Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 458 Tinggal Menunggu Waktu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Beifeng Funing tidak bisa mendengar bahwa Bei Fengchen sengaja mengalihkan topik, sepasang matanya itu sedari awal sampai akhir terfokus pada Leng Bingxin. Agar tidak menunjukkan kondisi tubuhnya yang berpenyakit di depan wanita cantik, Beifeng Funing menepuk-nepuk dadanya sendiri dan berkata dengan ekspresi sombong: “Tabib Istana berkata sudah tidak ada penyakit serius. Dan lagi ketika aku melihat wanita yang begitu cantik, aku sangat senang, semua penyakit sudah hilang tak berbekas.”


Benar-benar tidak berubah, Leng Bingxin mengucapkan kata-kata ini dengan kejam di dalam hatinya. Dia hampir mati di tangan Ziyue sebelumnya, dan dia masih saja begitu mendamba pada wanita cantik, tidak heran Bei Fengchen bisa begitu mudah merebut kekuasaannya.


Hello! Im an artic!


“Jika tidak ada penyakit serius, maka aku memiliki sebuah permintaan, tidak tahu apa Kaisar akan menyetujuinya atau tidak?”


“Paman, untuk apa begitu segan padaku? Paman katakan saja langsung, tidak masalah sama sekali.”


“Kalau begitu aku meminta maaf karena aku lancang, meski Ziyue bertindak begitu kejam pada Kaisar, tapi jika menurut logika, dia adalah orang yang dilatih olehku. Sekarang dia telah melakukan hal yang begitu tabu, aku sudah sepantasnya menerima hukuman.”

__ADS_1


“Paman, masalah ini sudah berlalu, aku sudah berkata aku tidak menyalahkanmu.”


Hello! Im an artic!


“Aku berterima kasih atas kebaikan Kaisar, tapi Nona Leng Bingxin ini adalah kenalan lama Ziyue, meski dia tidak tahu mengapa Ziyue ingin membunuh Kaisar tapi mereka memiliki hubungan yang dalam, melihat situasi Ziyue yang seperti itu, Nona Leng Bingxin merasa tidak tega dan ingin bertemu dengannya, tidak tahu apa Kaisar … ”


“Karena wanita cantik ini ingin bertemu dengannya maka aku tidak punya alasan untuk tidak mengijinkannya, Paman, kamu bisa mengantarnya secara pribadi. Benar juga, jika Paman bisa mendapatkan informasi dari wanita ****** itu, maka kuharap Paman bisa memberitahuku, aku ingin menyelidiki siapa orang di balik layar, dengan begitu aku baru bisa tidur dengan nyenyak.”


Bei Fengchen memberitahunya dan berkata bahwa dirinya sudah memiliki sebagian besar kekuasaan Negara Beifeng di tangannya, bahkan jika Beifeng Funing tidak setuju, dirinya dapat sepenuhnya menggunakan metode lain untuk membawanya kemari.


Di hari-hari ketika Beifeng Funing sedang tamak akan kesenangan dunia, Bei Fengchen sepertinya telah menjadi pilar Negara Beifeng. Diam-diam Bei Fengchen membuat Beifeng Funing menyinggung banyak pejabat Istana, kemudian dia baru merangkul mereka secara pribadi, tinggal masalah waktu saja sebelum Kaisar di Negara Beifeng ini akan berganti.


Leng Bingxin menoleh dan menatap sekilas ke arah pria yang memiliki pola teratai merah di dahinya, tatapan mata yang hangat dan juga wajah yang tampan seperti lukisan. Leng Bingxin tahu bahwa pria yang tampak tidak berbahaya ini jauh lebih mampu dan bijaksana dibanding Kang Yong.

__ADS_1


Ketika sampai di depan pintu penjara, Bei Fengchen tidak masuk ke dalam tapi malah berbalik dalam diam, artinya sudah sangat jelas.


Leng Bingxin menarik bibirnya dengan dingin, ingin mengatakan sesuatu tapi pada akhirnya tidak mengatakan apa-apa. Apa Bei Fengchen merasa bersalah? Atau merasa tidak tenang? Atau tidak memiliki wajah untuk bertemu dengan Ziyue?


Seorang wanita yang tidak memiliki kekuatan pada akhirnya dituduh melakukan pemberontakan demi dirinya. Ziyue menerima siksaan yang kejam, hidup di dalam penjara seperti semut. Sebenarnya untuk apa Ziyue melakukannya? Bukankah itu demi pria yang sangat dicintainya ini suatu hari nanti bisa meduduki posisi yang begitu tinggi.


Leng Bingxin terkejut saat melihat Ziyue. Wajah Ziyue tidak lagi bercahaya, dia sudah bukan lagi wanita cantik yang begitu agung, bukan lagi burung merak yang sombong, bukan lagi Ziyue yang angkuh.


Ziyue sekarang tidak terawat, pakaiannya compang-camping, raut wajahnya begitu pucat.


Jika perubahan Beifeng Funing membuatnya terkejut, maka perubahan Ziyue ini membuat Leng Bingxin merasa getir.


Penjara ini begitu redup, sesekali terdapat sinar cahaya yang masuk melalui celah-celah dinding batu.

__ADS_1


__ADS_2