya, Putri Yongping mengerti bahwa dirinya tidak bisa menyentuh wanita ini untuk sementara waktu. Karena kemarin Kakak Sepupu sudah berkata bahwa hanya dirinya saja yang boleh menghukum wanita ini, selain dirinya maka tidak ada seorang pun di kediamannya ini yang boleh menghukum wanita ini.
Tidak boleh menghukumnya, tapi itu tidak berarti tidak boleh menyiksanya.
Karena Ye Wushuang begitu ingin melindungi pelayan sial yang ada di sampingnya ini, maka dirinya akan mulai bertindak pada gadis yang bernama Yuya ini.
__ADS_1
Putri Yongping memiliki ide seperti itu di dalam hatinya, terdapat jejak kekejaman dan kelicikan di tatapan matanya, Putri Yongping lalu melirik Yuya yang menangis dan berkata: “Karena dua hari ini kamu akan dikurung di gudang kayu bakar dan aku tidak memiliki pelayan untuk melayaniku, kalau begitu biarkan pelayan ini saja yang melakukannya.”