Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 501 Jika Lebih Lambat Lagi Maka Akan Terlambat


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bei Fengchen berkata: “Dulu, aku tidak pernah tahu apa itu cinta, sampai aku melihatmu, aku baru tahu bahwa hatiku ini ternyata bisa berdegup kencang. Hati yang seharusnya hanya memikirkan Negara, pada akhirnya kamu bisa membuatnya tenang. Ibuku pernah mengatakan padaku bahwa bagaimanapun aku harus merebut Negara yang seharusnya menjadi milikku, hanya karena lotus merah di dahiku ini, hak milikku untuk menjadi Pangeran Mahkota langsung dicabut, sekarang aku ingin menggunakan sepasang tanganku ini untuk membuktikan bahwa Negara itu adalah milikku.


Namun, hari ini aku baru mengerti bahwa jika aku mendapatkan Negara itu dan kehilangan diirmu, itu sama sekali bukan negara yang kuimpikan, itu hanyalah sebuah gunung yang berat yang membuat orang lain memiliki tanggung jawab yang luar biasa besar, jika kehilanganku itu hanya akan membuatku tidak bisa bernafas, itu hanya akan membuatku kelelahan. Jadi aku lebih rela tidak memiliki negara ini dibanding membawa beban berat yang tidak bisa kusingkirkan.”


Hello! Im an artic!


“Kamu…” Leng Bingxin tidak bisa berkata-kata, hanya bisa menatap mata itu dan tidak dapat pulih dari keterkejutannya untuk waktu yang lama.


“Tak perlu berkata-kata lagi, aku akan memerintahkan seseorang untuk mengirimmu pergi sekarang, jika lebih lambat lagi maka akan terlambat.”

__ADS_1


Bei Fengchen menariknya untuk melarikan diri, seolah ingin melarikan diri dari sangkar sutra emas Istana ini.


Dan pada ini, Leng Bingxin malah menyerah pada kebebasan yang selama ini didambakan olehnya.


Hello! Im an artic!


Leng Bingxin melepaskan tangan Bei Fengchen tanpa ragu, ada keheningan di wajah cantik itu, Leng Bingxin menatap Bei Fengchen dengan datar, senyum pahit terulas di sudut bibirnya.


“Xin’er, kamu…”


“Sebenarnya, awalnya aku memang bagian dari tempat ini. Tidak peduli bagaimanapun aku melarikan diri, pada akhirnya aku tidak bisa melarikan diri. Jujur saja kuberitahu padamu, aku adalah Ratu Kaisar Zhaolie sebelum Putri Liqing memasuki istana, aku adalah Permaisuri Ratunya, hanya saja pada akhirnya parasku malah dirusak oleh Kaisar Zhaole dikarenakan keinginan pribadinya, kemudian aku dijebak lalu jatuh ke tebing. Aku adalah wanita yang dibuangnya, aku hanya seorang wanita yang dibuang dan tidak layak bagimu untuk memperlakukanku seperti ini.”

__ADS_1


Mendengarkan ucapan Leng Bingxin, dia mengucapkannya dengan begitu ringan, tatapan matanya terus melihat ke arah kejauhan dan sama sekali tidak mendongak, nada yang seakan sedang mengenang masa lalu itu terdengar begitu acuh. Mungkin di mata orang lain, itu hanyalah sebuah peristiwa masa lalu. Tapi hanya Bei Fengchen yang tahu bahwa ketika Leng Bingxin mengucapkan kata-kata ini, hatinya itu seharusnya mengucurkan darah di setiap kata yang diucapkannya.


Jika memang begitu ringan, jika memang peristiwa itu sudah berlalu, maka tatapan mata Leng Bingxin tidak akan begitu sedih hingga menusuk tulang, tatapan mata itu tidak akan begitu putus asa.


Itu menunjukkan bahwa luka di masa lalu itu selamanya akan selalu mengukir rasa sakit abadi di dalam hatinya. Hanya saja Leng Bingxin tidak akan mengungkitnya dengan mudah jika bukan karena dirinya terpaksa melakukannya.


Sekarang semakin Leng Bingxin mengungkitnya, maka itu berarti Leng Bingxin peduli pada Bei Fengchen. Leng Bingxin memprovokasinya seperti ini karena Leng Bingxin tidak ingin Bei Fengchen mengambil risiko demi dirinya.


Meskipun sudah akan berpisah sekarang, tapi hati Bei Fengchen sangat gembira, sepasang tangannya gemetar karena kegembiraan. Ini menunjukkan bahwa dirinya ada di dalam lubuk hati Leng Bingxin.


Bei Fengchen berkata dengan suara lantang: “Bagaimanapun juga aku tidak akan peduli. Dirimu yang dulu adalah dirimu yang dulu, yang kukenal sekarang hanyalah wanita biasa bernama Leng Bingxin, yang merupakan wanita yang sangat berbeda, Leng Bingxin yang kukenal adalah seorang wanita yang tidak akan jatuh dikarenakan mengalami penderitaan, dia adalah wanita yang tegar dan berusaha keras untuk melanjutkan hidup, selama aku ada maka aku akan melindungimu dengan sepenuh hati. Selama kamu menghadapi kesulitan, aku akan melakukan segala cara agar kamu bisa lepas dari kesulitan itu, bahkan jika itu harus mengorbankan nyawaku.”

__ADS_1


Saat ini, Leng Bingxin tidak bisa lagi meragukan ucapan Bei Fengchen. Karena dari nadanya yang gigih ini, Bei Fengchen sepertinya telah sepenuhnya mengungkapkan suara hatinya.


__ADS_2