Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 29 Selir Lan Datang Menyindir


__ADS_3

Barusan, dia sengaja meminta Lu’Er dan lainnya pergi, karena tidak ingin mereka melihat wajahnya yang begitu memprihatinkan. Wajah yang bengkak ini adalah kehormatan dan harga diri nya. Dia sudah kehilangan semuanya, dia tidak ingin kehilangan harga diri juga. Iya, walaupun dia adalah permaisuri yang memiliki kedudukan tinggi, tetapi pada siapa dia bisa mengeluh dan mengadu? Dia tidak ingin dikasihani oleh dayang istana juga.


Setelah termenung sesaat, dia baru mengambil kapas dan mencelupkannya ke obat yang ada di meja, lalu ia mengeka bibirnya. Rasa perih langsung menyelimuti seluruh tubuhnya, dirinya bahkan sampai terkisap. Hanya dengan menggerakan bibirnya sedikit saja, ia langsung merasakan sakit yang luar biasa.


Dia pun menahan rasa sakit dan mengoleskan obat kepada semua bagian yang bengkak. Kemudian dia mengambil cadar hitam untuk menutupi wajahnya, dan menyisakan bola mata yang jernih bagaikan kaca. Untuk pertama kalinya, dia merasakan keuntungan memakai cadar. Cadar itu bisa menutupi sisinya yang menyedihkan itu.


Walaupun ia memiliki kedudukan sebagai permaisuri, tapi dia diperlakukan seperti sampah oleh suaminya sendiri.


Terdengar suara pintu terbuka, masuk seorang dayang yang berusia 16 – 17 tahun dengan ekspresi khawatir, “Permaisuri, apa Permaisuri sudah selesai? Jika tidak, Lu’Er…”


Qin Ruojiu mengangguk, “Tidak apa…” begitu mencoba bicara, bibirnya terasa sakit lagi.


“Permaisuri, Selir Mulia Zhao dan Selir Lan datang menjenguk,” ucap Lu’Er sambil menunduk dan mengintip ekspresi Qin Ruojiu.

__ADS_1


Dia mengernyitkan alis karena bingung, “Kenapa mereka bisa datang?”


“Permaisuri, jika kamu tidak ingin bertemu, Lu’Er akan menolak mereka!” begitu teringat luka Permaisuri, Lu’Er pun merasa tidak tega.


Qin Ruojiu tersenyum masam, “Tidak perlu, aku akan menemui mereka. Lu’Er, bantu aku untuk bersiap.”


Saat tirai terbuka, terlihat Zhao Yuanran dan Selir Lan sedang meminum teh sambil berbicara, terkadang mereka pun tertawa.


Sedangkan Selir Lan terlihat tidak begitu sabar, matanya tidak berhenti melirik kesana kemari, seperti sedang mencari sesuatu dan seperti mengamati sesuatu.


Saat melihat Qin Ruojiu, dia pun tersenyum ramah yang membuat semua orang sedikit binggung, “Lan’er memberi hormat kepada Yang Mulia Permaisuri!”


Selir Mulia Zhao juga bangkit dan memberi hormat, “Yuanran memberi hormat kepada Yang Mulia Permaisuri.”

__ADS_1


Qin Ruojiu tersenyum, “Bangunlah.”


Setelah semuanya duduk kembali, Qin Ruojiu memegang sanggulan rambutnya dan menatap mereka berdua dengan bingung.


Selir Lan yang memulai pembicaraan, “Permaisuri, ini adalah bentuk perhatian dari Lan’er, dengar-dengar, Permaisuri semalam…”


Zhao Yuanran langsung bangkit dan memotong pembicaraannya, “Aku dan Adik Lan’er mendapat kabar bahwa Permaisuri tidak enak badan, jadi kami datang mengantarkan makanan bergizi untuk Permaisuri!”


Begitu mendengar omongan Selir Mulia Zhao, sepertinya Selir Lan juga paham, kemudian ia mengalihkan pembicaraan, “Iya, tubuh Permaisuri terlihat begitu lemah, harus banyak makan makanan yang bergizi, supaya bisa lebih sehat dan lebih cantik.”


Qin Ruojiu pun paham bahwa mereka pasti sudah tahu masalah dia dihukum. Ia tersenyum pahit.


Dia mengira dengan adanya cadar hitam yang menutupi wajah, ia bisa menutup masalah ini dari semua orang. Ternyata kabar ini sudah tersebar ke seluruh istana, Ia bahkan tak bisa lagi berpura-pura.

__ADS_1


__ADS_2