Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 926


__ADS_3

...Ye Wushuang tahu maknanya, bukankah tidak lebih adalah dirinya memiliki paras yang mirip dengan Ratu Qin, karena itu akan sangat mungkin suatu hari nanti dirinya akan berakhir sama sepertinya....


Hello! Im an artic!


“Selir Mulia Zhao terlalu memuji, dengan status dan juga tampilan Selir Mulia Zhao, sulit bagiku untuk menandingimu.”


Setelah mendengar kata-kata Ye Wushuang, Selir Zhen dan Selir Chang mengangkat sudut bibir mereka dengan arogan, menunjukkan ekspresi setidaknya Ye Wushuang mengetahui hal itu.


Hello! Im an artic!


Zhao Xueyan malah berkata tanpa mengubah ekspresi: “Sepertinya kamu adalah gadis pintar, bahkan cara bicaramu juga sangat menyenangkan. Wajar saja jika Kaisar menyukaimu. Lihatlah, membuatmu berdiri sedari tadi dan tidak memintamu untuk duduk dan minum teh, jika hal ini tersebar keluar maka akan dikatakan bahwa aku tidak menjamu dirimu dengan baik. Pelayan, sediakan tempat duduk dan sajikan teh.”


“Baik!”


Saat berbicara, seorang pelayan wanita kecil yang terlihat patuh dan pendiam langsung bergegas maju.


Zhao Xueyan mengangkat matanya, menopang pinggangnya yang ramping sambil mengubah postur duduknya dengan sedikit malas, kemudian memberi perintah dengan nada bicara yang dingin dan acuh: “Sajikan teh kualitas atas yang diberikan oleh Kaisar padaku beberapa hari yang lalu, biarkan mereka mencobanya. Ingat, aku tidak suka meminum teh, sajukan semangkuk sup kurma madu jamur putih untukku.”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Menjawab Selir Mulia, aku mengingatnya.” Pelayan wanita kecil itu menjawab dengan suara lembut, lalu Zhao Xueyan melambai dengan tidak sabar: “Pergilah.”


Setelah pelayan wanita itu pergi, Zhao Xueyan kemudian mengobrol dengan Ye Wushuang, kebanyakan bertanya mengenai hal-hal di Pingzhou. Setiap kali menyebut Pangeran Ping, ekspresi Zhao Xueyan jelas menjadi sedikit tidak menyenangkan.


Tidak lama kemudian, aroma yang menyegarkan memasuki indera penciuman semua orang.


Kemudian pelayan yang tadi menerima perintah datang perlahan-lahan sambil membawa teh.


“Nona, silakan meminum teh.”


Pelayan kecil itu menyajikan dengan hati-hati, Ye Wushuang lalu menerimanya dengan ramah. Yangui yang berada di samping sedikit mengernyit, seolah-olah takut ada racun di dalam teh itu.


Tapi Ye Wushuang malah tampak tidak peduli, Ye Wushuang mulai meniup teh itu hingga dingin lalu mencicipi teh itu dengan perasaan gembira.


Harus diakui bahwa teh ini benar-benar sangat harum. Belum diminum saja sudah bisa merasakan perasaan nyaman yang sulit untuk diungkapkan.

__ADS_1


Menyesapnya sekilas, aroma itu bahkan semakin terasa harum hingga sulit untuk diungkapkan. Datang ke sini kali ini, apa bisa dikatakan mendapatkan keuntungan?


Ye Wushuang baru saja berpikir seperti itu, sebelum menelan teh yang diminumnya, dirinya sudah mendengar suara “prangg–” yang keras. Zhao Xueyan yang tidak meminum teh sudah melempar mangkuk berisi sup kurma madu jamur putih hingga berserakan di seluruh lantai.


Percikan sup itu tidak sengaja mengenai gaun Selir Zhen dan Selir Chang, membuat mereka berdua terlihat sedikit tidak senang, tapi mereka tidak berani berkata apa-apa.


Ye Wushuang menatap semua itu dengan acuh, dengan perlahan meletakkan cangkir teh di tangannya, berpikir dalam hati bahwa apa yang seharusnya datang pada akhirnya akan datang.


Pelayan kecil itu sama sekali tidak tahu kesalahan apa yang telah diperbuatnya, dia menatap bodoh pada Selir Mulia Zhao yang terlihat marah, sepasang matanya terlihat bingung, sudah seperti anak kecil yang tidak tahu kesalahan apa yang telah diperbuatnya.


“Pelayan lancang! Apa yang kamu bawakan untukku?”


Zhao Xueyan memicingkan matanya dan bertanya, seperti kata pepatah, semakin cantik seorang wanita maka akan semakin menakutkan.


Raut wajah pelayan kecil itu seketika menjadi pucat, dia berlutut di lantai dan berkata dengan gemetar: “Menjawab Selir Mulia, bukankah ini sup kurma madu jamur putih yang Selir inginkan?”


Kemarahan dan kejengkelan muncul di wajah cantik Zhao Xueyan: “Lancang! Sejak kapan aku berkata menginginkan sup kurma madu jamur putih? Yang kusukai itu teh sarang burung madu, benda apa yang kamu berikan padaku?”

__ADS_1


__ADS_2