
Hello! Im an artic!
“Wushuang, kenapa?”
Ye Wushuang sudah tidak mempedulikan masalah dan jarak di antara mereka, hanya menggenggam tangan She Jingitian yang besar dengan erat lalu menunjuk ke dasar danau dengan ekspresi ketakutan: “Pangeran Liang jatuh.”
Hello! Im an artic!
“Apa?”
“Dia tidak sengaja jatuh ke danau karena ingin memetik bunga untukku dan Min’er.”
“Sial, dia tidak bisa berenang sama sekali, jika jatuh ke danau bukankah hanya mencari mati?” Ekspresi She Jingtian seketika berubah dan mulai mengumpat dengan keras, di saat bersamaan dia melompat ke danau tanpa ragu ketika semua orang masih dalam kondisi terkejut.
Min’er yang berada di samping benar-benar tidak menyangka akan ada adegan seserius itu, seketika dia langsung menangis karena ketakutan. Ye Wushuang juga merasa tidak berdaya, dia hanya bisa menarik Min’er ke dalam pelukannya, menggunakan suaranya yang sudah gemetar itu dan berkata: “Jangan menangis, Paman She sudah pergi untuk menolongnya, dia akan segera muncul, tidak apa-apa… ”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Begitu Ye Wushuang selesai berbicara, ada suara yang terdengar dari tengah danau, She Jingtian menarik Pangeran Liang yang sudah sekarat dari permukaan air.
“Wushuang, cepat, cepat kemari dan bantu Pangeran Liang.”
Ye Wushuang mengangguk sambil mengambil dayung dari tangan tukang perahu, setelah dayung itu dipegang oleh She Jingtian, Ye Wushuang lalu menggunakan seluruh kekuatannya untuk menariknya.
Tidak lama kemudian, di bawah bantuan beberapa orang yang panik, mereka akhirnya berhasil menarik kembali Pangeran Liang ke darat. Pada saat ini, dia terbaring di sana dalam kondisi basah kuyup, rambut hitam tebal itu menempel di kepalanya, kulit pucatnya terlihat begitu menakutkan. Seluruh tubuhnya meneteskan air, membuat orang lain merasa bahwa dirinya sudah sangat dekat dengan kematian. Tapi bahkan meski sudah hampir mati, tangannya yang bersih dan ramping itu masih memegang erat teratai yang dipetiknya. Dia menggenggamnya dengan erat, seolah-olah tidak ada yang bisa mengambil benda itu darinya.
“Bangun, cepat buka matamu.”
She Jingtian menepuk-nepuk dadanya sambil mendekatkan wajahnya dan memanggilnya dengan suara kencang, tapi tidak peduli apa yang dilakukannya, sama sekali tidak ada gunanya. Pria yang berbaring di atas perahu ini sama sekali tidak berkata apa-apa, bibir merahnya yang terkatup erat itu sudah membiru.
Pada saat ini, She Jingtian sudah tidak bisa bersikap tenang, nada suaranya gemetar bahkan dirinya sendiri juga merasa takut: “Pangeran Liang… bangunlah, cepat buka matamu, jangan menakuti Min’er dan Wushuang. Cepat bangun, bukankah kamu sudah memetik bunga? Karena sudah dipetik maka cepat berikan pada mereka, apa-apaan dirimu yang berbaring seperti ini?”
__ADS_1
Suara She Jingtian perlahan-lahan berubah dari yang awalnya memohon menjadi menegur, tapi tidak peduli bagaimanapun, hasilnya sama sekali tidak ada.
Tukang perahu yang berada di sebelah tidak bisa menahan diri untuk menghela nafas dengan penuh penyesalan: “Sepertinya tidak ada harapan.”
Mendengar ucapan itu, She Jingtian seketika langsung meledak, dia bangkit dan langsung meraih kerah pakaian pemuda yang mendayung perahu itu, menatapnya dengan kejam dan berkata: “Aku akan membunuhmu, aku ingin kamu mati menemaninya.”
Tukang perahu itu sama sekali tidak menyangka bahwa orang ini akan marah padanya, melihat tampilan She Jingtian yang menatapnya marah dengan tatapan yang dingin dan kejam, dia benar-benar sangat terkejut, dirinya langsung merosot lemah ke tanah dan meratap: “Mohon Tuan Muda maafkan aku, ini tidak ada hubungannya denganku, tadi aku hanya menggerakkan ujung perahu karena menghalangi jalan orang yang ada di depan, aku harus berpindah tempat, aku tidak sengaja, kumohon padamu, jangan membunuhku… ”
“Pernafasan buatan, benar, pernafasan buatan!” Mata Ye Wushuang sedikit berbinar cerah, seolah-olah sedang memegang penyelamat hidup terakhir, dia langsung berteriak ke arah She Jingtian.
She Jingtian tidak mengerti apa yang dibicarakannya dan hanya berkata secara impulsif: “Bagaimana cara melakukannya?”
“Tempelkan mulutmu di mulutnya lalu hembuskan udara…”
Sebelum Ye Wushuang selesai berbicara, She Jingtian sudah mengangkat alisnya dengan dingin, dia lalu berkata dengan ekspresi tidak percaya: “Kamu memintaku untuk menempelkan mulutku dengan mulutnya?”
__ADS_1