Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 318 Apa Dia Terus Menyiksa Dirinya Sendiri?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Menutup pintu dengan pelan dan menatap ke kejauhan, sama sekali tidak terlihat cahaya lampu yang mendekat.


Kaisar, apa Kaisar benar-benar tidak memikirkan Permaisuri lagi?


Hello! Im an artic!


Air mata mengalir dalam diam, Qin Ruojiu tidak menderita dikarenakan cinta yang tidak layak diungkit ini.


Qin Ruojiu hanya menangis untuk dirinya sendiri, mengapa dirinya bisa menjadi wanita seorang Kaisar.


Dalam kehidupan ini, Qin Ruojiu tidak meminta banyak, satu-satunya harapan di hatinya adalah ingin memiliki hati seseorang dan tidak terpisahkan hingga tua. Tapi Tuhan tidak memenuhi harapannya.


Suaminya bukan miliknya, tapi milik semua orang. Merupakan milik begitu banyak wanita cantik di harem. Merupakan milik Putri dari negara tetangga, milik Liqing.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Apa arti dirinya? Sebutir pasir di tengah gurun besar? Ketika angin berhembus kencang, bahkan jika hilang pun tidak akan ada orang yang tahu!


Menangis dan menangis, Qin Ruojiu tiba-tiba merasa tubuh dan pikirannya sangat lelah, perasaan lelah itu tidak pernah dirasakannya sebelumnya, Qin Ruojiu masih meringkuk tak bergerak lalu perlahan-lahan dirinya tidur…


Berharap ketika bangun dari mimpi, Qin Ruojiu akan kembali ke hari-hari di mana dirinya hidup bersama Ayahnya.


Meskipun dikenal sebagai wanita jelek nomor satu di dunia, tapi dirinya merasa nyaman menjalani hari-hari itu. Merasa sangat bahagia hanya karena membuat makanan yang enak setiap hari. Merasa senang hanya dengan menangkap ikan di sungai karena akan dipuji oleh Ayah, merasa bangga selama seharian.


Bayangan sinar bulan menyelimuti sisi wajahnya, posturnya yang tegap itu terlihat begitu tampan di bawah cahaya malam.


Meminjam cahaya dari sinar bulan yang tenang, pria itu melangkah ringan ke depan ranjang wanita itu, ketika mendekati tirai kasa tipis itu, ada keraguan yang terlintas di hati pria itu, langkahnya sedikit terhenti, pupil hitam pekatnya menatap sekilas ke arah ranjang yang empuk. Berbalik badan seolah ingin pergi, tapi baru saja melangkah, dirinya kembali berbalik lagi.


Cahaya bulan terpapar di tubuh orang yang berada di atas ranjang melalui sela-sela jendela, membuat wajahnya yang cantik tanpa cela itu terlihat semakin cantik, tubuh putih bersih itu seolah dipenuhi dengan rasa manis dan daya tarik yang tak terbatas. Meskipun terlihat sedikit kurus, tapi itu malah membuat orang lain merasa iba.

__ADS_1


Bayangan hitam itu perlahan berjongkok, sedikit mengernyitkan kening, merenung sekian lama sebelum akhirnya mengulurkan telapak tangannya yang besar.


Tidak melihatnya selama beberapa hari, mengapa dia menjadi begitu kurus? Apa mungkin hari-hari di mana dirinya tidak berada di sisi Qin Ruojiu, dia terus menyiksa dirinya sendiri?


Memikirkan hal ini, sang pria merasakan sentuhan rasa sakit di hatinya.


Beberapa hari terakhir, dia terus menerus menahan kerinduannya pada Qin Ruojiu, menyibukkan diri dengan pekerjaan untuk membuat dirinya mati rasa. Ya, sebagai Raja, sebagai Kaisar yang mendominasi dunia, dia tidak ingin seorang wanita mempengaruhi emosinya.


Dan lagi, dia selalu merasa ketika seorang wanita pantas mendapatkan cinta, maka harus amat sangat dihargai. Ketika tidak seharusnya dicintai, maka tidak boleh membiarkannya terlalu seenaknya. Jika tidak, maka akan melupakan status kehormatan dan inferioritas, ini hanya akan membuat dirinya merasa jijik. Karena itu, dia selalu mengagumi wanita yang tahu dan paham akan situasi.


Ada begitu banyak wanita di sekitar Kaisar, tapi malah tidak ada yang terlalu penting.


Meskipun Qin Ruojiu adalah seorang Ratu, tapi dia tidak pernah melewati batas. Dirinya adalah Kaisar, memiliki hak untuk memperlakukan wanita mana saja dengan baik, itu semua adalah keputusannya.


Tapi Qin Ruojiu malah dengan keras kepala bertengkar dengannya, dirinya hanya bisa merasa kesal dan marah di saat bersamaan. Dan lagi, wanita yang dirindukannya sekarang juga tidak pernah benar-benar berada di sisinya, dirinya tidak tahu kenapa hati seorang Ratu bisa begitu sempitnya.

__ADS_1


Toleransi dan kemurahan hati di masa lalu, kebaikan di masa lalu, apa Qin Ruojiu tidak bisa menerima Liqing di dalam hatinya? Atau, apa sedari awal, semua yang Qin Ruojiu lakukan itu hanyalah kepura-puraan belaka? Hanya sebuah kebohongan?


__ADS_2