
Qin Ruojiu yang terbaring di atas tanah itu pun melihat ke arah Zhuo Ying lalu tersenyum dan berkata dengan lembut, “Zhuo Ying, lepaskan aku, aku tidak mau mempersulitmu ….”
Zhuo Ying pun langsung menjelaskan, “Permaisuri, kamu tidak bersalah, ini semua perbuatan Selir Lan. Ini semua kesalahan Selir Lan. Sekarang Kaisar sudah mengetahuinya, ia tidak akan menghukummu lagi. Biar aku membawamu keluar sekarang!”
“Tidak apa-apa … aku bak-baik saja ….” Qin Ruojiu tersenyum, tapi air matanya terus menetes. Bagaimana mungkin ia baik-baik saja setelah mengalami penyiksaan seperti itu ….
“Permaisuri ….”
Beberapa saat kemudian, pandangan Qin Ruojiu menggelap dan tubuhnya seolah mati rasa.
Di dalam Pavilion Xiaoyang.
Selir Lan yang berwajah pucat itu sedang berlutut di atas lantai. Dahinya berkeringat.
__ADS_1
Tadi, dia mendengar kabar kalau Kaisar Zhaolie akan datang menemuinya. Dia sudah mengenakan jubah berwarna merah jambu dan mendandani dirinya secantik bunga yang sedang bermekaran. Dia juga menyanggul rambutnya dan menusuk beberapa kuntum bunga di atas rambutnya.
Tetapi dia tidak sangka, semua keindahan yang dia bayangkan itu tidak terjadi, malahan sejak di panggil sampai sekarang, dia terus berlutut di atas lantai. Kaisar Zhaolie bukan hanya melihatnya dengan tatapan mata yang kejam seolah hendak membunuhnya, tetapi juga tidak mengatakan satu patah kata pun.
Tidak terasa, 2 jam sudah berlalu dan mulut Selir Lan mulai merasa kering dan kepalanya juga sudah mulai pusing. Kakinya yang sedang berlutut itu juga sudah mati rasa.
Selir Lan sudah tidak tahan, tetapi dia juga merasa takut. Akhirnya dia membuka mulutnya dan bertanya dengan suara sedikit bergetar, “Kaisar …. sebenarnya apa salahku?”
Kang Yong yang mendengar pertanyaan itu pun langsung tersenyum dingin lalu melihat kejam ke arahnya. Tiba-tiba dia beranjak berdiri dan berkata dengan nada sinis, “Apa? Sudah selama ini masih belum ingat? Dasar Selir iblis , apa yang sudah kamu perbuat pada Yuan Ran? Apa yang sudah kamu perbuat pada anakku?”
“Hatimu kejam sekali, sampai-sampai kamu bisa menggunakan cara seperti ini untuk mencelakai anakku, selain itu, kamu juga mencelakai Yuan Ran sampai menderita seperti saat ini. Kamu, benar-benar harus mati.”
“Tidak, Kaisar, tidak, aku tidak melakukan itu. Itu semua perbuatan Permaisuri, tidak ada hubungan apa-apa denganku.” Selir Lan pun memeluk kaki Kang Yong dan menangis memohon padanya.
__ADS_1
“Tidak ada hubungan denganmu?” Kang Yong pun menyipitkan matanya dan berkata dengan dingin, “Kamu tahu tidak kenapa aku terus menyuruhmu berlutut dan tidak menghukummu? Aku mau kamu mengakuinya sendiri, tidak disangka kamu ini tidak mau mengakuinya sendiri dan malah menyalahkan orang lain. Kesabaranku ini sudah habis.”
“Kaisar ….”
“Pelayan, cepat kemari, bawa keluar wanita iblis ini, potong dua tangannya yang suka mencelakai orang itu. Kemudian bawa dia ke sel tahanan dan jangan biarkan dia keluar lagi.”
Yah Tuhan, bagaimana mungkin kedua tangannya dipotong lalu dirinya dimasukan ke dalam sel tahanan …jika dia tidak punya tanga, bukankah ia akan seperti sampah yang tak berguna? Berpikir sampai kesana, Selir Lan pun ketakutan sampai tidak berani mengatakan apa-apa. Setelah sesaat, dia hanya bisa berkata dengan suara rendah, “Kaisar ….”
Saat itu Kaisar Zhaolie sudah menyampaikan perintahnya dan wajahnya tampak suram. Benar, wanita ini sendiri yang merusak jalan hidupnya sendiri. Ini semua salah dirinya sendiri dan bukan salah Kaisar Zhaolie.
Setelah tak sadarkan diri selama 3 hari, akhirnya Qin Ruolie pun siuman.
Di saat Qin Ruolie tak sadarkan diri, dia pun terus bermimpi tentang dirinya yang disiksa oleh Kaisar Zhaolie. Kadang-kadang dia yang sedang tak sadarkan diri itu bisa mengeluarkan suara kesakitan dan mengerutkan keningnya. Mimpi buruk itu terus membuatnya terkurung di dalam kejadian itu.
__ADS_1
Di dalam mimpinya, ia berjalan sendirian di atas hamparan salju yang tidak berujung dengan tubuh mengigil pada malam hari. Dia berusaha untuk berteriak minta tolong, tetapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.
Dia merasa sangat tidak berdaya di tempat yang kosong tanpa satupun orang itu. Dia hanya ingat ada orang jahat yang terus mengejarnya sehingga dia terus berlari dan tidak berani berhenti.