Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 167 Kesedihan


__ADS_3

Pria ini adalah suaminya dan sekarang pria ini adalah satu-satunya pria yang bisa menjadi sandarannya. Dia tidak boleh mencurigainya. Sekarang dia memberi senyum lembut padanya. Pupil matanya itu terlihat begitu jernih, hitam dan cerah. Seolah seperti dua butir mutiara hitam langka yang tersimpan di dalam lautan dalam. Senyuman itu seolah langsung menghapus semua kecurigaan yang sebelumnya ada di dalam hatinya.


Meskipun dia tidak bisa melihat ekspresi wajahnya dengan jelas, tetapi hanya dengan tatapan matanya yang begitu jernih dan cerah itu, dia bisa langsung merasakan kelembutannya hatinya. Bagus, senyumannya itu memang terasa sangat sejuk bagaikan angin di musim semi dan bisa langsung menenangkan hatinya. Kalau saja bukan karena siksaan kejam yang pernah dia berikan pada wanita ini, sekarang wanita ini pasti akan menjadi wanita yang murah senyum!


Qin Ruojiu berkata, “Kaisar, anda sudah datang?”


Kaisar Zhaolie pun sedikit tercengang, dia seolah baru tersadar kembali. Dia pun langsung berjalan ke depan dan menggenggam tangan Qin Ruojiu. Setelah itu dia langsung menariknya ke dalam pelukannya dan memeluknya.


Tidak tahu kenapa setiap kali melihat wanita ini, dia ingin langsung memeluknya. Dia tidak ingin berbicara dengan wanita ini dari jarak jauh.

__ADS_1


“Benar, Kasiar dengar kamu baru pulang dari pinggiran kota, maka dari itu Kaisar sengaja datang kemari untuk melihatmu!”


Setelah mendengar itu, Qin Ruojiu pun merasa sedikit terharu dan berkata, “Memangnya tidak ada urusan lain yang harus anda urus? Tiba-tiba datang ke mari, apakah para menteri kerajaan tidak keberatan?”


Kaisar terus memeluknya dan meletakkan dagunya di atas kepala Qin Ruojiu. Dia memejamkan kedua matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam untuk mencium aroma lembut dari tubuh Qin Ruojiu. Aroma itu langsung membuat dia merasa tenang dan releks. “Tidak apa-apa. Kaisar sudah mengutus orang lain untuk mengurusnya. Oh iyah, Kaisar dengan para kasim bilang, suasana hati kamu hari ini tidak begitu bagus? Ada apa? Apakah karena Kaisar tidak menemanimu pergi bermain, maka dari itu kamu tidak senang?”


“Benarkah? Kalau begitu lain kali biar Kaisar sendiri yang menemani kamu jalan-jalan, Ruojiu, menurut kamu gimana?”


Qin Ruojiu mengangkat kepalanya lalu menatap ke dalam matanya. Setelah itu dia pun menganggukkan kepalanya dan dia beneran merasa sangat terharu. Kaisar benar-benar suka dengannya, kalau tidak dia tidak mungkin meluangkan waktu di tengah kesibukannya itu untuk menemaninya pergi jalan-jalan. Meskipun saat ini Kaisar Zhaolie menganggapnya sebagai Li Qing, dia juga bisa menerimanya. Paling tidak, Kaisar memanggil namanya, — Ruojiu!

__ADS_1


Sudah sampai malam hari, Kaisar Zhaolie masih belum pergi dari tempat Qin Ruojiu dan masih tetap menemaninya di sisinya. Seharian itu, bisa dibilang Kaisar Zhaolie memperlakukan dan merawatnya dengan baik. Hal ini membuat para pejabat dari Istana Qingyi dan Paviliun Xiaoyang yang mendengar kabar ini merasa marah. Mereka sangat kesal dan marah, tetapi mereka juga tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apa-apa.


Sebenarnya, tujuan Kaisar Zhaolie datang kemari hari ini bukan cuman sekedar untuk menemaninya bermain dan membantunya menghilangkan kebosanannya. Tetapi tujuannya kemari hari ini adalah untuk membawanya ke tempat pembuatan baju untuk membuat pakaian yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Karena sebelumnya Kaisar Zhaolie pernah berkata, beberapa hari lagi uturan dari Kerajaan Feng Bei akan datang untuk merundingkan persahabatan antara kedua negara ini. Maka dari itu, sebagai Ratu Kang Qing, Ruo Qingjiu harus hadir di perjamuan istana itu dengan menawan.


Mengingat beberapa hari lagi dia akan duduk di samping Kaisar Zhaolie dan bertemu dengan para pejabat kerajaan negara, Qin Ruojiu pun mulai merasa gugup dan tidak tenang. Tetapi, Qin Ruojiu tidak pernah kepikiran kalau suatu hari nanti dia bisa duduk bersama dengan pria paling agung dan hebat ini di dalam perjamuan negara dan dilihat oleh para utusan pemerintahan.


Selama ini Qin Ruojiu selalu menempatkan dirinya di tempat yang sangat rendah, dia selalu menilai dirinya rendah. Maka dari itu, ketika dia berpikir akan hal itu, dia merasa semua itu bagaikan mimpi dan tidak seperti kenyataan. Dia bahkan sedikit takut, takut kalau di belakang keindahan ini tersembunyi kekejaman penuh darah.


Kaisar Zhaolie terus melihat ke arah Qin Ruojiu yang berjalan kembali dan tidak mengatakan apa-apa dalam waktu beberapa saat. Tatapan matanya yang lembut itu mampu membuat orang merasa sedih dan sedikit linglung.

__ADS_1


__ADS_2