Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 767 Hanya Aku Seorang Yang Tahu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bibi Hua memandang Ye Wushuang yang tampak malu, kemudian melihat pakaian dan postur tubuh Ye Wushuang yang menggoda, seketika dia tersenyum dengan mengerti, meraih tangan Ye Wushuang lalu berjalan menuju kamarnya dan berkata: “Kemari, ikut aku ke kamarku.”


Setelah memasuki kamar, Bibi Hua memaksa Ye Wushuang untuk duduk di kursi, lalu dia menuangkan secangkir teh untuknya dan berkata sambil tersenyum: “Minumlah, untuk meredakan keterkejutanmu.”


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang merapikan rambut di dahinya yang sedikit berantakan, tersenyum berterima kasih pada Bibi Hua dan berkata: “Terima kasih Bibi Hua.” Setelah mengatakan itu, Ye Wushuang mengambil cangkir teh dan menyesapnya, kemudian perasaan paniknya akhirnya bisa sedikit lebih rileks.


Bibi Hua yang berada di samping mengabaikan kegugupannya dan hanya menilai Ye Wushuang dengan ringan, ekspresi kasih sayangnya itu sudah seperti sedang memandangi putrinya sendiri.


Ye Wushuang yang akhirnya terfokus merasa malu ditatap seperti itu, dia lalu menutupi wajahnya dan berkata: “Maaf Bibi Hua, cadarku hilang, apa aku membuatmu takut?”


Bibi Hua menggelengkan kepalanya dan berkata dengan wajah lembut dan penuh kasih sayang: “Sembarangan bicara, bagaimana mungkin bisa menakutiku? Aku hanya berpikir Nona Wushuang benar-benar memiliki paras yang sangat baik. Bahkan dengan bekas luka pun masih terlihat sangat cantik.”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang merasa malu dengan pujiannya: “Bibi Hua tidak perlu menghiburku, sebenarnya aku sendiri juga tahu diri.”


“Ucapanku serius.”


“Terima kasih Bibi Hua.” Pada saat ini, Ye Wushuang tersenyum padanya dengan tulus, tidak peduli apa ucapan Bibi Hua itu benar atau tidak. Karena Bibi Hua adalah orang yang sangat baik, Ye Wushuang sama sekali tidak akan memiliki kecurigaan dari setiap perkataannya.


“Wushuang, ini masih begitu pagi, kenapa kamu tidak beristirahat di kamarmu sendiri dan malah keluar dengan berpakaian seperti ini?”


Ye Wushuang merasa sedikit bersalah dengan senyum yang dilontarkan oleh Bibi Hua, Ye Wushuang memalingkan kepalanya dan tersenyum dengan kaku: “Aku… aku ingin datang untuk mencari udara segar.” Meskipun alasan ini terlalu aneh, tapi Ye Wushuang benar-benar tidak bisa memikirkan alasan yang lebih baik untuk saat ini. Pikirannya dipenuhi dengan tatapan mata She Jingtian yang penuh kasih sayang dan lembut, dan juga ciuman intim itu.


“Nak, kamu masih membohongiku, aku tidak bisa dibohongi dengan semudah itu.” Bibi Hua tersenyum sambil menyodok dahi Ye Wushuang dengan jari telunjuknya, sudut matanya yang dipenuhi dengan keriput terlihat sangat memiliki pengalaman.


“Wussh–” Wajah cantik Ye Wushuang seketika menjadi sangat merah. Meskipun tidak tahu apa arti kata-kata Bibi Hua, tapi tatapan matanya itu sudah seperti kucing yang menatap tikus yang ingin melarikan diri.

__ADS_1


“Bibi Hua, apa yang kamu bicarakan…”


“Kenapa? Kamu malu? Jangan berbohong padaku, cepat katakan apa yang tidur di kamarmu itu adalah Tuan Penguasa Kota?”


“…”


Setelah Ye Wushuang terkejut selama 3 detik, dia kemudian baru mengerjapkan matanya, bibir merahnya bergetar untuk sekian lama sebelum akhirnya berkata dengan susah payah: “Bibi Hua, bagaimana Bibi tahu kalau…”


“Jangan khawatir, hanya aku seorang yang tahu.” Melihat wajah cantik yang begitu merah hingga tidak bisa berkata-kata, Bibi Hua segera meraih tangan Ye Wushuang dan tersenyum menyemangati: “Lagipula ini adalah hal baik, kamu jangan terlihat seperti ini. ”


“Aku……”


Kali ini benar-benar sangat memalukan, rasanya sudah seperti pencuri yang tertangkap basah di tempat, jika ada sebuah lubang maka Ye Wushuang benar-benar sangat ingin masuk ke dalamnya.


“Wushuang, aku ini sudah tua, kamu tidak perlu merasa malu di hadapanku. Dan lagi ini adalah jalan yang akan dilalui oleh semua orang, kamu seharusnya merasa rileks.”

__ADS_1


Tapi Ye Wushuang sama sekali tidak bisa rileks, terdapat sedikit rasa malu di tatapan matanya yang jernih, Ye Wushuang lalu berkata: “Bibi Hua, bagaimana Bibi bisa tahu?”


__ADS_2