Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 131 Ini Sebenarnya Mimpi Atau Kenyataan


__ADS_3

Ucapan dia yang lembut ini membuat orang merasa sangat tidak nyata. Kali ini walaupun Qin Ruojiu tidak menolaknya, tapi dia lupa, dirinya benar-benar sudah tertidur atau sedang bermimpi? Kenapa dia yang ada di dalam mimpi dan dia yang ada kenyataan sangat berbeda?


Di saat dia mau membuka matanya dan mengulurkan tangan satunya untuk menyentuh muka orang itu, tapi ternyata di samping dia tidak ada siapa-siapa.


Dia melihat batu giok di tangannya itu.


Ini sebenarnya mimpi atau kenyataan?


Dia tidak tidur semalaman sampai pagi hari kedua.


Qin Ruojiu pagi-pagi sudah turun dari ranjang, Lu’Er yang baru masuk bertanya: “Permaisuri, kenapa hari ini kamu tidak istirahat lebih lama saja? Aku lihat muka kamu terlihat sangat lelah!”


Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya, “Hari ini ada tamu yang akan datang, aku harus siap-siap.”

__ADS_1


“Ada tamu?” Lu’Er terkejut.


Qin Ruojiu menganggukkan kepalanya, “Orang yang pernah membantu aku mau datang.”


“Oh ya? Lalu sekarang permaisuri mau apa?”


“Temani aku ke dapur saja!”


“Permaisuri……”


Setelah sibuk beberapa jam, badan Lu’Er dan Xiao Huan sudah sangat pegal, tapi Qin Ruojiu terlihat masih sangat bersemangat, benar, dia sudah sangat lama tidak membuat ini semua, sejak masuk ke istana, semua yang dulu dia lakukan setiap hari sudah tidak pernah dilakukannya lagi. Hari ini dia memasak malah semakin lancar.


Setelah masakan terakhir sudah selesai dibuat, Lu’Er dan yang lainnya tercengang melihat semua makanan yang ada di atas meja.

__ADS_1


“Permaisuri, kalau bukan karena aku melihatnya langsung, aku benar-benar tidak percaya kalau semua ini kamu yang buat.”


Xiao Huan juga terkejut, “Permaisuri…… kamu kenapa bisa masak sebanyak ini, apalagi semuanya terlihat enak?”


Qin Ruojiu tersenyum, “Ini hanyalah masakan yang biasa, kalian masih belum melihat kemampuan aku yang sebenarnya.” saat dia baru umur 10 tahun dia sudah memasak nasi untuk ayahnya, karena sejak kecil tidak ada orang lain yang mau bermain dengannya, maka dia menghabiskan semua waktunya untuk melihat buku resep, ayahnya selalu memuji semua masakan yang dibuat olehnya. Mendengar pujian dari orang tuanya adalah saat-saat dia paling bahagia.


Tapi sekarang setelah masuk ke istana, dia tidak bisa menunjukkan bakat masaknya lagi. Awalnya dia mau menggunakan kedua tangannya ini untuk merawat suami dan anaknya di masa depan. Dia mau membuat makanan yang enak agar mereka bisa memuji dirinya seperti ayahnya dulu dan menjadi istri yang baik. Tapi pada akhirnya kedudukan permaisuri ini membuat semua mimpinya itu hancur.


Kedatangan Zhuo Ying sangat tepat waktu.


Dia baru datang setelah berpikir panjang, benar, dia adalah komandan yang dewasa dan tenang. Tiga generasi di keluarganya sudah berbakti kepada negara, jadi dia meneruskan tradisi keluarganya yang sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaan.


Tapi hari ini dia memilih menerima undangan dari permaisuri, pertama karena dia memang mau bertemu dengannya, kedua dia tidak mau menolak maksud baiknya permaisuri, ketiga, dia takut berita ini tersebar ke orang lain, dia tidak khawatir kerugian dirinya sendiri, tapi dia takut merusak nama baik permaisuri.

__ADS_1


Setelah dipikir beberapa saat, dia akhirnya tetap datang, tapi dia hanya berencana untuk bertemu dengan permaisuri sebentar lalu langsung pergi.


Di saat Zhuo Ying membuka pintu, tiba-tiba dia mencium aroma makanan yang sangat enak.


__ADS_2