
Hello! Im an artic!
“Kamu membubuhkan racun di teh mereka, apanya yang aneh? Kamu jangan harap bisa mengelak.”
“Aku tidak mengelak, aku hanya ingin tahu, karena aku yang meracuni mereka, maka apa aku bisa melihat tanda-tanda mereka keracunan dengan mata kepalaku sendiri?”
Hello! Im an artic!
“Sebenarnya trik apa yang ingin kamu mainkan?”
“Aku tidak ingin mempermainkan trik apapun, lagipula aku adalah orang yang lemah di Istana yang besar ini, hidup dan matiku hanya berdasarkan pada ucapanmu saja, aku hanya ingin mati dengan jelas.”
“Baiklah, aku akan membuatmu mati dengan jelas. Pengawal, siapkan tandu untuk pergi ke Istana Qingyang!”
Di dalam Istana Qingyang, beberapa pelayan Istana yang menjaga Istana melihat Kaisar dan Ibu Suri serta yang lainnya datang, ekspresi mereka sedikit panik dan bergegas maju untuk memberi hormat.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Kaisar buru-buru berjalan melewati mereka dan mengabaikannya.
Saat memasuki aula dalam, beberapa pelayan yang berjaga juga berjalan menghampiri perlahan dan merapikan penampilan mereka. Saat hendak memberi hormat, mereka malah disela oleh Ji Xingyun dengan dingin: “Bagaimana kondisi Selir Zhen?”
Pelayan yang memimpin membungkuk hormat dan berkata: “Menjawab Kaisar, Selir Zhen terus berbaring dan beristirahat di atas ranjang.”
Ji Xing Yun mengerutkan kening dan berkata: “Apa sudah mengundang Tabib?”
“Sudah diperiksa.”
“Tabib Istana berkata kondisi Selir Zhen tidak terlalu optimis.”
Kalimat pendek pelayan itu membuat Ji Xingyun seketika mengamuk. Dia melangkah cepat ke arah Ye Wushuang, menatap wajah yang tertutup oleh cadar dengan ekspresi kejam: “Jika terjadi sesuatu padanya, aku akan membuatmu mati menemaninya.”
Tidak menunggu jawaban Ye Wushuang, suara rendah dan halus milik Selir Zhen terdengar dari arah ranjang: “Kaisar …”
Selir Zhen memanggil pelan, suaranya itu terdengar sedikit menyangjung, tidak tahu apa benar-benar tidak memiliki tenanga atau karena sakit.
__ADS_1
Mendengar panggilannya, Ji Xingyun memelototi Ye Wushuang dengan dingin lalu bergegas menghampiri wanita cantik itu.
Mengangkat tirai kasa yang menutupi ranjang, aroma samar yang terkuar dari dalam membuat orang lain yang menciumnya akan mabuk terlena. Ye Wushuang sangat familiar dengan aroma ini, aroma ini adalah aroma yang dulu sering dipakai oleh Qin Ruchen. Hanya karena Ji Xingyun menyukainya, jadi Qin Ruchen menyerah akan aroma yang disukainya dan mencoba sebisa mungkin untuk memakai aroma ini. Tidak disangka Selir Zhen ini memahami beberapa kesukaan Ji Xingyun, benar-benar tidak sederhana.
“Selir Zhen, bagaimana kondisimu?”
Ji Xingyun bertanya dengan prihatin, terdapat pesona pada paras tampannya itu yang membuat wanita terobsesi.
Selir Zhen menatap pria ini dengan lemah, dalam hati berpikir, alangkah baiknya jika Kaisar bisa mencintai dan menghargai dirinya seperti ini untuk selamanya. Tapi dirinya cukup puas untuk saat ini.
Saat itu juga, Selir Zhen mengikuti trik yang diajarkan oleh Zhao Xueyan padanya, seketika air mata menggenang di matanya, dia menatap Kaisar dengan ekspresi sedih dan menderita: “Kaisar… apa aku terkena racun? Apa aku akan meninggalkan Kaisar? Tidak… tidak, aku tidak mau meninggalkan Kaisar, aku tidak rela…” Setelah selesai berbicara, dua garis air mata mengalir di wajah cantiknya, setiap pria yang melihatnya sudah pasti akan merasa tidak tega.
Meskipun Ji Xingyun selalu memberikan rasa sayang pada Selir Zhen dikarenakan Zhao Xueyan, tapi pada saat ini, sebagai seorang pria, ketika melihat wanitanya begitu menderita, hati Ji Xingyun merasa kesal dan menyesal. Kesal karena Ye Wushuang ternyata berani bertindak padanya, menyesal karena dirinya terlambat selangkah dan tidak bisa melindungi Selir Zhen dengan baik.
Saat ini, Ji Xingyun mengangkat telapak tangannya yang besar lalu dengan lembut mengusap dahi Selir Zhen, wajah tampan yang suram itu tiba-tiba menoleh ke arah Ye Wushuang dan berkata: “Ratu Qin, apa lagi yang ingin kamu katakan?”
“Ratu Qin…” Ibu Suri tahu ada yang aneh dengan Selir Zhen si siluman rubah itu, tapi dirinya tidak dapat menemukan bukti untuk saat ini, dan lagi Kaisar begitu terpesona olehnya. Ibu Suri benar-benar tidak berdaya dan merasa kasihan pada Ye Wushuang, ketika hendak berbicara untuk membantu, tidak disangka Ye Wushuang sudah melangkah maju dan menggelengkan kepalanya pelan, menunjukkan bahwa dirinya sendiri bisa menanganinya.
__ADS_1