Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 510 Merubah Takdir Melawan Langit, Pasti Akan Mendapat Karma


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dingin, sangat dingin.


Itu adalah perasaan pertama Qin Ruojiu setelah dirinya tersadar, jenis dingin seperti itu seakan serangan dari luar yang ingin membuat seluruh tubuhnya menjadi es, kepalanya sangat sakit, dirinya berpikir dengan bingung, tempat ini mungkin adalah neraka es yang sering disebut di dalam buku! Apa akhirnya dirinya berhasil melarikan diri dari pria yang mengerikan itu? Masa lalu yang tak tertahankan itu, cinta dan kebencian yang terikat itu seharusnya sudah benar-benar lenyap.


Hello! Im an artic!


Hati Qin Ruojiu merasa damai, dirinya menggerakkan tubuhnya yang kaku, kemudian menyadari ada yang tidak beres, semua berkata bahwa orang yang sudah mati tidak akan lagi merasakan apapun, mengapa dirinya masih bisa merasakan rasa sakit dan dingin? Apa mungkin…


Dirinya sedikit panik dan berusaha membuka matanya dengan susah payah.

__ADS_1


Yang masuk ke dalam matanya adalah es, panjang dan pendek, es besar dan kecil yang menjadi sebuah dinding es alami, menggantung di atas kepalanya, dan juga ada es yang tumbuh dari dalam tanah seperti rebung … melalui dinding es yang ada di hadapannya, Qin Ruojiu dapat melihat sosoknya sendiri yang sedang terbaring di atas ranjang es.


Qin Ruojiu membuka matanya lebar-lebar, melihat ke dunia es dan salju yang jernih ini dengan tatapan mata penuh kecurigaan, seketika tatapan matanya berhenti pada sesosok pria muda berpakaian putih yang berada 10 langkah darinya. Qin Ruojiu mengalihkan tatapannya ke wajah pemuda itu dan tertegun untuk sesaat.


Hello! Im an artic!


“Kak… Kak Tuyang?” Qin Ruojiu berbisik dengan tidak percaya, tapi Tu Yang hanya diam di sana dan tidak menanggapi.


Qin Ruojiu turun dari ranjang es itu dengan terburu-buru, ketika kakinya menyentuh langsung ke tanah, Qin Ruojiu kemudian mengulurkan tangannya ke hadapannya sendiri dan menggerakkannya, kemudian dia memegang wajahnya sendiri, ujung jarinya terasa sakit karena kedinginan, tapi jelas tubuhnya memiliki suhu.


Qin Ruojiu bergegas pindah ke sisi Tuyang, Qin Ruojiu berjongkok di tanah dan menatap wajah Tuyang yang pucat tanpa jejak darah itu dengan raut terkejut, Qin Ruojiu meraih bahunya dan mengguncangnya dengan paksa hingga membuat Tuyang bersandar pada pilar es yang ada di belakangnya, jantung Qin Ruojiu terasa begitu sakit seakan tercabik.

__ADS_1


Kak Tuyang yang menyelamatkannya, itu sudah pasti! Kak Tuyang adalah pendeta tinggi dari Klan Penyihir, dia mempelajari “Kutukan Darah Penyihir” dan dia bisa melihat nasib semua orang di dunia, Kak Tuyang pernah mengatakan padanya bahwa dirinya akan mati, Qin Ruojiu tidak tahu metode apa yang digunakan oleh Kak Tuyang hingga membuatnya kembali hidup, tapi jika merubah takdir dan melawan langit, pasti akan mendapat karma!


“Kak Tuyang, bangunlah Kak Tuyang…” Qin Ruojiu mengguncang tubuh Tu Yang, air mata menetes jatuh.


Mungkin panggilan dari Qin Ruojiu memiliki efek, Tuyang perlahan membuka matanya, ekspresi panik dan cemas wanita cantik di hadapannya terlihat di matanya, tapi Tuyang hanya tersenyum: “Jiu’er… Jiu’er…”


Tapi ketika Tuyang membuka mulutnya, darah segar yang mencolok mata itu malah mengalir dari sudut bibirnya, menetes ke pakaian putihnya, bagai sekuntum bunga merah yang mekar, seperti bunga legendaris yang mekar di sungai kematian, membuat orang merasa bunga itu sangat mencolok mata dan juga terasa sangat dingin.


“Kak Tuyang, kamu kenapa?” Qin Ruojiu bergegas menyeka darah dari sudut bibir Tuyang dengan lengan pakaiannya: “Kak Tuyang, kamu bertahanlah, katakan padaku, tempat apa ini? Ke mana aku harus pergi mencari orang untuk menyelamatkanmu?”


Tangan Qin Ruojiu malah digenggam erat oleh Tuyang, dia tersenyum dan berkata: “Jiu’er, jangan khawatir, Kak Tuyang baik-baik saja, hanya saja memiliki beberapa luka, akan baik-baik saja setelah beristirahat beberapa saat, kemari, bantu aku untuk abngun, kita akan pergi dari sini!”

__ADS_1


Melihat Kak Tuyang berkata dengan begitu mudah, Qin Ruojiu tahu bahwa ini tidak sesederhana itu, karena tidak ingin Kak Tuyang khawatir, jadi Qin Ruojiu hanya bisa mematuhinya lebih dulu.


Setelah keluar dari kedinginan itu, Qin Ruojiu menyadari bahwa dirinya dan Kak Tuyang ternyata berada di bawah danau dingin Klan Penyihir, matahari di luar bersinar begitu terik, tapi pria yang berdiri di bawah sinar matahari dengan memakai setengah topeng itu malah membuat tubuh Qin Ruojiu gemetar.


__ADS_2