
Hello! Im an artic!
Tidak disangka, Ji Xingfeng malah bangkit berdiri, mengalihkan tatapannya yang suram ke samping, melipat tangannya ke belakang sambil berkata dengan dingin: “Istana sangat berbahaya, jika kamu memasuki istana, takutnya dapat dengan mudah diserang oleh Selir Mulia Zhao, jika begitu apa kamu masih bersedia?”
Ye Wushuang berpikir Ji Xingfeng mengatakan hal ini hanya untuk menguji tekadnya.
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang tidak bermaksud untuk bersikap takut atau mundur, tatapan matanya terlihat tenang dan dengan tegas berkata: “Apa itu jauh lebih berbahaya dibanding dua kali penyerangan ini?” Ya, Ye Wushuang sudah lelah, dirinya sudah cukup hidup dalam persembunyian selama bertahun-tahun ini. Zhao Xueyan sudah mencelakai begitu banyak orang demi dirinya, sekarang Zhao Xueyan mencoba segala cara untuk menyingkirkan dirinya. Jika dirinya masih hanya mundur dan tidak tahu bagaimana cara untuk menyerang, lalu apa artinya dirinya hidup?
Ji Xingfeng seakan mengerti bahwa dirinya sudah tidak bisa mengubah tekad Ye Wushuang. Dan lagi, di alam bawah sadarnya, Ji Xingfeng juga terus menerus berkata pada dirinya sendiri, bukankah dirinya memang menunggu hari ini?
Sekarang Ye Wushuang bersedia memasuki Istana untuk dimanfaatkan olehnya, lalu mengapa dirinya harus berpikir begitu banyak?
“Baiklah, tunggu saat lukamu sudah sembuh, aku akan segera mengatur agar kamu bisa masuk ke Istana.”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Ji Xingfeng selesai mengucapkan kata-kata ini dengan tatapan mata suram dan kelam, kemudian dia berbalik dengan dingin. Hanya pada saat Ji Xingfeng menutup pintu, dirinya baru dengan tenang melepaskan tatapan nostalgia dan obsesi yang ada di pupil matanya yang hitam.
Dirinya akhirnya mengirim Ye Wushuang ke sisi Kaisar Qi, rencana yang telah direncanakannya ribuan kali, mengapa dirinnya malah menjadi begitu gelisah dan engga ketika sudah akan melaksanakannya?
Setelah meninggalkan kamar Ye Wushuang, di bawah sinar bulan yang temaram, Ji Xingfeng melihat sosok Su Qianhua.
Su Qianhua berdiri di ujung koridor, menatap dirinya dengan tatapan dingin, ekspresinya terlihat sedikit sedih dan juga kesepian.
Qianhua dalam ingatannya tidak pernah terlihat seperti ini sebelumnya. Ji Xingfeng melangkah ke arahnya lalu menghela nafas dalam-dalam: “Kenapa kamu masih belum kembali?” Terhadap Su Qianhua, Ji Xingfeng selalu menganggapnya sebagai saudara. Selama bertahun-tahun ini, hanya Su Qianhua saja yang layak dipercaya.
Su Qianhua mengamati Ji Xingfeng sekian lama dalam diam, kemudian dia berkata: “Meski ini sedikit melangkahi, tapi aku masih menunggu di sini untuk mengetahui hasilnnya.”
“Apa yang Nona Ye katakan padamu?” Su Qianhua tahu sedikit tidak pantas jika menanyakan secara terus terang seperti ini. Tapi melihat ekspresi Ye Wushuang yang putus asa sebelum pergi, hatinya tidak bisa merasa tenang.
Saat ini, Ji Xingfeng tidak ingin membicarakan masalah ini. Tapi menghadapi tatapan mata Su Qianhua yang cemas dan ingin tahu, Ji Xingfeng akhirnya menyerah lalu mengucapkan setiap kata dengan ekspresi berat: “Dia ingin masuk ke Istana.”
Su Qianhua sedikit terkejut, menatap Ji Xingfeng dengan ekspresi tidak nyaman untuk beberapa saat sebelum akhirnya berkata: “Kamu menyetujuinya?”
__ADS_1
Ji Xingfeng tidak ingin menghadapi tatapan menginterogasi Su Qianhua, dirinya berbalik dengan sedikit merasa bersalah, kemudian mengangguk dengan berat.
Tatapan mata Su Qianhua seketika menjadi redup dan penuh dengan ketidakbahagiaan, bibir tipisnya mengulas senyum sinis: “Kamu begitu tega?”
“Dia sendiri yang memintanya.” Ji Xingfeng mengangkat alisnya dan mengatakan posisinya.
“Sekarang dia belum memasuki Istana saja sudah dikejar dan ingin dibunuh oleh Selir Mulia Zhao. Jika dia memasuki Istana, apa dia bisa bertahan hidup?”
“Itu semua tergantung pada apa dia bisa mendapatkan hati Kaisar Qi atau tidak.”
“Risikonya terlalu besar, apa Pangeran tidak memikirkannya lagi dengan hati-hati?”
“Masalahnya sudah seperti ini, panah sudah diletakkan di busur, mau tidak mau tetap harus dilesatkan.”
“Tapi, itu terlalu berisiko untuk Nona Ye.”
Melihat Su Qianhua marah untuk pertama kalinya padanya, pupil mata Ji Xingfeng yang tajam tanpa sadar memicing, menatap Su Qianhua dengan ekspresi dingin dan berkata: “Qianhua, jangan lupa, ini adalah rencana kita bersama.”
__ADS_1
“Ya, tapi pada saat itu aku tidak memahami Nona Ye, jadi aku mendorongnya ke dalam lubang api. Sekarang, aku bisa melihat kecerdasan dan kebaikan Nona Ye, aku menyesalinya.”