Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 653 Apa Yang Ingin Kalian Lakukan?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Air kolam di pagi hari masih agak dingin. Saat beberapa tetes jatuh di wajah dan rasanya sedingin es, menyenangkan dan sangat menyegarkan. Saat sedang mencuci baju, Ye Wushuang juga menyenandungkan lagu yang tidak diketahui. Tapi tanpa diduga, ada air yang terpercik ke sampingnya. Seperti ada seseorang yang dengan sengaja melemparkan batu ke dalam air. Karena Ye Wushuang sedang tidak siap, lengan pakaiannya menjadi basah.


Ye Wushuang menjerit dan segera berdiri. Dia menarik rambut panjangnya ke belakang dan menoleh ke belakang dengan lincah, ingin melihat siapa pelakunya.


Hello! Im an artic!


Ternyata ada dua wanita cantik di belakangnya.


Seorang dengan gaun merah mengambang, wajahnya bisa digambarkan dengan sangat cantik. Tapi mata yang dingin dan agresif itu membuat orang tidak dapat melihat langsung ke arahnya. Ye Wushuang kenal wanita ini, bukankah dia adalah Hong Luan, pelindung Paviliun Zhuque di Kastil Wuyou?


Dan wanita di belakangnya memakai pakaian putih dengan syal dan rambut sehitam tinta. Di rambutnya hanya memakai pita emas. Saat terpantul di kolam yang jernih, dia terlihat seperti gadis yang sedang dalam usia emasnya, mungkin sekitar 18-19 tahun. Kulitnya lebih putih dari salju, matanya indah dan giginya rapi, penampilannya terlihat sangat cantik.

__ADS_1


Kalau Ye Wushuang tidak salah menebak, wanita ini adalah Penguasa Paviliun Baihu, Bai Zhi.


Hello! Im an artic!


“Apa yang ingin kalian lakukan?” Melihat niat buruk dari keduanya, Ye Wushuang menatap mereka dengan mata penuh kewaspadaan. Di saat yang sama, nada suaranya menjadi serius.


Hong Luan berjalan mendekat dengan senyum tidak tulus, melirik ke arah Ye Wushuang yang sedang menggulung lengan pakaian dan roknya untuk mencuci pakaian dengan jijik. Dia tiba-tiba mengejek, “Kudengar kamu melakukan kerja yang bagus di pesta ulang tahun Nona Min’er? Kenapa masih melakukan pekerjaan kasar yang dilakukan oleh pelayan rendahan?”


“Ini bukan urusanmu.” Ye Wushuang menjawab dengan dingin. Menghadapi tatapan penuh kebencian yang dilemparkan Hong Luan padanya, Ye Wushuang tampak sangat tidak berdaya.


“Memang kamu siapa?” Ye Wushuang menjawab pertanyaan itu dengan sadar.


“Aku Hong Luan, Penguasa Paviliun di Aula Zhuque. Di Kastil Wuyou, selain Penguasa Kota, tidak ada orang yang berani bicara seperti ini padaku.”

__ADS_1


“Benarkah? Tapi aku memiliki prinsip. Jika orang itu menghormatiku, aku akan menghormatinya. Kalau orang itu menyinggungku tanpa asalan, aku tidak akan mengampuni orang itu.”


“Apa? Kamu…” Wajah Hong Luan memerah karena marah, dia berbalik dan menarik tangan wanita berpakaian putih itu sambil berkata, “Kak Bai Zhi, kamu melihatnya tidak? Wanita ini begitu sombong.”


Ye Wushuang menyaksikan adegan ini dengan dingin. Hatinya berpikir, orang ini sungguh suka berpura-pura menjadi korban. Jelas-jelas mereka yang datang untuk mencari-cari kesalahan Ye Wushuang, tapi sekarang dia yang dibilang sombong.


Wanita berpakaian putih itu jelas lebih tenang daripada Hong Luan. Dia melangkah maju dengan wajah dingin dan menatap Ye Wushuang untuk waktu yang lama. Matanya yang indah menatap sekilas dan berkata dengan jijik, “Wanita yang tidak jelas asal usulnya, meski dapat menjaga Nona untuk sementara waktu, tapi tidak akan bertahan lama.”


“Itu benar, sepanjang hari menutupi wajahnya. Apa benar-benar begitu memalukan?” Hong Luan didukung oleh seseorang, dia menjadi semakin sarkasme.


Ye Wushuang terlalu malas meladeni mereka, merasa kalau gadis-gadis kecil ini hanya sengaja memprovokasi. Kalau dilayani terus, pasti tidak akan ada habisnya.


Saat ini, dia berbalik dan berjongkok di tempat semula. Dia mulai membersihkan cucian yang sudah hampir selesai.

__ADS_1


“Kak Bai Zhi, lihat itu. Dia bahkan merendahkanmu. Dia terlalu menganggap remeh orang.” Ye Wushuang tentu tidak menyangka kalau ketidakpeduliannya ini juga akan membuat kedua nona besar itu marah.


Meski Bai Zhi tidak ceroboh seperti Hong Luan, tapi dia juga bukan rang yang baik hati. Dia menarik sudut bibir merahnya dan mencibir dengan kaku.


__ADS_2