Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 580 Masih Ada Peluang Untuk Dimanfaatkan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bangunan ini hangat di musim dingin dan sejuk di musim dingin, juga ada tempat pemandian air panas di pintu masuk paviliun sebelah timur. Bagi Zhao Xueyan yang suka mandi, ini sangat membahagiakan.


Pada saat yang sama, Ji Xingyun juga tahu kalau dia suka makan buah pir, sengaja menanam banyak pohon pir di paviliun bagian barat Gedung Caijun. Bunga pir dapat terlihat di bulan Maret dan buah pir dapat dimakan di bulan Agustus.


Hello! Im an artic!


Tempat yang begitu bagus dan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang khusus yang ditunjuk oleh Ji Xingyun.


Ketika hampir mendekati Gedung Caijun, tiba-tiba ada sosok tinggi yang menghalangi jalannya.


Zhao Xueyan mengangkat kepalanya dengan tidak sabar, tapi sebuah wajah yang suram dan kejam tampak di depan matanya. Wajah itu mirip dengan Kaisar Ji Xingyun, tapi tidak memiliki kewaspadaan dan ketenangan seperti sang kaisar. Pria ini sedikit lebih sombong dan suram, bahkan berdiri di bawah terik matahari, memberikan ilusi seakan dia berdiri di tempat yang sangat dingin.

__ADS_1


“Kamu?”Ada sedikit kepanikan di nada suara Zhao Xueyan yang terkejut.


Hello! Im an artic!


Pria itu hanya menyipitkan mata hitamnya dengan kejam, dia melangkah maju dengan ekspresi menekan. Mata hitamnya yang membara itu menyengat setiap inci kulit tubuh Zhao Xueyan. Meski tidak melakukan apa-apa, tapi sikap pria ini membuat orang dapat membuat orang merasakan kecemasan dan kegelisahan dalam hatinya.


Zhao Xueyan tanpa sadar mundur selangkah. Wajahnya yang cantik memaksakan ketenangan dan berbalik untuk berkata pada pelayan istananya, “Kalian semua mundurlah.”


Begitu para pelayan istana mundur, Zhao Xueyan merasakan ada sentuhan erat pada tubuhnya dan kemudian dia pun tertarik ke arah depan. Dia berteriak kaget. Ketika sudah kembali sadar, tubuh lembutnya sudah ditekan oleh pria itu dengan keras ke sebuah pohon pir yang kokoh.


Pria yang tingginya satu kepala di atasnya, memeluknya dengan tubuhnya. Pada saat yang sama, dia sedikit membungkuk dan menatap Zhao Xueyan erat dengan mata penuh makna dan penuh harapan.


Tepat sebelum Zhao Xueyan punya waktu untuk berpikir, pria itu sudah memejamkan matanya dan mengendus sedikit aroma manis di tubuh Zhao Xueyan dan perlahan ingin menciumnya.

__ADS_1


Tepat ketika bibir mereka hampir bersentuhan, pria itu terhalangi oleh sebuah sentuhan dingin. Pria itu segera membuka matanya dengan bingung dan menemukan kalau ada telapak tangan seputih giok yang menutupi bibirnya.


Di bawah tatapan mata pria itu yang liar, Zhao Xueyan segera menghindar dan berkata, “Pangeran Keempat, jangan begini…”


Pria yang tadi masih begitu penuh kasih, seketika bagaikan disambar petir. Dia melepaskan wanita itu dari pelukannya dan mundur beberapa langkah darinya. Dia berkata dengan wajah cemberut, “Kenapa? Kamu yang sekarang juga sudah tidak suka padaku?”


“Bukan… Aku tidak begitu…” Meski memang dia tidak suka, dia tidak akan menunjukkannya di saat seperti ini. Dia tahu kepribadian arogan dari Pangeran Keempat, pria itu masih bisa dia manfaatkan untuk saat ini. Dia, Zhao Xueyan, tidak sebodoh itu.


“Hmph, lalu apa maksudmu barusan?”


Berhadapan dengan amarah ejekannya, Zhao Xueyan mengeluarkan taktiknya yang biasa dengan menundukkan kepala malu-malu. Dia berkata dengan wajah memerah, “Ini bukan kediaman Pangeran Keempat, ini di istana. Selain itu, ini dekat dengan Paviliun Panlong tempat Kaisar tinggal. Kamu juga tahu ada banyak orang di istana. Kalau sampai dilihat orang, aku tidak masalah. Tapi Pangeran Keempat…” Bicara sampai sini, dia berkata dengan mata sembab, “Sejak Pangeran Keempat gagal mendapatkan takhta dan kaisar sekarang begitu waspada. Selain itu, sekarang kamu memegang kekuasaan besar, kaisar terus mencari peluang untuk menjatuhkan kamu. Kalau ada yang melihat kita seperti ini, kurasa nyawa Pangeran Keempat akan sulit dipertahankan.”


Setelah mendengarkan ini, wajah Pangeran Keempat yang masih cemberut perlahan menjadi melembut.

__ADS_1


__ADS_2