
Hello! Im an artic!
Mendengar ucapan itu, Kaisar Zhaolie menatapnya dengan lekat, mencoba melihat jejak kebohongan di tatapan matanya, tidak ada, wanita ini benar-benar jatuh cinta pada pria itu!
Ya, Kaisar Zhaolie begitu berharap apa yang dikatakan wanita ini tidak benar. Bahkan jika dia bukan Qin Ruojiu yang asli, tapi memiliki wajah yang begitu mirip, dan juga semua hal yang begitu mirip, dirinya tidak mengizinkan wanita ini jatuh cinta pada pria lain, dirinya tidak mengizinkan wanita ini memiliki pria lain di dalam hatinya selain dirinya…
Hello! Im an artic!
Tiba-tiba tenggorokan Kaisar Zhaolie seperti tersumbat oleh sebuah benda yang tajam, kecemburuan dan kesedihan yang mendalam di dalam hatinya hampir saja merubuhkannya, tubuhnya bergetar dengan begitu hebatnya, hatinya seakan sedang mengalirkan darah dan meraung dengan marah.
Kemudian Kaisar Zhaolie menundukkan kepalanya, menutupi kilatan air yang di tatapan matanya.
Melihat situasi ini, Leng Bingxin terkejut kemudian menciut, dirinya mundur beberapa langkah, menatap Kaisar Zhaolie dengan heran. Pria gila, mendominasi dan paranoid ini, ternyata dia juga bisa merasa sakit hati, dia juga bisa merasakan rasa sakit yang begitu mendalam. Haha, di saat dirinya ketakutan, Leng Bingxin juga merasakan sedikit kegembiraan.
Pupil hitam milik Kaisar Zhaolie kembali menoleh, bibir tipisnya itu terbukan dan seakan hendak mengatakan sesuatu, tapi tidak disangka suara tergesa-gesa malah terdengar dari luar pintu.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Tiba-tiba Kaisar Zhaolie mengerutkan kening dan berteriak ke luar Istana: “Siapa?”
“Melapor pada Kaisar, kondisi Selir Mulia tidak baik, Kaisar sebaiknya cepat pergi untuk melihatnya…”
Mendengarkan suara tajam milik Kasim, Kaisar Zhaolie segera bangkit dan merapikan mahkotanya, meskipun raut wajahnya tidak baik tapi tatapan matanya seketika berubah menjadi mendesak.
“Ada apa?”
“Aku tahu, minta orang menyiapkan tandu, aku akan segera pergi untuk melihatnya.”
Mendengar Kaisar Zhaolie akan pergi, tanpa sadar hatinya merasa sedikit kecewa. Apa tampilan Kaisar Zhaolie tadi itu sedang mengkhawatirkannya?
Leng Bingxin menarik pakaiannya yang sudah hancur, diam-diam merasa lega. Tidak disangka ketika Leng Bingxin kembali membuka matanya, dirinya malah berhadapan dengan mata yang dalam dan rumit itu. Jantungnya bergetar dan sekujur tubuhnya merasa tidak nyaman.
__ADS_1
“Bersikap patuhlah, ada yang ingin kukatakan padamu setelah aku kembali!”
Kaisar Zhaolie dengan lembut meninggalkan kalimat seperti itu, membuat Leng Bingxin merasa bagai berada di tengah awan, pada akhirnya Leng Bingxin menyaksikan sosok dingin dan tinggi yang melangkah pergi itu, kemudian Leng Bingxin baru akhirnya tersadar.
Setelah kembali tersadar, Leng Bingxin hanya melihat sekeliling sekilas kemudian membuka pintu ingin pergi.
Melihat Istana yang luas dan mewah, Leng Bingxin berjalan tidak mengenal arah di tempat yang mewah dan dingin ini. Tempat yang begitu familiar, semua yang pernah terjadi seketika menerjang di benaknya bagai gelombang air pasang.
Orang-orang di masa lalu, hal-hal di masa lalu, benda-benda di masa lalu, tampaknya tidak ada yang berubah. Tapi malah dalam sekejap mata, semua itu seakan sudah berubah.
Tidak jauh dari sana, di antara gugusan bunga yang sedang mekar, Leng Bingxin tiba-tiba melihat Selir Zhao Yuanran, dan juga Selir Lan serta Selir Zhen yang dulu selalu menargetkannya, mereka sangat cantik tapi berakhir dengan begitu tragis.
Mereka, mereka semua… pergi kemana? Meski pada masa itu mereka selalu merasa cemburu, benci dan juga selalu menjebaknya. Tapi hari-hari itu membuat dirinya merasa begitu nyata. Dirinya harus berhati-hati dan waspada setiap hari. Tapi sekarang, mereka yang dulu melayani pria itu bersamanya, semuanya sudah meninggal.
Bukan hanya mereka saja, Lu’er dan Yan’er yang paling dirindukan Leng Bingxin, mereka juga tidak tahu pergi ke mana. Xiao Huan mati demi dirinya tapi dirinya malah tidak bisa memperingati kematiannya setiap tahun. Terkadang hatinya merasa sangat hampa, begitu hampa seakan itu merupakan sebuah lubang hitam tak berdasar. Ketika berada dalam saat seperti ini, dirinya benar-benar sangat ingin bertemu dengan mereka.
__ADS_1