Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 818 Pria Ini Sangat Narsis


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Untungnya kedua lengannya itu sangat bertenaga dan langsung menahan Ye Wushuang. Namun, aroma samar yang menawan dari pihak lain malah dengan mudah menembus masuk ke dalam indera penciuman Ye Wushuang.


Dalam penilaiannya, di antara tubuh pria ini memang memiliki aroma, atau pria ini sangat narsis.


Hello! Im an artic!


Pria di hadapannya ini sepertinya memiliki dua kemungkinan itu. Namun, sebelum Ye Wushuang bisa berpikir terlalu banyak, pihak lain sudah melepaskan dirinya untuk menghindari kecurigaan.


Kemudian, di bawah situasi Ye Wushuang yang tidak berdaya, pria itu bahkan mengeluarkan sehelai sapu tangan sutra berwarna putih, lalu dengan lembut menyeka tangannya.


Apa dirinya sangat kotor? Setelah membantunya, pria ini malah menyeka tangannya sendiri. Ye Wushuang merasa seolah-olah dirinya sudah dihina oleh orang ini. Tapi karena pihak lain berniat baik untuk membantu, dirinya juga tidak mungkin melampiaskan emosinya, Ye Wushuang hanya bisa berkata dengan kaku: “Maaf.”

__ADS_1


Mendongak dan melihat raut wajah Ye Wushuang yang tidak terlalu baik, Su Qianhua baru menyadari sikap tidak sopannya, dia segera tersenyum malu, mata phoenix-nya itu memicing dan berkata: “Aku yang harusnya meminta maaf, Nona Ye, maafkan aku karena tidak sopan, aku memiliki penyakit suka kebersihan, biasanya aku tidak akan dengan mudah menyentuh orang lain.”


Hello! Im an artic!


“Tidak masalah, tidak masalah.” Meski Ye Wushuang berkata tidak masalah di mulut, tapi sebenarnya dirinya sudah memaki dan mengutuk pihak lain di dalam hatinya. Penyakit suka kebersihan, terus terang saja bahwa dia memang menganggap dirinya kotor.


“Baguslah jika tidak masalah.” Su Qianhua sama sekali tidak bisa menebak apa yang dipikirkan Ye Wushuang, hanya saja dirinya merasa karena Ye Wushuang berkata tidak masalah, maka itu berarti dia benar-benar tidak peduli.


Awalnya Ye Wushuang memang memiliki kesan buruk padanya, saat ini kesan Ye Wushuang pada pria ini semakin bertambah buruk, dirinya tidak ingin berada bersama pria ini lagi karena itu Ye Wushuang langsung berkata dengan lugas: “Benar juga, Tuan Muda Qianhua, apa kamu melihat kok milikku? Kok itu terbang melintasi tempat ini…” Ye Wushuang berkata sambil memperagakan karena dirinya takut kata-katanya itu tidak akan mengungkapkan maksudnya. Tampilan Ye Wushuang yang serius dan lincah itu benar-benar sangat menyenangkan.


Ye Wushuang melihat ke arah kok bulu yang sudah dipenuhi dengan tinta, mulutnya langsung terbuka lebar membentuk huruf O.


“Ini……”

__ADS_1


“Apa Nona Ye masih menginginkannya?”


Ye Wushuang mana mungkin masih menginginkannya, Ye Wushuang lalu berkata dengan suara frustrasi: “Sudahlah.”


Ye Wushuang berbalik dan hendak pergi, tidak disangka Su Qianhua malah berkata dengan suara lembut dan mempesona: “Apa Nona bermaksud untuk pergi begitu saja seperti ini?”


Ye Wushuang sedang mengkhawatirkan dirinya tidak memiliki cara untuk berurusan dengan para Bibi tua itu, jadi ketika mendengar pertanyaan Su Qianhua, Ye Wushuang tidak terlalu menanggapi dan hanya berkata dengan datar: “Apa yang ingin kamu lakukan?”


“Apa Nona tidak menyadari bahwa kok yang ditendangmu itu merusak kaligrafi yang baru saja selesai kubuat?”


Setelah Su Qianhua berkata demikian, Ye Wushuang baru memperhatikan bahwa di ujung lain pelat tinta, terdapat sebuah gambar peony yang sudah selesai digambar, tapi gambar itu malah benar-benar rusak dikarenakan percikan tinta yang berlebihan di beberapa tempat. Awalnya Ye Wushuang mengira kemampuan melukis Su Qianhia tidak begitu baik. Kemudian ketika melihat sekilas pada kok yang jatuh di pelat tinta, Ye Wushuang seketika langsung mengerti… semua ini dikarenakan dirinya.


Wajah Ye Wushuang seketika merona merah, sudah seperti seekor kucing yang ditangkap oleh pemiliknya, Ye Wushuang panik, sedikit tidak tahu harus berbuat apa dan berkata: “Tuan Qianhua, benar-benar maaf, aku tidak sengaja, tadi suasana hatiku sedang tidak begitu baik jadi aku menendang kok-nya seperti itu, lalu… yang pasti, aku juga tidak menyangka kamu sedang melukis di sini, aku tidak hati-hati jadinya… ”

__ADS_1


Ye Wushuang berusaha mati-matian mencoba untuk menjelaskan, tapi malah tidak tahu bagaimana cara untuk menjelaskannya, wajah yang cantik itu memerah dan tidak berdaya, entah mengapa malah membuat orang lain merasa kasihan padanya.


Awalnya Su Qianhua sendiri juga tidak terlalu puas pada gambar bunga peony ini, karena dia adalah orang yang sangat mengejar kesempurnaan, dirinya sama sekali tidak bisa mentolerir kekurangan apa pun.


__ADS_2