
Hello! Im an artic!
“Qin Ruojiu, tenangkan dirimu, Kakak bukan orang seperti itu… dia…” Untuk pertama kalinya, Kang Yin tercengang oleh kata-kata Qin Ruojiu, dirinya tidak pernah menyangka Qin Ruojiu akan membelanya seperti ini, di balik tampilannya yang lembut dan elegan, sejak kapan Qin Ruojiu memiliki kepribadian yang kuat seperti ini?
Ucapan itu bagi Kang Yin tentu saja merupakan ucapan yang menghibur, tapi bagi orang satunya lagi, orang itu sudah hampir meledak, dia berkata memaki:
Hello! Im an artic!
“Dasar pelacur, apa kamu benar-benar ingin mati?” Kaisar Zhaolie yang sedang marah benar-benar terlihat seperti seekor singa gila, raut wajahnya itu sangat jelek, matanya memicing seolah ingin menelan Qin Ruojiu hidup-hidup.
__ADS_1
Kali ini Qin Ruojiu sama sekali tidak menciut, tatapan matanya tegas, mengangkat kepalanya dan wajahnya yang cantik itu dipenuhi dengan raut sarkas, dia kemudian berkata: “Kaisar, kamu tahu bahwa aku tidak takut mati, dulu sekali aku sudah memintamu untuk membunuhku, tapi Kaisar tidak sanggup untuk bertindak, baiklah, sekarang karena sudah sampai di tahap di mana semuanya sudah tidak bisa diperbaiki, kalau begitu lakukan saja hari ini!” Qin Ruojiu sudah pasrah, lagipula hanya mengorbankan 1 nyawa, biarkan saja dia mengambilnya, tapi sebelum dirinya mati, Qin Ruojiu pasti harus memperhitungkan semua penderitaannya selama ini padanya.
Kaisar Zhaolie hanya menatap wajah itu dengan dingin, sangat cantik, benar-benar sangat cantik, bahkan lebih cantik dibanding biasanya, penampilan seperti ini, riasan tebal ini, semua ini demi untuk melarikan diri dengan Kang Yin? Kaisar Zhaolie menyimpan kecantikan itu di kedalaman matanya, dia kemudian berkata dengan marah: “Qin Ruojiu, kamu selalu mengancamku dengan menggunakan kematian, kamu jelas tahu bahwa aku tidak akan membunuhmu, tapi kamu malah selalu menyudutkanku setiap saat. Huh, kamu ingin mati? Tidak mungkin, aku sudah berkata bahwa itu tidak mungkin, aku hanya akan menyiksamu perlahan-lahan, aku ingin kamu merasakan penderitaan yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya, aku akan mengembalikan rasa sakit itu 100 ribu kali padamu!” Berbicara hingga akhir, suara Kaisar Zhaolie berubah menjadi serak.
Kang Yin yang berada di samping mendengarkan ucapan Kakaknya yang sudah seperti singa mengamuk, pada saat itu dia segera berteriak dengan dingin: “Cukup! Kak, surat itu hanyalah surat perpisahan biasa, kenapa Kakak tidak percaya?”
Hello! Im an artic!
“Ruojiu, mana suratnya?” Mata Kang Yin mengerjap, berkata dengan suara dalam sambil menatap ke arah Qin Ruojiu yang sudah terlihat seperti orang mati.
__ADS_1
Ketika Qin Ruojiu mendengar kata “surat”, suaranya tanpa sadar berubah menjadi rendah dan serak, dia berkata dengan senyum getir: “Sudah dibakar dan ikut bersama Xiao Huan!”
Alis Kaisar Zhaolie terangkat naik, sudut bibirnya mengulas senyum sarkas: “Sudah dibakar? Haha! Jika bukan karena surat itu tidak boleh dibaca orang lain, bagaimana mungkin kamu membakarnya?”
“Kaisar ingin memikirkan bagaimanapun, aku juga tidak berdaya.” Qin Ruojiu berkata dengan dingin, terhadap masa lalu, Kaisar Zhaolie juga tidak bisa menyelidiki semuanya secara rasional, seperti masalah potret lukisan Putri Liqing, Kaisar Zhaolie menyalahkannya hanya dengan berdasarkan tindakan yang impulsif. Dan kali ini, Qin Ruojiu sudah dipastikan akan menanggung fitnah ini, lagipula itu adalah kematian jadi lebih baik mati dengan lugas. Hanya saja Qin Ruojiu tidak mengerti mengapa pada akhirnya Kaisar Zhaolie tidak membunuhnya di saat-saat terakhir?
“Dasar ******, apa menurutmu dengan berpura-pura saat ini maka akan membuatku tidak tega?” Kaisar Zhaolie berteriak dengan marah, pupil matanya yang hitam itu sudah memerah dan tatapannya dipenuhi dengan rasa jijik yang dalam. Apalagi di bawah langit yang gelap ini, itu terlihat lebih menakutkan.
“Ruojiu, kamu jangan memprovokasinya lagi!” Kata Kang Yin yang sangat cemas ketika melihat mereka di samping, jika begini bukankah hanya akan semakin salah paham? Awalnya masalah ini merupakan masalah dikarenakan jebakan orang lain, tapi mengapa semakin membicarakannya jadinya semakin runyam?
__ADS_1
“Ruojiu, tidak memanggil dengan sebutan Kakak Ipar tapi malah memanggil dengan sebutan Ruojiu… huh … haha… kalian berkata kalian tidak memiliki hubungan pribadi? Bagaimana kalian ingin aku mempercayainya?”