
Hello! Im an artic!
Pada awalnya, Ye Wushuang sangat menolak untuk mempelajari hal-hal semacam ini. Lagipula dirinya tidak pernah berpikir untuk bergantung pada penampilan atau trik untuk memikat hati pria, dan lagi di mata orang normal, itu semua adalah tindakan rendah yang tidak pantas.
Kemudian karena melihat Qiuping yang memberikan bimbingan dengan sangat sungguh-sungguh dan sabar, Ye Wushuang malah merasa dirinya merasa bersalah pada Qiuping jika tidak mempelajarinya dengan baik. Perlahan-lahan, semua ini menjadi tugasnya, tugas yang harus diselesaikannya setiap hari. Selain itu, tidak ada arti lainnya.
Hello! Im an artic!
Hari ini, setelah selesai sarapan, Ye Wushuang menunggu Qiupung di aula depan seperti biasa.
Qiuping datang seperti biasa, tapi kali ini penampilannya tidak lembut melainkan sangat dingin dan tegas.
“Nona Wushuang, tidak perlu belajar hari ini.”
Alis Ye Wushuang sedikit mengernyit, matanya dipenuhi cahaya tidak paham: “Kenapa?”
Hello! Im an artic!
“Karena kamu akan menemui seseorang hari ini.”
__ADS_1
“Siapa?”
“Pangeran Ping!”
Ketika Ye Wushuang mendengar nama Pangeran Ping, raut wajahnya tampak kaku dan ragu-ragu: “Ada apa?”
Qiuping juga mengerutkan kening dan berkata: “Pangeran berkata dia ingin melihat bagaimana hasil belajarmu dalam setengah bulan terakhir.”
Qiuping melihat Ye Wushuang hanya diam, wajah cantiknya itu berubah menjadi begitu rumit dan sulit untuk ditebak.
“Nona Wushuang, kamu tidak perlu takut, ketika bertemu dengan Pangeran nanti, lakukan saja apa yang biasanya kuajarkan padamu.”
“Di mana dia?” Ye Wushuang mengangkat kepalanya, menatap Qiuping seolah-olah sudah tidak ada jalan keluar lagi, terdapat tekad di tatapan matanya.
Tepat ketika Ye Wushuang bangkit bangun dan hendak masuk ke dalam, Qiuping dengan sedikit khawatir menghentikan langkahnya, semua orang berkata bahwa Pangeran berwajah dingin ini sangat kejam dan tidak berperasaan, tidak tahu apa wanita cantik seperti Ye Wushuang bisa menarik perhatiannya atau tidak.
“Nona Wushuang, ingatlah, terhadap pria seperti Pangeran Ping, kamu tidak boleh bersikap keras. Hanya bisa menghadapi kekerasan dengan kelembutan.”
“Aku mengerti.” Meskipun Ye Wushuang berkata demikian, tapi samar-samar dalam hati, Ye Wushuang malah merasa tidak tenang.
__ADS_1
Karena Ye Wushuang tahu dengan sangat jelas, begitu memasuki pintu maka itu meruapakan ujian yang sangat besar.
Menggunakan wajahnya yang persis sama seperti Ratu Qin untuk menggoda Pangeran Ping, tidak diragukan lagi memang tindakan mencari mati. Hanya Tuhan yang tahu betapa dirinya ingin melarikan diri dari situasi yang ada di depannya, tapi Ye Wushuang tahu bahwa dirinya tidak memiliki jalan untuk mundur.
Ye Wushuang membuka pintu hampir dengan gemetar, Ye Wushuang menggigit pelan bibir bawahnya dengan giginya, memaksa dirinya untuk tenang.
Di dalam ruangan, Ji Xingfeng sedang duduk seorang diri di meja sambil menyesap anggur tua. Mendengar suara pintu yang dibuka, Ji Xingfeng memalingkan wajah dan menatap ke luar jendela.
Sinar matahari jatuh di wajahnya, tapi itu tetap tidak bisa menghilangkan lapisan es yang ada di wajahnya. Ji Xingfeng memalingkan kepalanya, menatap Ye Wushuang lekat dengan sepasang mata gelapnya, dia lalu berkata dengan nada dingin: “Ye Wushuang, angkat kepalamu dan biarkan aku melihat keahlianmu.”
Di bawah perintahnya yang dingin, Ye Wushuang sudah seperti seekor bebek yang semua bulunya telah dicabut, sekujur tubuhnya botak, dirinya merasa kedinginan dan tidak nyaman.
Pada akhirnya, Ye Wushuang memilih untuk mengangkat kepalanya. Ya, Maju atau mundur juga sama saja, jadi lebih baik dirinya bertaruh.
Ketika sepasang mata jernih itu bertatapan dengannya, Ji Xingfeng tanpa sadar terpaku.
Sepasang mata itu menatapnya dengan datar, tapi terdapat kejernihan yang sulit untuk diungkapkan. Itu sudah seperti cahaya bulan yang lembut, samar-samar juga begitu melankolis seperti asap yang bening.
“Kemari!”
__ADS_1
Ji Xingfeng tidak bisa membedakan apa itu obsesi atau perintah, intinya dirinya ingin melihat Ye Wushuang lebih dekat.
Ye Wushuang menatap wajah Ji Xingfeng yang dingin dan mendengar nada bicaranya yang tegas, benar-benar melupakan apa yang telah diajarkan oleh Qiuping padanya.