
Ketika Kaisar Zhaolie datang, dia melihat Qin Ruojiu yang sudah siuman itu ternyata sedang ngobrol sambil bercanda tawa berduaan dengan adiknya di kamar. Cahaya matahari yang masuk dari jendela menyinari mereka berdua. Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang bahagia dan memang sudah ditakdirkan untuk bersama.
Ketika melihat itu, Kaisar Zhaolie langsung mengepalkan tangannya dan wajahnya langsung terlihat kesal. Lalu dia berjalan dengan langkah besar untuk masuk ke dalam kamar itu dan melihat mereka berdua dengan tatapan yang dingin.
Kang Yin dan Qin Ruojiu tidak menyangka ternyata Kaisar Zhaolie bisa datang pada waktu seperti itu. Mereka berdua yang sedang tersenyum bahagia itu pun langsung terkejut dan membeku ketika melihat Kaisar Zhaolie.
Qin Ruojiu memalingkan wajahnya tidak mau melihat Kaisar Zhaolie. Sedangkan Kang Yin yang sedang duduk di atas kasurnya itu pun langsung beranjak berdiri dan terlihat gugup, lalu dia memanggil abangnya, “Kaisar ….”
Kaisar Zhaolie tidak mengatakan apa-apa dan terus melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan yang dingin dan sinis. Lalu dia menunjukkan senyuman dingin di wajahnya. Kemudian dia menggunakan tangannya untuk merapikan rambut Qin Ruojiu yang berantakan itu ke belakang telinganya. Ketika diperlakukan seperti itu, badan Qin Ruojiu secara refleks ingin menghindarinya, tetapi siapa sangka Kaisar Zhaolie langsung menunjukkan tatapannya yang kejam. Tatapannya itu seolah memberi peringatan kepada Qin Ruojiu untuk jangan bergerak.
__ADS_1
Dia berkata, “Adik ke sembilan, hari ini kamu punya banyak waktu luang yah, kenapa hari ini dia ada waktu buat datang ke sini?”
Kang Yin masih tidak sadar dengan rasa cemburu dan kesal yang ada di dalam hati Kaisar Zhaolie, lalu dia pun tersenyum lembut dan menjawab, “Aku datang untuk menjenguk Qin Ruojiu!”
Tangan Kaisar Zhaolie yang sedang memegang kening Qin Ruojiu itu pun sedikit bergetar, “Adik yang sangat pengertian, kamu tahu tidak dia itu siapa kamu?” Kaisar Zhaolie berusaha untuk menahan emosinya dan bertanya dengan nada bicara yang ramah.
Pada saat ini Kang Yin mulai sadar ada rasa emosi di dalam suara Kaisar Zhaolie. Lalu dia tetap menunjukkan senyuman di wajahnya dan menjawab, “Dia itu kakak iparku.”
Qin Ruojiu tahu pada saat ini dia tidak bisa menambahkan apa-apa di antara perbincangan mereka berdua. Dia hanya bisa terus melototi Kaisar Zhaolie.
__ADS_1
Setelah mendengar itu, Kang Yin pun tersenyum canggung dan berkata, “Kalau Kaisar masih menganggap dia sebagai Ratu Kaisar, kenapa Kaisar masih memperlakukannya seperti itu?”
Setelah mendengar pertanyaan dari adik ke sembilannya, Kaisar Zhaolie pun merasa kesal dan marah. Adik ke sembilannya yang dulunya sangat penurut dan selalu mendengar perintahnya itu hari ini berani bertanya seperti itu padanya karena seorang wanita. Kemudian, Kaisar Zhaolie pun langsung melihatnya dengan tatapan yang sangat dingin dan menjawab, “Dia adalah wanita Kasiar, Kaisar mau bagaimana memperlakukanya itu urusan Kaisar, tidak ada urusannya dengan kamu.”
“Benarkah? Kamu juga menganggap dia sebagai wanita milikmu? Kalau begitu harap kamu bisa memperlakukannya layaknya seorang manusia!” Ketika mengatakan kata manusia, Kang Yin sengaja menekan kata itu agar Kaisar Zhaolie bisa mendengarnya lebih jelas lagi. Ini adalah pertama kalinya Qin Ruojiu mendengarnya berbicara dengan nada dingin dan sedikit marah seperti ini.
Kaisar Zhaolie tetap melihatnya dengan tatapan dingin dan menjawab dengan suara yang rendah, “Kalau Kaisar tidak memperlakukannya seperti seorang manusia, sekarang dia pasti sudah tidak hidup lagi.” Paling tidak kalau waktu itu dia tidak peduli dengan wanita ini, pasti dia sudah meninggal. Lagian biasanya juga dia sendiri yang menyuapinya makan obat dengan mulutnya sendiri.
Kang Yin yang mendengar jawaban dari abangnya itu pun merasa kesal dan menjawab, “Kalau dia sekarang hidup seperti seorang manusia, itu berarti dia cuman ibarat mayat yang bisa bernafas saja.”
__ADS_1
“Apa maksud perkataanmu ini?” Kaisar Zhaolie langsung marah dan melihatnya dengan tatapan penuh amarah.
Kang Yin pun menjawab, “Apa maksud dari perkataanku ini Kaisar sendiri yang paling mengerti. Pokoknya mulai hari ini aku akan menjaganya!” Selesai bicara, Kang Yin pun melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan yang hangat. Di dalam tatapan mata itu terlihat ketegas dan ketulusannya pada Qin Ruojiu.