Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 98 Sebentar Lagi Aku Akan Datang Menemanimu


__ADS_3

Kaisar Zhaolie ingin pergi dan menghalanginya, tetapi dia berpikir ulang.


Mungkin Qin Ruojiu akan benar-benar melompat ke dalam kolam itu kalau Kang Yong menghampirinya.


Pada saat itu dia pun tiba-tiba tersadar, mungkin adiknya juga menyadari kalau Qin Ruojiu mau bunuh diri. Maka dari itu dia berjalan cepat kearahnya untuk menolongnya.


Qin Ruojiu pun berdiri tenang di tempatnya dan melihat ke arah kegelapan. Tiba-tiba dia merasa ada sebuah harapan di dalam hatinya.


Benar, sekarang dia sudah bebas, dia bisa melepaskan semua penderitaannya. Dia tidak perlu menutupi wajahnya dengan cadar hitam lagi saat bertemu dengan orang lain. Dia bisa kembali menjadi dirinya yang sebenarnya.


Hidupnya di dunia ini penuh dengan penderitaan dan kekejaman, setelah meninggal dia akan terbebas dari semua ini. Sejak saat ini, di dunia ini tidak akan pernah ada Qin Ruojiu lagi.


Dia tersenyum untuk terakhir kalinya.

__ADS_1


Air matanya pun menetes keluar dari matanya. Ini adalah terakhir kalinya dia berbicara di hadapan bunga-bunga lotus yang menari-nari ini, “Anakku, sebentar lagi ibu akan datang menemanimu. Tidak peduli hidup atau mati, pokoknya kita akan bersama lagi. Meskipun ibu tidak tahu bagaimana keadaan disana, tetapi ibu yakin disana pasti lebih terang dan hangat dibandingkan sini. Tidak peduli apakah kamu di neraka atau di surga, ibu juga tetap akan menemanimu … menemanimu selamanya….”


Setelah dia mengatakan kata-kata terakhirnya, dia pun memejamkan matanya lalu membuka kedua tangannya dan terjun ke bawah …


Kepergiannya itu seperti seekor kupu-kupu yang membawa semua kesedihan dan penderitaannya.


Pria tampan yang berjalan ke hadapannya, dan pria kejam yang tidak berperasaan itu berteriak secara bersamaan, “Jangan ….”


Sayangnya, wanita yang cantik itu sudah pergi meninggalkan mereka. Ia pergi dengan hatinya yang hancur dan sedih itu.


Kang Yin pun menghentikan langkah kakinya. Belum sempat ia menahan Qin Ruojiu, ia sudah melihat Qin Ruojiu terjun ke dalam kolam itu dengan mata kepalanya sendiri. Tanpa pikir panjang, ia memanjat jembatan itu dan langsung melompat ke dalam kolam.


Kaisar Zhaolie yang melihat adegan itu pun terkejut dan menyipitkan matanya. Dia memandang lurus ke arah kolam tempat dua orang itu terjun. Setelah itu dia membalikkan badannya dan berjalan pergi dengan langkah yang besar. Dia terus berusaha untuk menenangkan dirinya dan berusaha untuk meyakinkan dirinya kalau adik ke sembilannya itu bisa berenang. Dia pasti bisa menyelamatkan Qin Ruojiu.

__ADS_1


Pada saat itu, Qin Ruojiu yang sudah terjun ke dalam kolam itu hanya bisa merasakan kegelapan yang sangat mendalam. Dia tidak sanggup membuka matanya dan hanya bisa merasakan rasa dingin bagaikan es yang sangat mencekam. Kedinginan ituseolah hendak langsung menelannya. Dia tidak berdaya sama sekali dan sedih. Tetapi setelah teringat bahwa dia akan mati, rasa sedih itu pun langsung menghilang dalam seketika.


Dia tidak lagi melawan dan takut, dia hanya membiarkan dirinya tenggelam perlahan demi perlahan sampai ke dasar kolam.


Kang Yin yang sangat khawatir itu langsung berenang ke sisi Qin Ruojiu dan langsung memeluk tubuhnya yang lemah itu dengan cepat. Lalu dengan suara yang rendah dia berteriak, “Ruojiu … Ruojiu ….”


Wajah Qin Ruojiu terlihat pucat pasih, dengan matanya yang terpejam erat seolah tidak akan terbuka lagi. Pada saat itu dia tiba-tiba merasakan perpisahan yang sangat jauh, perpisahan antara dua dunia yang berbeda.


Kang Yin yang khawatir itu memeluknya dan bergegas berenang menuju tepi kolam.


Pada saat itu, dari kejauhan terdengar suara orang-orang yang berjalan datang. Setelah itu terlihat beberapa pelayan istana datang menghampiri mereka. Ketika melihat Pangeran ke-9, mereka pun langsung pergi menyelamatkannya.


Ketika melihat situasi itu, Kang Yin langsung melepaskan jubah yang dia pakai untuk menutupi wajah Qin Ruojiu. Setelah itu dia pun membawa tubuh wanita itu ke tepi sungai.

__ADS_1


Dia membaringkannya dengan hati-hati ke tepi sungai. Sekujur tubuh Qin Ruojiu basah kuyup. Pakaiannya yang tipis itu pun menjadi tembus pandang dan memperlihatkan tubuhnya yang kurus dan terlihat lemas.


Kaisar Zhaolie pun langsung berjalan ke depan untuk melihat peristiwa yang memalukan ini. Matanya pun tertuju pada Kang Yin. Dengan bawah sinar bulan, rambut Kang Yin terlihat basah semua dan jubah yang dia kenakan itu sudah dia lepaskan untuk menutupi Qin Ruojiu. Wajahnya terlihat penuh dengan ketakutan dan kekhawatiran.


__ADS_2