
Hello! Im an artic!
“Yongping, apa yang sedang kamu lakukan?”
Suaranya Ji Xingfeng dingin dan terdengar sedikit menyalahkan.
Hello! Im an artic!
“Kak, kenapa kamu malah melindungi wanita rendah itu? Dia adalah Rati Qin, aku akan membunuhnya.” Yongping tidak menyangka bahwa wanita kejam yang telah merusak segalanya ini ternyata tinggal di kediaman Ji Xingfeng. Awalnya dirinya berpikir Kakak sepupunya ini tidak tahu, tapi sekarang dirinya melihat Kakak sepupunya ini ternyata menyelamatkan wanita itu dari tebasan pedangnya. Tiba-tiba, semacam rasa masam yang tidak bisa dijelaskan membuat Yongping merasa sangat tertindas dan ingin menangis.
“Putri Yongping, kamu telah salah paham. Ratu Qin yang asli sudah meninggal, dia bukan Ratu Qin, tapi adalah Nona Ye yang memiliki paras yang sangat mirip dengannya.”
Su Qianhua dari awal sudah tahu hal seperti ini akan terjadi, jadi karena itu dia membujuk Ji Xingfeng datang kemari hanya untuk mencegah hal ini terjadi.
Untungnya mereka datang tepat waktu, jika terlambat datang maka takutnya Nona Ye ini akan benar-benar menjadi hantu di bawah tebasa pedang itu.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Putri Yongping yang sedang berada dalam kemarahan dan keengganan, mana mungkin mempercayai kata-kata Su Qianhua, terutama karena di dunia ini mana mungkin ada orang yang terlihat persis sama.
Saat itu juga dia langsung berkata dengan tidak percaya: “Kalian jangan mencoba untuk berbohong padaku, aku sudah pernah bertemu dengan Ratu Qin, jelas-jelas dia orang yang sama.”
“Ratu Qin yang asli sudah mati di tanganku.” Ji Xingfeng berkata dengan tenang, di atas wajahnya yang dingin ditutupi oleh aura membunuh dan amarah yang yidak dimiliki oleh orang biasa.
Ye Wushuang tiba-tiba teringat pada saat dirinya dipaksa untuk terjun dari tebing oleh Ji Xingfeng, hatinya merasa dingin kemudian Ye Wushuang tersenyum pahit dan berkata: “Ya, Pangeran Ping sudah berkata secara langsung bahwa dialah yang membunuh Ratu Qin, apa menurutmu aku adalah Ratu Qin yang asli?”
“Aku yakin.” Dua kata yang begitu pendek dan lugas, dengan keagungan yang tidak perlu dipertanyakan lagi, membuat semua orang takut untuk meragukannya.
“Putri Yongping, pikirkanlah dengan lebih hati-hati, Pengran Ping bahkan lebih membenci Ratu Qin dibandingkan dengan dirimu, jika dia benar-benar adalah Ratu Qin dan bisa tinggal di kediaman ini, takutnya dia mungkin sudah meninggal ribuan kali.”
Kata-kata Su Qianhua juga mengandung kalimat pengingat, akhirnya bisa membuat Yongping berpikiran lebih terbuka. Benar juga, Kakak sepupunya begitu membenci kedua wanita itu, tidak peduli siapa yang jatuh ke tangannya sudah pasti akhirnya akan sangat mengenaskan.
__ADS_1
Meski dia bukan Ratu Qin, tapi… Melihat wajah yang lebih cantik dari dirinya, Yongping masih merasa sedikit cemburu. Bahkan dengan kecemburuan seperti ini, dia bisa memaksakan dirinya untuk menganggap wanita ini sebagai Ratu Qin lalu membunuhnya dengan memakai alasan ini.
“Kak, karena kamu begitu ingin membunuh Ratu Qin, mengapa kamu malah membiarkan wanita ini di sisimu?” Putri Yongping bertanya dengan tidak tenang, takut Kakak sepupunya ini mempertahankan wanita ini di sisinya dikarenakan parasnya yang sangat luar biasa itu.
Tidak disangka, Ji Xingfeng bahkan tidak melihatnya sama sekali, dia menarik bibir merahnya dan berkata dengan nada mengejek yang sangat dingin: “Karena aku membutuhkan wajah yang persis sama seperti Ratu Qin, ini adalah senjata untuk mengalahkan Selir Mulia Zhao, dan dia juga merupakan satu-satunya umpanku untuk keluar dari Pingzhou.”
Ucapannya itu sama sekali tidak berbelas kasihan, benar-benar mengatakan dengan sangat sangat lugas dan menunjukkan bahwa Ye Wushuang adalah salah satu bidaknya dan merupakan umpan yang digunakannya.
Meski Ye Wushuang sudah mengetahui fakta ini sedari awal, tapi ketika mendengar pria di hadapannya ini berbicara dengan begitu terus terang dan tidak berperasaan, hati Ye Wushuang masih saja terasa tidak nyaman.
Bidak? Umpan? Benar-benar ironis.
Apa mereka masih ingat bahwa dirinya juga adalah seseorang manusia? Seorang manusia yang memiliki darah dan daging?
Ye Wushuang mengangkat kepalanya dengan dingin, kali ini yang dilihatnya bukan lagi tatapan mata Putri Yongping yang penuh kebencian dan dendam, tapi malah sebuah senyum yang sangat aneh.
__ADS_1