
Hello! Im an artic!
Leng Bingxin terpaku untuk sesaat, kemudian dengan tenang menatapnya dan berkata: “Apa yang ingin kamu lakukan?”
“Bukankah kamu begitu sombong hanya karena memiliki wajah yang persis seperti mantan Ratu? Jika aku menghancurkannya, aku ingin melihat apa yang bisa kamu keluarkan untuk memikat Kaisar. Bibu Yue, Bibi Quan, kalian ikat dia untukku.” Setelah selesai berbicara, kedua Bibi itu benar-benar melangkah ke arahnya dengan ekpresi wajah yang mengerikan.
Hello! Im an artic!
Leng Bingxin tahu kedua Bibi ini berasal dari pihak Liqing, mereka adalah pengasuh Liqing sedari kecil, mereka yang menemani Liqing tumbuh besar. Kedua Bibi itu tampak seperti orang yang sangat kejam, jadi Leng Bingxin tahu bahwa dirinya berada dalam masalah.
Saat itu juga Leng Bingxin mundur beberapa langkah, ekspresinya sedikit menegang dan berkata: “Jangan mendekat…”
“Huh. Dasar gadis tidak tahu diri, menyinggung siapapun tidak masalah tapi malah menyinggung dan membuat majikan kami tidak senang.”
__ADS_1
“Benar, jika kami menghancurkan wajahmu itu, lihatlah apa yang bisa kamu lakukan di kemudian hari untuk merayu Kaisar.”
Hello! Im an artic!
Tepat ketika Leng Bingxin mengelak dan tidak tahu harus berbuat apa, pada saat ini sesosok bayangan putih seperti bulan yang cerah muncul di depan semua orang, di belakangnya juga diikuti oleh tubuh kuat dan tegap lainnya.
Setelah melihat sosok putih itu dengan jelas, hati Liqing dan Leng Bingxin seketika terpaku. Kenapa Kaisar Zhaolie dan Bei Fengchen bisa tiba-tiba muncul di sini pada saat bersamaan?
Bei Fengchen mengenakan jubah berwana biru tua, parasnya begitu tampan dan anggun, pola lotus di keningnya itu berwarna lebih merah dibanding sebelumnya. Ekspresinya menjadi sangat dingin saat dia menatap ke arah Liqing, mengenakan mahkota mutiara giok ungu di kepalanya, rambut hitam yang tersisa tergerai di sisinya, memancarkan temperamen yang mulia.
Kedua Bibi itu merasa ngeri dengan aura membunuh milik Kaisar Zhaolie, mereka bergegas mundur tiga langkah dan langsung melepaskan Leng Bingxin yang ditahan oleh mereka.
Setelah Leng Bingxin diselamatkan, diam-diam dirinya memiringkan kepalanya ke samping, Leng Bingxin tidak melihat lebih lama ke arah mereka berdua, Leng Bingxin juga tidak mengatakan apa-apa mengenai masalah tadi, seolah-olah tidak ada apa-apa yang terjadi.
__ADS_1
Liqing membelalakkan matanya lebar-lebar dengan sedih, matanya yang indah berlinangan air mata, dia berkata dengan sedih: “Aku memberi hormat pada Kaisar.”
Setelah Kaisar Zhaolie meliriknya sekilas dengan dingin, pandangannya kemudian perlahan-lahan jatuh ke arah Leng Bingxin, lalu dengan suara pelan menjawab: “Bangunlah.”
Kemudian Kaisar Zhaolie membuka mulutnya lagi, ada kilatan meremehkan yang terlintas di matanya dan berkata: “Sebenarnya apa yang terjadi?”
Liqing sedikit menggigit bibir merahnya, sedikit takut dan tidak tahu bagaimana harus menjawab, Bibi di sebelahnya langsung berkata: “Menjawab Kaisar, Selir Mulia berniat baik datang untuk mengunjungi Nona Leng, tapi tidak disangka Nona Leng malah bersikap dan berkata tidak sopan pada Selir Mulia, dia sama sekali tidak menempatkan Selir Mulia di matanya. Aku dan yang lainnya benar-benar sudah tidak tahan melihatnya jadi kami berpikir untuk memberinya sedikit pelajaran.”
Leng BIngxin yang awalnya tidak berniat untuk berbicara, ketika mendengar ucapan fitnah ini dan melihat raut pura-pura lembut yang ditunjukkan oleh wajah cantik Liqing, Leng BIngxin lalu mencibir dan berkata: “Kamu berkunjung dengan niat baik atau niat butuk, sepertinya hanya kalian sendiri yang tahu dengan jelas.”
“Sebenarnya apa yang terjadi?” Mata Kaisar Zhaolie sedikit mengerjap, menatap lekat pada wajah kecil Liqing yang cantik dan lembut, nada suaranya dipenuhi dengan keraguan.
Liqing gemetar ketika ditatap seperti itu, seketika langsung menunduk dan berkata pelan: “Menjawab Kaisar, aku tadi hanya terlalu impulsif dan menyinggung perasaannya dengan kata-kata, siapa tahu dia ternyata… berlaku tidak hormat padaku di depan umum. Jadi, aku tadi …… ”
__ADS_1
Tidak menunggu Liqing menyelesaikan kata-katanya, sudut mata Kaisar Zhaolie melihat sekilas ke arah para pelayan Istana yang sedang melihat ke arah dalam dari luar pintu, paras tampannya itu seketika menjadi dingin, tubuh tegapnya itu melangkah maju, tidak perlu dikatakan lagi, dirinya sepertinya sudah mengerti akan sesuatu.