Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 135 Ini Adalah Satu-Satunya Kesenangan Dia


__ADS_3

“Kaisar, memangnya kamu baik dengan aku?” Qin Ruojiu merasa ucapan kaisar itu sangat lucu, baik? Kalau penyiksaan dia terhadap dirinya itu dibilang baik, lalu apakah dia harus bersujud kepada orang seperti Su Zhen’er itu seperti sedang menyembah dewa?


“Menurut kamu? Aku pertama kalinya menuruti wanita seperti ini, aku pertama kalinya bisa tidak menyentuh kamu demi menjaga perasaan kamu, aku juga memberikan barang satu-satunya yang ditinggalkan oleh ibu aku kepada kamu! Menurut kamu, apakah aku sudah cukup baik dengan kamu?” dengan dingin dia menatap Qin Ruojiu.


Ternyata ini adalah kebaikan menurut dia. Benar juga, dia adalah kaisar yang sangat tinggi, biasanya orang lain yang selalu perhatian dan memuja dia, mana mungkin dia bisa memahami hati orang biasa?


Dia hanya bisa tertawa, pertama kalinya dia merasa sedih untuk kaisar ini, perhatian dan perlindungan yang paling dasar saja dia tidak mengerti.


“Kamu tertawa apa?” melihat dia tertawa, hati kaisar sedikit berantakan.


Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya, “Tidak apa-apa, aku hanya merasa perhatian yang diberikan kaisar ini tidak bisa dirasakan oleh aku.”

__ADS_1


“Bagus kalau kamu tahu, tidak semua orang bisa mendapatkan perhatian dari aku.”


“Lalu kaisar mau aku melakukan apa?”


Melihat Qin Ruojiu sedang menatap dirinya, kaisar Zhaolie perlahan-lahan mendekatkan badannya ke arah Qin Ruojiu, di saat Qin Ruojiu masih melamun, dia mencium lehernya.


Dia berkata: “Mulai hari ini kamu tidak boleh masak untuk pria lain selain aku!”


Setelah beberapa saat, kaisar berkata dengan marah: “Siapa yang berani makan, aku akan suruh orang untuk memotong lidahnya.”


Ucapan ini langsung membuat Qin Ruojiu tegang, pria ini benar-benar seperti iblis. Demi hasrat dirinya sendiri, dia bisa membunuh banyak orang yang tidak bersalah.

__ADS_1


Qin Ruojiu langsung lemas mendengarnya, “Kaisar, kamu lepaskan aku saja, kalau kamu benar-benar perhatian dengan aku, maka biarkan aku pergi dari sini saja.” di sin bukan lagi penjara, tapi adalah neraka yang sangat kejam, dia sama sekali tidak mau berada di sini lagi.


Melihat mata dia yang terluka, kaisar tidak tahu dirinya berbuat salah apa. Tapi mendengar dia mau pergi, api amarah di dalam hatinya mulai membara, dia langsung memeluknya erat-erat, “Jangan mimpi!”


“Kenapa kamu tidak mau melepaskan aku? Memangnya aku salah apa?” dia sangat tidak mau menerima takdir ini, kenapa dia harus menjadi permaisuri, kenapa dia harus menerima penyiksaan ini? Bukan hanya dia yang harus menanggung ini semua, tapi juga harus melibatkan orang lain.


“Kamu tidak salah apa-apa, karena kamu membuat aku sakit hati.”


Bab selanjutnya Bab 136 Dia Kenapa Masih Di Sini


“Tidak, itu namanya benci, kamu biarkan aku pergi, kalau aku pergi, kamu tidak akan melihat aku lagi, maka semuanya akan kembali menjadi tenang.” dia berusaha memberontak, tapi kaisar malah menekan badannya.

__ADS_1


__ADS_2