Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 452 Tidak DIsangka Ternyata Adalah Kamu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Suara kecapi itu masih tidak berhenti, Leng Bingxin mengangkat tangannya dengan ringan, menjentikkan jarinya ke kiri dan ke kanan, seketika suara kecapi itu mengalir keluar. Pada awalnya begitu anggun dan lembut, seperti lilin merah di ruangan yang berkedip dan mati bersama dengan hembusan angin, memberitahu bahwa kecantikan di depan cermin dengan cepat akan segera menua. Senar-senar itu saling berdentang, suara yang dihasilkan bergema, meskipun Leng Bingxin tidak membuka bibirnya, tapi dia malah bergumam pelan seiring dengan suara kecapi: Suara kecapi begitu tenang, seperti mimpi dan ilusi, apa itu benar atau salah, aroma dupa begitu dingin, merasa rindu dan ingin bertemu tapi sulit untuk dilakukan. Bayangan Bodhi terpantul, angin berhembus menggerakkan danau jernih yang ada di dalam hati, bunga-bunga berguguran, setelah angin berhembus, takdir untuk bertemu dan berpisah, siapa yang akan datang untuk berdamai satu sama lain?


Setelah lagu itu selesai dimainkan, ketika Leng Bingxin bangkit bangun, dia baru menyadari bahwa bukan dia satu-satunya orang yang tenggelam dalam dunianya sendiri.


Hello! Im an artic!


Di belakangnya, berdiri Bei Fengchen yang terpaku, Qinghao dengan raut wajah terpana dan juga Huang’er, Lan’er serta yang lainnya yang begitu terkejut dan terlihat tidak percaya.


Tatapan Leng Bingxin terkejut pada awalnya, kemudian dengan cepat kembali ke tatapannya semula yang dingin, dia lalu bertanya dengan: “Kalian semua di sini?” Setelah keterkejutan itu berlalu, ucapan yang terlontar itu terdengar sedikit mencela diri sendiri.


Bei Fengchen akhirnya sedikit tersadar, menatap Leng Bingxin sekilas dengan penuh arti, pupil gelapnya itu terdapat semacam cahaya yang tak bisa ditebak, Bei Fengchen menatap Leng Bingxin dengan lekat.


Huang’er maju pada waktu yang tepat dan berseru: “Wow, Nona Bingxin, ternyata kamu bisa memainkan kecapi?”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Benar, kemampuan kecapimu sangat luar biasa, kenapa kami tidak pernah mendengarmu mengungkitnya?”


“Benar, saat kami mendengar suara kecapi barusan, kami mengira itu adalah seseorang dari luar dunia, tapi tidak disangka ternyata adalah kamu!”


Mendengar pujian Lan’er dan Hong’er, Leng Bingxin menundukkan kepalanya dengan tidak setuju, menatap ke kejauhan dengan mata berkabut dan berkata dengan suara datar: “Ini tidak layak untuk diungkit.”


“Apanya? Kamu begitu hebat, bagaimana bisa tidak layak untuk diungkit?”


Setelah Lan’er selesai berbicara, dia menoleh ke arah Bei Fengchen, senyum yang diulas di wajahnya itu seolah-olah ingin mendapatkan dukungan dari Bei Fengchen.


Mata Bei Fengchen yang tampan itu sedikit mengerjap, memberi isyarat lalu menatap kecapi yang ada di tangan Leng Bingxin dan berkata: “Apa kamu suka bermain kecapi? Jika suka maka aku akan memberimu kecapi yang seribu kali lebih baik dari ini.”


“Tidak perlu, bisa menghasilkan alunan melodi yang menyentuh itu sudah cukup, tidak terpaku pada seberapa mahal nilai kecapi itu.”

__ADS_1


“Benarkah? Apa kamu tahu ada urusan apa aku mencarimu hari ini?”


Leng Bingxin tersenyum acuh: “Bahkan Qinghao sang dokter jenius datang kemari, sepertinya ingin tahu bagaimana kondisi lukaku bukan!”


Bei Fengchen menoleh dan menatap sekilas ke arah Qinghao, dia kemudian bergumam: “Ya, Qinghao datang kemari untuk membawakan salep yang baru saja dibuat baru-baru ini untukmu, ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Sekalian dia ingin melihat bagaimana kemajuan kondisi lukamu itu.”


Leng Bingxin mendengarkan dan tidak berbicara, jari-jarinya yang ramping tanpa sadar menyentuh pipinya sendiri, tapi tatapan mata itu malah menatap ke arah kejauhan dengan acuh.


“Nona Bingxin, keahlian kecapimu itu sangat luar biasa, sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi di kemudian hari.” Huang’er pada awalnya merasa khawatir karena Nona Bingxin ini hanya berfokus pada tarian dan mengabaikan seni kecapi, jika begitu dirinya sulit untuk menjelaskannya pada Pangeran. Ternyata alasan mengapa dia tidak belajar kecapi dari dirinya adalah karena dia sudah bisa melakukannya, dan lagi bahkan telah mencapai titik di mana benar-benar sangat ahli.


“Terima kasih!” Kalimat yang begitu datar diucapkan oleh Leng Bingxin dengan sopan tapi juga terasa asing.


Leng Bingxin adalah yang paling acuh dan jarang berbicara di antara para gadis yang pernah mereka ajari, tapi juga yang paling disukai oleh mereka.


Meskipun Leng Bingxin tidak suka berbicara dan tidak suka berada dekat dengan mereka, tapi aura asing dan dingin yang dipancarkannya itu malah membuat mereka merasa Leng Bingxin berada di luar jangkauan mereka.

__ADS_1


__ADS_2