Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 156 Aku Mau Mendapatkan Hati Kamu


__ADS_3

Kali ini Qin Ruojiu merasa dirinya seperti anak kecil yang sedang bersadar di dada dia yang kekar, dia menggerak-gerakkan badannya, terlihat penolakan di kedua matanya, “Jangan, sangat sakit……”


Kaisar Zhaolie berkata: “Tidak peduli, justru karena takut kamu sakit aku sudah menahannya berhari-hari. Agar kamu tidak cemburu, aku juga sudah tidak pergi ke istana Qingyi dan paviliun Xiaoyang lagi. Memangnya kamu tidak bisa memuaskan aku sebentar!” pertama kalinya kaisar Zhaolie bicara sehalus ini untuk meminta sesuatu kepada seorang wanita. Walaupun bicaranya lembut, tapi tekad dia tetap kuat.


Mendengar permohonan dari dia, Qin Ruojiu hanya bisa menutup matanya karena dia tidak tahu harus menjawab apa.


Setelah beberapa saat……


Di saat Qin Ruojiu mengira dia akan memaksanya, kaisar Zhaolie tiba-tiba melepaskannya dan melihat langit malam dengan muka yang sedih.


Setelah itu dia berkata: “Sepertinya hati kamu masih tidak bisa memuat aku, aku sudah baik dengan kamu, memangnya kamu tidak ada perasaan sedikitpun terhadap aku?”


Qin Ruojiu berkata dengan datar: “Kamu adalah kaisar, kamu baik dengan aku, tentu saja aku sangat bersyukur, tapi ada beberapa hal aku harus mengikuti kemauan aku, kalau hati aku tidak bersedia, maka tentu saja aku juga tidak bisa membalas kaisar.”

__ADS_1


Kaisar Zhaolie menundukkan kepalanya, “Oh ya? Aku mau mendapatkan hati kamu, memangnya sesulit itu?”


Qin Ruojiu tidka menjawab, kaisar Zhaolie tiba-tiba berdiri, “Baiklah, malam nanti aku akan datang lagi melihat kamu!”


Sinar bulan menyinari kamar Qin Ruojiu. Lantai dan jendela terlihat seperti terlapisi dengan selapis perak. Sinar bulan malam ini sangat indah dan membuat orang tidak bisa mengalihkan pandangannya.


Saat kaosar Zhaolie datang, Qin Ruojiu sedang tertidur pulas.


Benar, hari ini dia menemani Lu’Er dan Xiao Huan membersihkan istana tanpa henti, dia memang mau membuat dirinya lelah agar di malam hari dia bisa tidur dengan cepat dan bisa menghindari kaisar yang menginginkan dirinya.


Dia mengelus rambutnya dengan lembut, saat ini dia sangat menginginkan Qin Ruojiu, tapi melihat dia yang sedang tertidur dengan pulas, mau tidak mau dia menahan dirinya.


Akhirnya dia hanya bisa mencium dahinya perlahan-lahan.

__ADS_1


Dia diam-diam membuka sepatunya, karena takut membangunkan dia, dia mengangkat selimutnya dengan pelan lalu berbaring di atas ranjang.


Di saat ini, Qin Ruojiu hanya merasa hawa dingin datang dari segala sisi yang membuatnya terbangun.


Dia membuka matanya dan melihat kaisar, “Kaisar, kamu sudah datang?”


Suara dia seperti anak kucing yang terluka, terdengar sangat lemas.


Bab selanjutnya Bab 157 Muka Yang Membuat Orang Terpikat


Kaisar tertawa dan memeluknya, sepertinya karena takut dia kedinginan, kaisar terus memancarkan kehangatan dari badannya untuk mengusir kedinginan di dalam hati Qin Ruojiu.


Dia berkata: “Dingin?”

__ADS_1


Qin Ruojiu terkejut mendengar suara kaisar yang lembut itu.


Dia merangkul pinggang kaisar, ucapan dia barusan seperti angin musim sepi yang hangat berhembus ke mukanya. Dia menggelengkan kepalanya, saat ini dia merasa dirinya adalah wanita yang paling bahagia di dunia karena ada suami yang sangat mencintai dirinya.


__ADS_2