
“Berani berbuat berani tanggung jawab, kalau kalian ingin memperhitungkan maslaah ini, perhitungkanlah denganku, ini tidak ada kaitannya dengan mereka,” pandangan mata Qin Ruojiu tenang bagaikan air danau, tetapi di saat ini, ada ombak badai di hatinya, karena rasa dendam pada pria ini.
Pria ini menatapnya dari atas, “Akhirnya kamu mengaku juga. Kamu yang… memang kamu yang…” setiap kata itu diucapkan dengan menusuk. Bola matanya itu seperti hendak membunuh Qin Ruojiu sekarang juga.
Qin Ruijiu tidak menjawab, dia hanya memalingkan kepala, bibir yang ditutup cadar itu sedang membasahi luka di kedua sudut bibirnya.
Pria itu mendorongnya, kemudian membalikkan badan dan berkata, “Bawa Permaisuri ke penjara, aku sendiri yang akan menyidangnya.”
Dengan tertawa dingin dan menyindir, Qiin Ruojiu dibawa pergi. Dengan penuh amarah, dia menatap suaminya yang kejam dan jahat itu.
Pada malam itu, di penjara yang gelap, terdengar suara tikus yang menggigit sesuatu.
Aroma bau busuk sangat menusuk hidung.
__ADS_1
Qin Ruojiu diikat di atas alat penyiksaan, ia sudah tidak bertenaga. Pikirannya timulai kabur, tenaganya tidak bisa pulih.
Tiba-tiba, dia tersadar karena kesakitan.
Saat membuka mata, terlihat beberapa petugas penjara yang memegang alat penyiksaan. Mereka bertelanjang dada, kemudian berkata dengan galak, “Kamu mau mengaku atau tidak? Kalau tidak, jangan salahkan kami jika kami berlaku kejam.”
Qin Ruojiu mengernyitkan asli, dia memalingkan kepala dan berkata dengan serak, “Aku tidak bersalah, jadi aku tidak akan mengakui kesalahan.”
Qin Ruojiu memejamkan mata untuk menerima penyiksaan itu, tiba-tiba ternyata terdengar suara pria dari salah satu sudut di penjara, “Berhenti!”
Orang yang datang mengenakan seragam baja berwarna perak, rupanya tampan, bola matanya bersinar, bibir tipisnya merapat, sepertinya dia memiliki tenaga yang bisa mengangkat ribuan kilo beban. Terlihat dia membawa pedang di bagian pinggangnya. Penampilannya sangat gagah.
“Hormat, Komandan!” kedua petugas penjara langsung berlutut untuk memberi hormat.
__ADS_1
Qin Ruojiu merasa pria yang datang ini sangat familiar. Ingatannya kembali ke malam pernikahan itu, malam itu, saat dia terluka parah, sepertinya pria ini adalah pria yang menolongnya. Namanya Zhuo Ying, komandan pengawal itu.
“Kalian Lancang sekali, beraninya menyiksa Permaisuri, siapa yang memberikan hak ini pada kalian?” Zhuo Ying tergoyah ketika melihat Qin Ruojiu yang memucat dengan rambut berantakan. Di saat bersamaan, dia pun merasa marah karena kedua orang yang berlutut ini begitu tega untuk menyiksa seorang wanita dengan begitu kejam.
“Jawab Komandan! Semua ini atas perintah Yang Mulia, kami tidak berani melakukannya tanpa perintah Yang Mulia!” kedua orang itu berlutut dan bersujud, wajah mereka sudah memucat, kewibawaan saat menyiksanya tadipun sudah lenyap.
Karena mereka berdua masih membantah, Zhuo Ying pun mengeluarkan pedang nyauntuk menakuti mereka, “Lancang sekali, ini adalah Permaisuri, apa kalian menganggapnya sebagai wanita biasa yang melanggar hukum? Siapapun yang berani menyentuhnya lagi, akan aku potong tangannya.”
Usai berkata, kedua orang itu pun kabur dengan tunggang-langgang setelah melihat pantulan cahaya dari pedang.
Bab selanjutnya Bab 61 Tidak Pantas Aku Diperlakukan Seperti Ini
Setelah mereka berdua pergi......
__ADS_1