
Hello! Im an artic!
Hati Bei Fengchen sangat sakit, ternyata luka, kesedihan, dan keluhan yang tersembunyi di mata Leng Bingxin selama bertahun-tahun ini disebabkan oleh pria itu.
Sebenarnya apa yang dilakukan pria itu pada Leng Bingxin hingga membuat wanita lemah sepertinya berubah menjadi seperti ini?
Hello! Im an artic!
Hati Bei Fengchen benar-benar sangat sakit, ini pertama kalinya selama lebih dari 20 tahun ini, dirinya begitu merasa sedih untuk seseorang dan sangat ingin melindungi wanita ini.
Bei Fengchen menepuk punggung Leng Bingxin dengan lembut dan berkata: “Sudah, jangan menangis lagi, bertahanlah selama beberapa hari lagi, nantinya sudah tidak akan merasa sakit lagi, aku akan menjagamu selamanya.”
“Mengapa masih harus menunggu? Mengapa tidak pergi?”
Bei Fengchen terpaku, menghadapi mata yang begitu jernih itu, Bei Fengchen sedikit memejamkan matanya, setelah sekian lama baru akhirnya dirinya sudah tidak tahan lagi dan berkata: “Dunia, dunia, aku membutuhkan seluruh dunia.”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
“Aku mengerti!”
Ketika kata-kata itu diucapkan, Leng Bingxin memaksa air matanya untuk masuk kembali ke tempatnya semula, dari awal sampai akhir, dirinya tidak seharusnya melupakan tujuan Bei Fengchen dikarenakan rasa sakitnya sendiri.
Leng Bingxin mendorong Bei Fengchen keluar dari pintu, suara “brakk–” terdengar, Leng BIngxin dengan kuat menutup pintu itu.
Malam…sedikit dingin, Leng Bingxin meringkukkan tubuhnya, setengah bersandar di kursi, membenamkan dagunya, matanya terkulai ke kejauhan.
Matanya benar-benar kabur, tanpa sedikit pun fokus, seolah segala sesuatu di dunia fana ini tidak dapat mengalihkan perhatiannya.
Wajahnya sedikit terangkat, terlihat sepucat kertas di malam yang gelap, tapi juga terlihat suci dan cantik seperti teratai salju.
Kecantikan yang rapuh dan menyedihkan ini, berapa banyak orang yang bisa melihatnya?
Hingga suara langkah kaki yang berat dan aneh terdengar di telinganya, Leng Bingxin baru tahu bahwa dirinya sudah melamun beberapa jam lamanya.
Ketika kembali tersadar, matanya yang jernih itu memantulkan cahaya redup dari cahaya lilin, mulutnya terbuka lebar karena terkejut, ekspresi serius dan ngeri terlintas di wajahnya, seperti ikan mas yang terpisah dari air, membuat orang lain yang melihatnya merasa sangat khawatir.
__ADS_1
Ya, di malam yang gelap, pria itu mengenakan jubah hitam sutra berpola awan berukiran emas, pakaian berwarna gelap miliknya itu tampak menyatu dengan malam.
Pada saat ini, dia sedang menatapnya dengan sepasang mata hitam yang dalam dan jauh, tatapan mata itu seakan melewati kesepian yang telah berlangsung selama ribuan tahun, dia bisa melihat semuanya hanya dengan mengangkat tatapan matanya.
Ya, pria dengan mahkota emas di kepalanya, tubuh yang kurus dan tinggi, pria dengan wajah tampan seakan diukir itu bukanlah orang lain, melainkan Kaisar saat ini, Kang Yong.
Hati Leng Bingxin yang sudah lama begitu tenang, pada saat ini malah menjadi begitu tidak terkendali. Dirinya panik, dirinya takut, dirinya ingin lari, dirinya ingin bersembunyi …
Ketika pertama kali melihatnya di aula, Leng Bingxin tahu bahwa dirinya tidak bisa melupakan segalanya yang terjadi dalam hidupnya selama bertahun-tahun. Saat dihadapkan dengan wajah itu, Leng Bingxin masih saja merasa bingung dan panik.
Jika bukan karena ada sekelompok pejabat yang duduk di aula hari ini dan juga dirinya didukung oleh Bei Fengchen, Leng Bingxin tahu bahwa dirinya tidak akan bisa lepas dari mata Kaisar Zhaolie, Leng Bingxin pasti akan mengekspos kekurangannya sendiri.
Dalam 2 tahun terakhir, Leng Bingxin selalu bersikap waspada, dirinya telah memperoleh kehidupan baru, dirinya bukan lagi Qin Ruojiu yang selalu menerima penindasan orang lain. Dirinya adalah Leng Bingxin yang tenang, acuh dan juga tegar. Leng Bingxin selalu berpikir bahwa dirinya berpura-pura dengan sangat baik, tapi sayangnya ketika tiba di Negara Kangqing, Leng BIngxin baru tahu bahwa dirinya perlahan-lahan sudah kehilangan kendali.
Luka 2 tahun lalu, rasa sakit 2 tahun lalu, semua siksaan 2 tahun lalu, semua kesalahpahaman itu membuatnya ingin bertanya padanya secara pribadi, apa pria itu merasa menyesal pada saat itu? Apa pria itu merasa bersalah? Atau mungkin apa pria itu pernah mencintainya?
Sekarang, Leng Bingxin akhirnya tahu bahwa ternyata dirinya tidak mendapatkan kehidupan baru dan juga belum mengubah dirinya sepenuhnya. Bahkan meski tampilan dan suaranya berubah, tapi hatinya mungkin akan terpenjara di sini selamanya.
__ADS_1