
Hello! Im an artic!
Ji Xingfeng yang sudah mengamuk langsung mendorong tubuh kurus pengawal kecil itu, dia langsung berjalan ke arah tempat Ye Wushuang.
Wanita itu benar-benar gila, rombongan mereka sudah akan berangkat, wanita itu malah tidak tidur sepanjang malam, apa wanita itu mencoba untuk mempersulit semua orang?
Hello! Im an artic!
Ji Xingfeng berencana untuk memberinya pelajaran, tapi dirinya malah tidak dapat menemukan Ye Wushuang. Berpikir wanita itu mungkin tahu bahwa dirinya akan mencari masalah, jadi wanita itu mencari tempat untuk bersembunyi. Tidak disangka Ji Xingfeng malah mendengar seorang pengawal berkata bahwa Ye Wushuang sudah berada di dalam gerbong kereta sedari awal dan sedang menunggu keberangkatan.
Ini sedikit membuat Ji Xingfeng terkejut, perjalanan sudah seperti neraka bagi wanita itu, tapi wanita itu malah begitu aktif dan lagi wanita itu berada dalam kondisi tidak tidur sepanjang malam, sebenarnya apa yang ingin wanita itu lakukan?
Pikiran Ji Xingfeng kacau, dia bergegas berjalan ke depan gerbong kereta kuda, mengangkat tirai dengan kesal lalu berkata: “Ye Wu…”
Saat kata-kata itu sudah sampai di ujung bibirnya, Ji Xingfeng langsung menelan kembali perkataannya.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Entah sejak kapan, Ye Wushuang yang berada di dalam gerbong kereta kuda sudah tertidur nyenyak. Ye Wushuang bersandar di dinding kereta kuda, meskipun postur tidurnya agak janggal, tapi malah enak dipandang.
Sifat keras kepala yang ditunjukkan Ye Wushuang kemarin sudah menghilang, pada saat ini Ye Wushuang terlihat begitu polos dan damai.
Matanya yang jernih itu terpejam, menghalangi semua kesedihannya, alisnya yang cantik itu sudah seperti daun willow di tepi kolam, bulu matanya begitu tipis, ketika sedikit digerakkan, itu sudah seperti sayap yang akan terbang menjauh, begitu cantik tapi juga rapuh.
Selain itu masih ada wajahnya yang mempesona. Warna kulitnya sudah seperti telur yang baru ditetaskan, hidungnya yang mancung itu membuat orang lain memiliki dorongan untuk menciumnya.
Ji Xingfeng melihatnya seperti itu, sepasang mata hitamnya membara, dia sudah melupakan tujuan utamanya kemari.
Apa yang dikatakan oleh pengawal itu, Ji Xingfeng sama sekali tidak terlalu mendengarkan. Saat ini dia tidak ingin ada yang mengganggu momen damai dan indah ini.
Karena Ji Xingfeng paham, begitu Ye Wushuang membuka matanya maka momen dan suasananya tidak akan sedamai sekarang.
__ADS_1
Jadi Ji Xingfeng hanya melambaikan tangannya dengan pelan, memberi isyarat agar pengawal itu pergi.
Pengawal itu juga tahu diri, dia langsung undur diri tanpa banyak bicara, hanya Ji Xingfeng saja yang masih menatap Ye Wushuang yang sedang tertidur dengan pulas.
Ya, dirinya benar-benar sulit membayangkannya, wanita ini bisa membuat orang lain menjadi begitu tidak berdaya dan tidak mampu melawan ketika sedang tidur.
Sama seperti udara, dapat dengan mudah mendekatinya, dapat dengan mudah menyentuh hatinya.
Tapi semua ini apa benar seperti itu? Ji Xingfeng tiba-tiba kembali ke akal sehatnya lalu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit.
Tampilan lembutnya itu seketika menghilang dan digantikan dengan kekerasan dan kedinginan seperti sebelumnya.
Ya, dirinya tidak boleh kembali tertipu. Mulai sekarang, tidak ada wanita yang bisa memasuki hatinya lagi, dan lagi wanita di hadapannya yang bernama Ye Wushuang ini bahkan memiliki paras yang mirip dengan Qin Ruchen.
Tujuh hari kemudian, Ji Xingfeng membawa Ye Wushuang dan akhirnya mencapai Pingzhou-nya dengan lancar.
__ADS_1
Ye Wushuang hanyalah bidak yang akan digunakannya untuk melawan Zhao Xueyan di kemudian hari. Dirinya tidak seharusnya berpikir terlalu banyak, dirinya juga tidak boleh berpikir terlalu banyak. DI saat bersamaan, Ji Xingfeng juga mengatakan pada dirinya sendiri bahwa semakin cantik seorang wanita maka semakin kejam pula hatinya. Ye Wushuang dan Zhao Xueyan sama-sama merupakan seorang wanita. Ya, Ji Xingfeng sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana mereka saling mencabik satu sama lain demi kekuasaan dan juga posisi.
Pingzhou sama seperti namanya, semua yang ada di sini sangat tandus, dari penampilan para rakyatnya saja sudah bisa dilihat bahwa orang-orang yang hidup di sini menjalani hidup dengan sangat keras.