Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 393 Aku Ingin Dia Mati


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Zhao Yuanran jelas ketakutan dengan tampilan Kaisar Zhaolie yang mengerikan dan tidak biasa, wajah Zhao Yuanran pucat dan dirinya melangkah mundur, seolah jika dirinya melangkah lebih dekat pada Kaisar Zhaolie maka dirinya akan tercabik-cabik olehnya tanpa ampun. Kemarahan yang seperti macan tutul, tatapan mata yang seperti singa, aura yang seperti harimau, itu benar-benar mengerikan.


Raut wajahnya perlahan-lahan berubah menjadi dingin dan tidak berperasaan, sudah seperti pisau tajam yang menggores wajahnya dan terus menerus menusuk rasa sakit dan penderitaan di dalam hatinya, terus menerus membakar tatapan matanya yang kosong. Zhao Yuanran tidak berani menatap wajah dingin yang menakutkan itu, mengatupkan bibirnya dengan erat untuk mencegah ketakutan yang besar itu menghancurkannya.


Hello! Im an artic!


“Pengawal, bunuh dia, aku ingin dia mati!”


Kata mati itu membuat pikiran Zhao Yuanran tiba-tiba menjadi kosong seolah dirinya disambar petir.


Di bawah tebing, angin kencang berhembus, pakaiannya berkibar, angin malam menerpa rambut panjangnya yang halus, melebur ke kedalaman kegelapan.


Qin Ruojiu memejamkan matanya, hanya merasakan bawah kakinya terasa kosong, seluruh dirinya jatuh tanpa tidak bebas, dirinya jatuh sudah seperti tidak ada akhir.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Di telinganya, deru suara angin terus menerus terdengar dari waktu ke waktu, pipi kanannya yang terluka begitu sakit sudah seperti akan terkoyak, ada perasaan sesak di dadanya, seolah jantungnya bisa melonjak keluar dan berhenti berdetak kapan saja.


Ada keheningan dan kedinginan di hatinya, apa ini perasaan sebelum kematian? Apa dirinya benar-benar akan pergi ke neraka?


Rasa sakit sudah berubah menjadi mati rasa


Ketika kembali terbangun, sudah tiga hari kemudian.


Dirinya terjun dari tebing di langit malam yang gelap, hanya untuk melarikan diri dari siksaan tiran kejam itu, untuk mendapatkan kembali pelepasan terakhir bagi hatinya yang sudah babak belur.


Tapi apa pada saat ini dirinya masih belum mati? Mengapa tempat dirinya berada ini tidak ada bedanya dengan dunia biasa? Kepalanya sangat sakit! Qin Ruojiu mengerutkan kening dan bergumam pelan. Di luar pintu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang samar.


“Nona, kamu sudah sadar?” Suara seorang wanita paruh baya terdengar di atas kepalanya, di saat bersamaan bau ramuan obat yang kuat dan menyengat tercium.

__ADS_1


Qin Ruojiu ingin bangun, tapi sekujur tubuhnya sangat sakit hingga membuatnya tidak bisa bergerak.


Setelah beberapa saat, Qin Ruojiu baru bangkit, sedikit mendongak untuk melihat ke atas kepalanya.


Wanita paruh baya itu terlihat sangat baik, dia mengenakan sweater kain kasar, kepalanya dibalut dengan kain berwarna abu-abu, tampilannya itu terlihat seperti seorang petani.


Qin Ruojiu menatapnya dengan asing, bibir merahnya mengatup erat, tidak berbicara untuk sekian lama.


Tidak mati, dirinya benar-benar tidak mati… Mengapa Tuhan tidak membawanya pergi tapi malah membiarkannya masih hidup saat ini? Apa ini kehendak Tuhan?


Wanita paruh baya itu menatap mata Qin Ruojiu yang berkabut dan dipenuhi dengan rasa sakit dan pertentangan, seakan bisa menebak apa yang sedang dipikirkan dalam hati Qin Ruojiu.


Wanita paruh baya itu meletakkan mangkuk obat di tangannya, duduk di atas meja pendek di samping dan perlahan-lahan berkata: “Nona pasti penasaran bagaimana bisa berada di sini bukan? Apa Nona tidak sengaja jatuh dari Tebing Eboni? Ketika suamiku sedang menebang kayu, dia melihat Nona tergantung di pohon ebony dengan sekujur tubuh berlumuran darah. Pada saat itu suamiku mengira Nona sudah mati, jadi dia menebang pohon itu dan kemudian menemukan bahwa Nona masih bernafas, karena itu suamiku membawa Nona pulang. Nona, kamu sungguh beruntung, jatuh dari tempat setinggi Tebing Eboni dan masih hidup, Nona sungguh diberkati!”


Qin Ruojiu mendengar situasinya sendiri, dirinya tidak terlalu banyak bergerak, ketidakpeduliannya itu seakan dirinya sedang mendengarkan cerita milik orang lain.

__ADS_1


__ADS_2