Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 85 Aku Tahu Dia Itu Bukan Milikku


__ADS_3

Melihat senyumannya yang dipaksa dan tatapan matanya yang sedih itu, Qin Ruojiu tahu kalau dia sedang berusaha untuk tampak kuat di depannya. Lalu Qin Ruojiu pun menenangkannya dan berkata, “Tetapi Yuanran, aku tahu kamu pasti sangat sedih. Walaupun anakmu sudah tidak ada, tetapi kamu harus berpikir terbuka. Kamu masih muda, kedepannya kamu masih bisa melahirkan anak untuk Kaisar.”


Zhao Yuanran yang mendengar itu pun tidak berbicara selama beberapa saat. Tatapan matanya tampak sedih karena dia teringat dengan anaknya yang Bahkan belum sempat lahir ke dunia itu.


Dia berkata, “Sejak kecil ayah dan ibuku selalu menyuruhku untuk percaya pada takdir. Jika sesuatu itu memang ditakdirkan untukmu, tidak perlu mengejarnya pun hal itu akan datang sendiri padamu. Tetapi kalau hal itu bukan milik kita, mau kita kejar sampai bagaimanapun juga, kita tetap tidak akan mendapatkannya. Anak itu darah dagingku, tetapi kita tidak memiliki takdir untuk hidup sebagai ibu dan anak. Jadi aku tahu dia bukan milikku.”


Qin Ruojiu pun merasa sedih setelah mendengar apa yang dikatakannya. Lalu ia merangkul bahu Yuanran dan memberitahukannya dengan lembut, “Tidak boleh berpikir seperti itu, tenang saja. Kamu pasti bisa punya anak lagi. Kaisar begitu sayang padamu. Kamu jangan sedih lagi.”


Zhao Yuanran pun mengusap air matanya itu dengan perlahan lalu berusaha untuk tersenyum. Kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, “Ada bagusnya juga. Sekarang anakku sudah tidak ada, jadi rasa sayang yang Kaisar berikan padaku semakin berlimpah-limpah. Sekarang, tiap malam Kaisar akan menemuiku dan tidur denganku. Dia lebih perhatian lagi dari sebelum-sebelumnya.”


“Benarkah?” Qin Ruojiu yang mendengar itu pun tersenyum dingin. Pria gila yang tidak berperasaan dan berdarah dingin itu juga memiliki sisi lembut? Apakah ini karena cinta atau karena dia merasa berhutang budi pada Yuanran?


“Benar, Kaisar baik sekali padaku. Tetapi sayangnya, aku sudah menyulitkan kakak. Kaisar menyalahkanmu dan memberikan penyiksaan yang begitu kejam padamu.”


“Aku baik-baik saja, itu tidak ada apa-apanya. Asalkan kamu baik-baik saja, itu sudah cukup untukku!”


Apa yang bisa ia katakan? Di dalam mata Kaisar Zhaolie, dia itu bahkan lebih rendah dari seorang budak. Kaisar Zhaolie itu begitu benci dengannya dan selalu memikirkan cara yang lebih kejam lagi untuk menyiksanya. Jadi, sebenarnya masalah Zhao Yuanran yang kehilangan anaknya itu, hanya alasan yang dipakai Kaisar Zhaolie untuk menyiksanya saja.

__ADS_1


“Kakak, kamu kenapa? Kenapa wajahmu begitu pucat?” Zhao Yuanran memperhatikan wajah Qin Ruojiu dan melihat wajahnya terlihat begitu pucat dan tatapan matanya itu tidak begitu jernih. Yuanran yang melihat itu pun merasa khawatir dan bertanya.


Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya. Memikirkan keanehan pada tubuhnya beberapa hari belakangan ini


“Tidak apa-apa, beberapa hari ini memang aku tidak begitu sehat. Aku merasa tidak nyaman dan pegal. Aku merasa mual, lambungku terasa kosong dan aku tidak bisa makan apa-apa .”


Ketika dia berbicara itu, Lu’Er sedang berjalan masuk dan mengambilkan makanan ringan untuk mereka. Ketika mencium aroma makanan ringan itu, Qin Ruojiu benar-benar merasa tidak tahan dan ingin muntah. Dia pun langsung lari ke samping.


Lu’Er yang melihat itu pun terkejut dan langsung meletakkan barang bawaan dan pergi menghampiri Qin Ruojiu. Dia pun merangkulnya dengan perlahan dan bertanya dengan khawatir, “Permaisuri, kamu kenapa?”


Zhao Yuanran yang melihat itu pun merasa bingung dan khawatir, lalu dia berjalan ke sampingnya dan bertanya, “Kakak, apa kamu salah makan?”


Lu’Er yang mendengar itu pun langsung menjawab, “Tidakmungkin, dua hari ini Permaisuri hanya makan sedikit..”


“Jadi sekarang kenapa bisa begini? Cepat panggil Tabib Liu kesini!” Zhao Yuanran pun berkata dengan nada sedikit marah. Tiba-tiba di dalam hatinya dia juga merasa kesal. Dia juga tidak mengerti dengan rasa kesal yang ada di dalam hatinya ini.


“Baik, baik ….” Lu’Er yang melihat Zhao Yuanran marah itu pun langsung pergi memanggil Tabib.

__ADS_1


Qin Ruojiu tidak sempat menahan Lu’Er. Zhao Yuanran pun menopangnya dan membantunya untuk duduk di atas kasur.


“Kakak … kamu … Kaisar ….”


“Ya? Ada apa?”Melihat ekspresi wajah Zhao Yuanran yang tiba-tiba curiga itu, Qin Ruojiu pun merasa bingung dan melihat ke arahnya.


Zhao Yuanran terlihat seolah susah untuk mengucapkan apa yang hendak dia ucapkan. Lalu dia menundukkan kepalanya dan berkata, “Kalau aku mengatakannya, kamu jangan marah ya?”


Qin Ruojiu pun tersenyum lembut dan lalu berkata dengan lembut, “Katakan saja, aku tidak akan marah. Aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri, bagaimana mungkin, aku marah padamu?”


Wajah Zhao Yuanran pun tampak tidak tenang, lalu dia tetap menundukkan kepalanya dan bertanya, “Aku mau tanya, apakah Kaisar datang kemari dan bercinta denganmu?”


Mendengar itu, Qin Ruojiu pun langsung termennung sebentar lalu dia menjawab dengan datar, “Tidak.” Teringat kejadian malam itu, dia merasa sangat terhina. Kangyong merobek pakaiannya. Itu sama saja dengan mencoreng martabatnya dan menghinanya. Ketika memikirkan hal ini, dia pun merasa sangat menyesal sampai ingin muntah.


Benar, itu namanya bukan bercinta, tetapi memperkosa.


Setelah mendengar jawaban “Tidak” dari Qin Ruojiu yang begitu singkat, padat dan jelas itu, Zhao Yuanran baru bisa merasa lega.

__ADS_1


__ADS_2