Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 750 Janjikan Satu Hal Padaku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ye Wushuang mencicipinya dengan tenang, matanya yang jernih bagai air itu terlihat sedikit melengkung, menunjukkan senyuman yang sangat manis.


Pangeran Liang juga tertegun untuk sesaat, dirinya tidak menyangka bahwa Ye Wushuang akan terlihat begitu cantik saat sedang makan.


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang menatap ke arah Pangeran Liang ketika dirinya sedang makan, ketika melihat Pangeran Liang yang menatapnya dengan begitu lekat, Ye Wushuang berpikir ada sesuatu yang menempel di bibirnya, jadi dirinya segera menyekanya dengan malu. Tapi setelah menyeka cukup lama, sama sekali tidak ada apa-apa di sana. Ye Wushuang merasa kesal dan bertanya pada Fu Zhongrong: “Pangeran Liang, kenapa kamu tidak memakannya?”


Setelah dipanggil seperti itu oleh Ye Wushuang, Pangeran Liang akhirnya kembali fokus, dia kemudian menarik kembali tatapan matanya dengan sedikit canggung dan berkata: “Hmm, aku akan memakannya, aku akan memakannya…” Setelah mempelajari caranya dari Ye Wushuang, Pangeran Liang juga menggigit permen manisan itu dengan perlahan, rasa di mulutnya sangat manis, tapi siapa yang tahu bahwa rasa di dalam hatinya jauh lebih manis.



Ye Wushuang dan Pangeran Liang makan di sepanjang jalan, rasa manis itu terasa manis di mulut sampai ke hati mereka. Tapi She Jingtian yang berada di belakang malah merasa sangat cemburu di sepanjang jalan.


Hello! Im an artic!


Melihat kedua orang yang memakan manisan haw sambil tersenyuman satu sama lain di sepanjang jalan, hatinya benar-benar bagai digerogoti oleh ratusan semut, perasaan sangat tidak nyaman membuatnya benar-benar ingin segera mencari tempat untuk melampiaskannya.


Ye Wushuang, apa hatimu itu sudah jatuh pada Pangeran Liang?


Ketika kembali ke Kastil Wuyou, langit sudah hampir gelap.

__ADS_1


Awalnya mereka berencana untuk kembali sebelum Min’er pulang sekolah, tapi mereka lupa waktu karena bermain dengan sangat gembira.


Setelah Ye Wushuang dengan enggan mengucapkan selamat tinggal pada Pangeran Liang, dia bergegas pergi ke Paviliun Zhaixing.


Saat ini Min’er sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya, ketika melihat Ye Wushuang sudah pulang, dia langsung meletakkan penanya untuk menyambut Ye Wushuang.


“Kak Wushuang, kamu sudah kembali?”


Ye Wushuang berjalan menghampiri lalu meraih tangan Shangguan Min’er dan berkata: “Min’er, bagaimana pelajaranmu hari ini?”


Setelah keduanya duduk, Min’er lalu menjawab sambil tersenyum: “Sangat baik, Guru bahkan memujiku.”


“Benarkah?” Ye Wushuang tersenyum bahagia untuknya, mengelus kepala Min’er dan berkata: “Apa kamu lapar? Aku akan membuatkan makanan untukmu.”


“Bibi Hua? Bukankah hari ini Bibi Hua tidak enak badan?” Ye Wushuang teringat akan tindakan She Jingtian yang bersikeras tidak memperbolehkannya keluar, dia bahkan berkata bahwa Bibi Hua tidak enak badan dan memaksa dirinya untuk tinggal.


“Tidak, Bibi Hua baik-baik saja, dia tidak sakit.” Min’er menjawab dengan polos, tidak mengerti mengapa ekspresi Ye Wushuang terlihat begitu rumit.


Ye Wushuang sepertinya mengerti apa maksud tindakan She Jingtian, dia tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya tenggelam dalam pemikirannya sendiri.


Saat ini, Min’er malah mengangkat kepala kecilnya, tatapan matanya dipenuhi dengan rasa keingintahuan yang tak terbatas: “Kak Wushuang, apa kamu bahagia pergi bermain dengan Paman Zhongrong hari ini?”


“Bagaimana kamu bisa tahu bahwa aku bersama dengan Pangeran Liang?”

__ADS_1


Pertanyaan Min’er langsung menarik perhatian Ye Wushuang.


“Paman She yang memberitahuku.”


Raut wajah Ye Wushuang sedikit menggelap: “Dia datang kemari?”


“Ya, baru saja pergi.”


“Oh,” Ye Wushuang menjawab sekilas, tidak tahu harus berkata apa lagi.


Min’er malah terlihat serius dan dengan sedih berkata: “Kak Wushuang, bisakah kamu menjanjikan satu hal padaku?”


Jarang sekali Min’er terlihat begitu serius sudah seperti orang dewasa, Ye Wushuang terkejut untuk sesaat dan berkata: “Hmm? Kenapa?”


“Katakan, apa kamu menjanjikan padaku atau tidak?”


“Baiklah, aku berjanji pada Min’er, tapi Nona Min’er harus memberitahuku sebenarnya hal apa itu.”


“Di kemudian hari jangan bermain dengan Paman Zhongrong dan meninggalkan Paman She, bisakah?”


“…”


Ye Wushuang tidak menyangka gadis kecil ini akan mengatakan ucapan seperti ini, Ye Wushuang langsung berkata dengan tidak berdaya: “Nona Min’er, mengapa kamu berkata seperti ini?”

__ADS_1


“Karena aku tidak ingin Paman She sedih, setiap kali ketika melihatmu dan Paman Zhongrong berduaan, Paman She terlihat tidak senang.” Ya, ketika di perahu juga seperti itu, hari ini juga seperti itu. Min’er tidak pernah melihat Paman She begitu muram, dan setiap kali menyebut Kak Wushuang, ekspresinya juga berubah.


__ADS_2