Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 18 Mengapa Mereka Ditangkap


__ADS_3

Bulan menggantung tinggi dan memberikan cahaya yang redup ke dalam bangunan, Istana Fengyi saat ini terlihat begitu misterius dan tenang.


Qin Ruojiu menyampingkan makan malam yang belum ia sentuh sama sekali itu, kemudian menyuruh Lu’Er membawa makanannya pergi.


Lu’Er menjadi khawatir, “Permaisuri, kamu tidak makan siang, sekarang tidak mau makan malam. Kamu bisa sakit, setidaknya makan lah sedikit saja untuk mengisi perut.”


Qin Ruojiu mengmenggelengkan kepala, sambil menatap dirinya yang di dalam cermin.


“Tidak usah, bawa pergi saja aku tidak lapar.”


“Tetapi…”


Lu’Er masih ingin membujuk, tapi Qin Ruojiu sudah melambaikan tangan untuk menahannya berbicara.


Tidak lama kemudian, semua makanan yang di atas meja sudah dibawa pergi, Lu’Er pun hendak untuk pergi. Saat ini, datang seorang kasim muda, begitu melihat Lu’Er, dia pun memintanya ke samping dengan suara yang amat kecil. Kemudian membisikkan sesuatu padanya, wajah Lu’Er pun berubah, dari terkejut menjadi takut.


Usai berkata, kasim itu pun pergi, Lu’Er mendorong pintu kamar Qin Ruojiu, terlihat Permaisuri yang sedang melepas pakaian dan bersiap tidur, dari matanya, dia memang terlihat lelah dan ingin istirahat.

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Qin Ruojiu karena melihat Lu’Er masuk dengan buru-buru.


Lu’Er langsung berlutut untuk memohon, “Permaisuri, Xiao Huan dan Yan’er sudah tahu kesalahan mereka, mohon ampunin mereka. aku jamin mereka tidak akan berani menggosipkan anda lagi.”


Qin Ruojiu pun mengernyitkan alis dan bingung ketika mendengar pengampunan yang tidak jelas ini, “Lu’Er, apa maksudmu?”


“Permaisuri, mereka masih kecil, masih belum mengerti apapun. Mohon ampunin mereka. aku mohon, aku mohon!” Lu’Er yang berlutut sambil bermohon-mohon sambil bersujud, ekspresinya sangat menderita.


Qin Ruojiu yang tadinya sudah mau berbaring pun duduk tegap kembali. Kemudian menatap Lu’Er dengan serius, “Kamu jelaskan dulu. Ada apa dengan Xiao Huan dan Yan’er?


Karena nada bicara Qin Ruojiu juga bingung, Lu’Er yang sedang berlutut pun bimbang juga, “Bukankah Permaisuri yang minta Yang Mulia menghukum mereka berdua?”


Rupanya ini bukan perintah Permaisuri, Lu’Er pun merasa sedikit lega, dia segera merangkak ke samping Qin Ruojiu sambil menggenggam tangannya, “Permaisuri, aku baru dapat kabar dari kasim muda, Yang Mulia memerintahkan seseorang untuk menangkap Xiao Huan dan Yan’er. Sepertinya mereka mau dihukum mati, Permaisuri, mohon tolong mereka, mereka juga pernah melayani anda. Sepertinya hanya anda yang bisa menolong mereka saja.” Lu’Er memohon kepada Qin Ruojiu.


Qin Ruojiu tahu bahwa Lu’Er sangat panik, sehingga dia membalas genggaman tangannya, “Apakah kamu tahu kenapa mereka bisa ditangkap?”


Lu’Er menggelengkan kepala, air matanya bercucuran.

__ADS_1


“Apakah karena omongan mereka pagi ini sudah sampai telinga Yang Mulia?”


Lu’Er baru sadar, dia semakin takut, “Harus bagaimana? aku harus bagaimana, Permaisuri? Jika Yang Mulia tahu, mereka tidak akan bisa lolos…”


Qin Ruojiu berpikir sejenak, “Cepat, cepat dandanin aku, aku akan segera kesana.”


“Baik.” Lu’Er segera pergi ambil air dalam keadaan menangis.


End


End


End


End


End

__ADS_1


End


End


__ADS_2